Wilmana, the Vehicle of Dewa

Pe milu pe ketena nerru, mola ta pe kako toi-Tegap berjalan maju, lurus menuju tujuan

Menjawab Buku “Mustahil Kristen Bisa Menjawab” (I)

Para Pembaca yang terhormat, kemarin wkt jalan-jalan ke situs http://www.dimhad.co.cc/, sy ketemu e-book yang menarik perhatian. Cover e-Book menyebutkan bahwa penulisnya H. Insan L.S. Mokoginta, selanjutnya saya sebut saja Pak Haji. Yang bikin penasaran adalah, beliau ada bikin 11 pertanyaan dan yakin bahwa orang kristen tidak bisa menjawab. Bahkan saking yakinnya, beliau menjanjikan hadiah Rp. 10 juta per pertanyaan, malah untuk pertanyaan tentang kebangkitan Yesus, beliau mengiming-imingi sebuah mobil BMW sebagai hadiah. Luar biasa.  Apakah hadiah ini membuat saya bersemangat memberi jawab?

Tentu tidak. Jawaban saya semata-mata karena merasa terpanggil untuk mempertanggung jawabkan iman kristen saya, apalagi itu adalah hak saya sebagai orang yang beragama. Sayapun tidak bermaksud mengklaim jawaban saya sebagai kebenaran, karena ini tidak esensi bagi saya.  Karena itu, saya mempersilahkan para Pembaca sekalian yang berminat untuk ikut memberi jawaban, tanpa harus termotivasi oleh iming-iming hadiah yang dijanjikan.

Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?

Ini pertanyaan aneh bin ajaib karena para Bapa leluhur agama Yahudi mulai dari Abraham, Musa, sampai nabi Maleakhi dalam PL, tidak satupun yang mengaku beragama “Yahudi”.  Karena itu jawaban atas pertanyaan di atas, tidak lain adalah, Yesus tidak pernah bikin pengakuan dalam Alkitab bahwa Dia beragama Kristen.  Bahkan faktanya, Yesus sendiri penganut agama Yahudi.  Lalu bagaimana dengan para Pengikut-Nya?

Jejak catatan dalam Alkitab menunjukkan bahwa para Pengikut ajaran Yesus pada mulanya adalah semacam sekte baru dalam agama Yahudi.  Sekte ini menyebut diri dengan aliran Jalan Tuhan (bnd Kis 9:2, 13:10, 18:25, 22:4; 24:14).  Orang Yahudi sendiri menyebut kelompok ini sebagai sekte Orang Nasrani (bnd Kis 24:5).  Pada awalnya anggota sekte ini hanyalah kaum Yahudi, namun oleh karena keberadaannya di Yerusalem tidak disukai oleh para Pemimpin Agama Yahudi, maka berpencarlah mereka ke mana-mana dan mulailah mereka menerima anggota yang non-Yahudi yang makin lama makin banyak bahkan menjadi golongan yang mayoritas dalam keanggotaan sekte Yahudi ini.  Lalu, kapan sekte ini mendapatkan nama baru?

Dalam bukunya, Pak Haji menjawabnya dengan mengutip Kis 11:26b yaitu, “di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen”.  Pak Haji ada sedikit keliru karena mengatakan bahwa istilah “kristen” ini diberikan oleh Paulus dan Barnabas.  Makin keliru lagi ketika Pak Haji menyatakan dalam buku-nya bahwa Paulus dan Barnabaslah yang membentuk agama kristen.  Dari sini saya jadi mengerti, kenapa pertanyaan ini diajukan oleh Pak Haji.  Rupanya beliau ingin memberi pesan bahwa  orang kristen itu sebetulnya bukan pengikut Yesus, tapi pengikut Paulus dan Barnabas.

Saya tidak mempermasalahkan pesan Pak Haji ini, tapi ada baiknya mari kita melihat fakta-fakta yang ada, ketimbang berspekulasi.  Kesaksian Lukas mengenai Paulus ato yang dulunya bernama Saulus, dapat kita temukan dalam Kis 9:22 ini:

“Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.”

Lebih menarik lagi kalo kita membaca pengakuan Paulus berikut ini:

Rom 1:1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

1Kor 1:1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, … .

2Tim 1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, … .

Nah, dari kesaksian Lukas maupun pengakun Paulus sendiri, jelas bahwa Paulus sendiri adalah pengikut Yesus bahkan menjadi Rasul Pemberita Injil yang diajarkan Yesus Kristus.  Jadi, tidak masalah jika Pak Haji mau menyatakan bahwa orang kristen itu pengikut Paulus, Barnabas, Petrus, Yohanes, Matius atau siapapun. Yang penting bagi saya,  orang-orang tersebut mengakui dirinya sebagai pengikut dan penerus ajaran Yesus yaitu Injil Allah, ato tidak.

Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun?

Saya tidak bisa menduga-duga apa yang ada dibenak orang kristen lain ketika diperhadapkan dengan pertanyaan ini. Tapi saya pribadi sungguh merasa janggal dengan pertanyaan ini.  Karena bagi saya, ajaran-ajaran Yesus selama usia 30-33 tahun, yang disampaikan oleh para Rasul (murid Yesus) dalam kitab-kitab Injil maupun kitab-kitab lainnya dalam Perjanjian Baru (PB) sudah lebih dari cukup untuk meyakini kebenaran Allah tentang pengampunan dosa an keselamatan sorga-dunia dalam Yesus.  Perlu apa repot-repot mencari ajaran-ajaran Yesus  antara usia 13-29 tahun?

Tapi mari kita simak baik-baik apa sesungguhnya yang implisit dibalik pertanyaan di atas? Berikut ini adalah kutipan  argumen Pak Haji  mengenai pertanyaan ini:

Padahal pada usia 13 s/d 29 tahun merupakan usia Yesus ketika remaja menuju dewasa, dimana sudah barang tentu banyak sekali hal-hal atau peristiwa yang lebih berguna dan lebih besar yang mungkin saja beliau lakukan, tetapi tidak tercatat didalam Alkitab. Jadi sangatlah beralasan sekali bahwa Injil itu dikatakan tidak komplit atau sempurna, karena banyak bagian-bagian atau sisi-sisi lain yang pernah Yesus lakukan atau perbuat, tetapi tidak dicatat oleh para penulis Injl, karena kehilangan jejak atau kisahnya benar-benar hilang.

Aaah… Rupanya lewat pertanyaan ini, Pak Haji ingin meneruskan pesan Quran dalam Q.s. 2:75; 5:13-15, 41; dan 9:9, bahwa  ajaran Yesus dalam bentuk Kitab Injil sudah dipalsukan atau tidak sempurna ‘dicopy’ para murid-Nya untuk menjadi bahan pelajaran bagi orang kristen.

Meski jelas ini sebuah intervensi atas urusan intern agama lain, tapi saya sih tidak mempermasalahkan jika kitab suci  agama islam menyebutkan Kitab Injil milik nasrani seperti itu. Baru menjadi permasalahan jika klaim itu ada buktinya secara historis.  Tapi sukurlah karena hingga saat ini, secara historis tidak ada yang bisa membuktikan, termasuk para pakar agama islam sekalipun, bahwa Yesus pernah menulis atau menghasilkan suatu kitab bernama Injil, yang belakangan diklaim dalam Quran sebagai Injil asli.  Yang bisa dibuktikan secara historis, justru keberadaan kitab2 Injil karya para murid Yesus yang ditulis oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.  Ini berarti, orang boleh saja membuat klaim apapun, tapi  selama klaim tersebut tidak bisa dibuktikan, maka tentu sulit dijadikan pegangan, apalagi untuk diimani.

Hal lain adalah, jika ukuran yang digunakan adalah standar untuk sebuah buku biografi, maka saya setuju dengan pernyataan Pak Haji bahwa Kitab2 Injil karya para murid Yesus tidak komplit, karena hanya berupa penggalan-penggalan biografi Yesus.   Tetapi, jika ukurannya adalah kecukupan berita Injil yang disampaikan, maka buat saya sudah OK alias KOMPLIT.  Kenapa sudah komplit?

Pokok-pokok ajaran Yesus dapat ditemukan dalam Injil Matius.  Hukum Kasih yang menjadi sentral ajaran Yesus, sudah ada (bnd Mat 22:37-40).   Yang paling penting yaitu, Janji Keselamatan dari Yesus yang tidak dijanjikan oleh nabi manapun di kolong langit ini, sudah disebutkan dengan jelas (Yoh 14:6).  Kitab2 Injil, terutama Injil Lukas, dengan gamblang memberi kesaksian bagaimana Yesus mendemonstrasikan bahwa Dialah Anak Manusia, Anak Allah, Mesias, dan Juruselamat dunia yang dijanjikan Allah melalui nabi-nabi Yahudi.  Mulai dari orang sakit disembuhkan, orang buta dicelikkan matanya, orang lumpuh berjalan, setan yang merasuk pada manusia lari lintang pukang, kekuatan alam ditaklukan, sampai orang matipun dibangkitkan-Nya.  Bahkan Matius bersaksi bahwa Yesus sendiri berkata bahwa kepada-Nya telah diberikan segala Kuasa di surga maupun di bumi. Kuasa yang demikian besar ini, membuat Yesus memang layak disapa Tuhan.  Apalagi yang kurang?

Wah, waktu memang terbatas. Saya cukupkan sampai di sini dulu. Tapi saya janji, akan kembali untuk membahas pertanyaan-pertanyaan lainnya.

About these ads

Desember 17, 2008 - Posted by | Apologetika

102 Komentar »

  1. Woow 8O zed dah, begitu liat (blom baca) langsung perbesar layar Ctrl+++ coz kacamata yg beli kemaren rp 10 rebo ketinggalan n temen2 kantor lagi pd cuti so ga bisa baca2 pake mulut spt biasanya nih, xixixii.. :mrgreen:

    trimakasih atas sharingnya, sy belom baca (gak penting! basik lagi) buku itu, jd no idea lah drpd premature conclusion. but kalo pun buku itu nantinya ga dilarang, dan andaikata Bung Wil Mana mau bikin buku kunci jawaban2nya, sy yakin akan beli buku BWM meskipun blom baca buku itu.

    Selamat merayakan hari raya natal, happy merry Christmas yaa.. :D

    Komentar oleh Jiwa Musik | Desember 24, 2008 | Balas

  2. Ha ha .. Om Jimi. bisa ajah… Sy mmg doyan ber-apologetika. Jadinya beginilah… Dg membahas buku2 spt karya Pak Haji Mokoginta itu, sebetulnya sy sedang mengasah pemahaman iman sy juga. Jadi buku2 islam spt ini mmg pas utk jd motivator belajar agama bg sy.

    Ok, tengkyu berat uda mau mampir ke sini… Om Jimi mmg paling ngetop markotops… :)

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Desember 26, 2008 | Balas

  3. ada juga yg seperti begini nih…
    carinya dimana ya fren??
    buat referensi gw penting bgt neh…
    spy nantinya gw jg bisa jawab.
    thx infonya..
    JBU

    Komentar oleh stefanus | Januari 4, 2009 | Balas

    • Apa buktinya kalau islam itu agama yg benar ? Sementara yg katanya wahyu dari jibril kpd muhamad itu kok ngga ada yg menayksikan sama sekali ? Lalu bagaimana mungkin bisa di angap,benar ? Yg paling benar itu ialah bhw quran itu adalah bersumber dari Alkitab, jadi bukan wahyu2an Qs 43 : 4. Sipapa yg menyaksikan saat muhamad isra mikraj ? Dan yg paling aneh lagi ialah masjid aqsa nya belum ada /belum di dirikan .
      Kapan muhamaddi sunat ? Ayat mana dlm quran yg mengatakan itu ? Tolonglah si mokoginta itu yg jelaskan jangan dia sok tahu . Org buta mau ngajarin org melek ?

      Komentar oleh Diva Ardie | Oktober 3, 2012 | Balas

  4. Terima kasih kaka veky. Su tampil terbuka ko? Beta coba tamba beta pung ide sadikit ju

    Mokoginta: Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?

    Maddi: Aneh memang, masa pertanyaan seperti ini tidak bisa dijawab orang Kristen? Yesus tidak pernah mengklaim diri sebagai beragama Kristen. Wong istilah “Kristen” baru muncul di Anthiokia kok. Saya juga tidak tahu apa relevansi pertanyaan ini dengan benar/tidaknya kekristenan. Sepertinya sih tidak ada bos!

    Mokoginta: …dimana sudah barang tentu banyak sekali hal-hal atau peristiwa yang lebih berguna dan lebih besar yang mungkin saja beliau lakukan, tetapi tidak tercatat didalam Alkitab…

    Maddi: Dari mana tahu bahwa itu pasti lebih berguna daripada yang tertulis? Mungkin pak Mokoginta bisa kasih kita argumen.

    Komentar oleh maddidjara | Januari 12, 2009 | Balas

  5. Buat Stef, saya ketemu e-book nya ga sengaja. Kalo mau nanti dikirim via e-mail.

    Buat ngalai Maddi. Kalo di sini jelas apologia tnp incognito. Dr pertanyaan Pak Haji dan uraiannya, kita bs tangkap maksud beliau ingin menyatakan bhw Yesus sendiri bukan org kristen. Knp? Krn beliau mengukur iman kristen pake ukuran2 islam. Kalo nabi islam itu beragama islam, mk nabi kristen jg HARUS begitu. Kita liat bgmn dg ukuran ini, org islam lalu mengklaim semua nabi2 yg disebut dlm Quran, termasuk Ibrahim-pun, beragama islam.

    Bgmn dg kristen? Bg org kristen, tdk perlu HARUS spt itu. Bg kristen yg penting adalah ajaran si nabi. Krn itu, nabi2 Perjanjian Lama tdk diklaim beragama kristen. Bahkan Yesus pun ttp diakui kristen beragama Yahudi.

    Jadi mslh dg pertanyaan Pak Haji adalah, beliau pake penggaris utk ngukur volume air. Alat ukurnya keliru, mk hasil pengukurannya jg invalid.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Januari 12, 2009 | Balas

  6. Wah, beta harus baca itu buku. Mungkin nanti beta kasih komentar ju. :)

    Ma batul yang kaka Ma Lobo bilang “beliau mengukur iman kristen pake ukuran2 islam”. Dan karena itu beliau harus menjustifikasi dulu ukuran-ukurannya itu. :)

    Komentar oleh maddidjara | Januari 12, 2009 | Balas

  7. Bung Wilmana, gw adalah penggemar berat blognya bigmike meski bung akan mengenal gw di sana dalam nama lain (sesuai aturan blog ha ha ha ha). Gw seehhh setuju-setuju ajah ma pola apologetik ginian hanya harap berhati-hati karena ngga semua Muslim perangainya suka menyerang agama orang laen. Nah, gw malah suka banget ma tulisan-tulisannya bm yang nuansa Kristianinya kuat banget. Tebarlah persahabtan, kebaikan dan kasih sayang. Keep on posting ya bro. Turut berduka cita ya….

    Komentar oleh taufik | Januari 13, 2009 | Balas

  8. Bro Taufik ykksh (maksudnya yg terkasih ^_^),

    Mohon maaf jk Bro terusik dg percakapan di sini. Memang tulisan2 saya pada kategori apologia ini bukan ditujukan buat para sahabat muslim yg Bro maksudkan. Ini ditujukan utk para pembaca nasrani yang mungkin sdg bingung membaca tulisan2 yang bersifat menyerang iman kristen.

    Sy jg doyan menikmati tulisan2 di blog bm, malah krn tau bbrp punya penyakit pemarah, suka saya kilik-kilik isengin. Maksudnya biar rame… He he he…

    Bro Taufik, makasih ya atas dukungan dan doanya. Kasian bigmike, dia masih suka feeling guilty krn dia yg anter mama ke Jkt utk meninggal.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Januari 13, 2009 | Balas

  9. Syallom……………
    Kenapa seh harus ribut??????????
    agama bukan untuk di debat.
    jalani aja yang harus kita lakukan,jangan sirik
    lekaslah bertobat, ngaca dulu klo maw ksih pertanyaan,
    rata-rata penjahat di indonesia orang agama apa??????????
    terorris agama apa?????????
    DASAR GOBLOK LOE
    YOHANES 3:16

    GBU

    Komentar oleh dhany | Februari 17, 2009 | Balas

  10. Bro Dhany,

    Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu… Amin!

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Februari 17, 2009 | Balas

  11. trus gimana dengan nama “allah” yg diklaim sebagai milik agama tertentu? sy tunggu ulasannya yaa..harus netral lho ya.

    Komentar oleh yetty rachmawati | Maret 18, 2009 | Balas

  12. Ah, org klaim macam2 kan bisa aja.

    Secara historis kata “YHWH” memang ada diterjemahkan ke dalam bentuk lain dan tdk ada yg protes resmi dari org Yahudi termasuk oleh Yesus sendiri, kecuali jaman sekarang ini. Harap diingat bhw Yesus hidup pada saat Septuaginta sdh ada. Tau kan Septuaginta?

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Maret 24, 2009 | Balas

  13. umat kristen jika dikasih pertanyaan gak pernah jawabannya logis, paling muter-muter tanda kalo emAANG gak bisa jawab.

    Komentar oleh rasid | Maret 25, 2009 | Balas

  14. kalau udah terdesak bilang semoga tuhan yesus mengampuni

    Komentar oleh rasid | Maret 25, 2009 | Balas

  15. Mmmmmm… rasid. Saya juga bisa mengatakan yang sama terhadap Islam.

    Komentar oleh Paijo | Maret 26, 2009 | Balas

  16. Pak Rasid yth.,

    Trims uda mampir dan berkomentar.

    Kalo yg Bapak maksudkan dg logis itu adalah dapat diterima oleh akal budi Bapak, mk bisa jadi Bapak benar.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | April 1, 2009 | Balas

  17. Yoh 5:39-40
    kamu menyelidiki kitab-kitab suci,sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu memperoleh hidup yang kekal,tetapi walaupun Kitab-kitab suci itu memberi kesaksian tentang Aku, 40 namun kamu tidak mau datang kepada_ku untuk memperoleh hidup itu.

    cb kita fikirkan bersama.
    saya rasa ayat ini sangat dalam maknanya.
    ayat ini merupakan penggalan kesaksian Yesus tantang diri-Nya.

    Komentar oleh elkana | Juni 16, 2009 | Balas

  18. Menurut saya sendiri nih, Yesus beserta ajaranNya tidak bisa dipahami kalau tidak dari perikop Alkitab.

    Komentar oleh dinandjait | Juli 8, 2009 | Balas

  19. Salam Kenal utk bpk Wilmina,

    Hampir satu milyar umat muslim di dunia, mengakui bahwa nabi Isa As atau mungkin yang lebih dikenal disebut Yesus, dan nabi Muhammad SAW pun bahkan mengakui juga tentang keberadaan nabi Isa As. Hanya saja, pandangan kami nabi Isa adalah seorang nabi yang diberikan berbagai macam mujizat dari menyembuhkan orang berpenyakit kusta bahkan menghidupkan orang mati…….bukan Tuhan ( Anak Tuhan ). Apakah bapak pernah tau sejarah mengenai ketuhanan Yesus dimana pada Konsili di Nicea 325 M, di mana para uskup di sana memutuskan bahwa Yesus menjadi Tuhan untuk lebih jelasnya silakan bapak baca tulisan (( Dr. Henery Stbble, An Account of the Rise and Progress of Mohametanism, 1954, hal.44-45, Holy Blood Holy Grail hal.692, Arana-”Holocaust Theology” ). Atau ( Prof. Percy Gardner, English Modernism,-Apendiks I, hal.223 ) Sebenarnya bagi kami tidak ada maksud menggoyahkan keimanan seseorang, tapi kami hanya mengemukakan apa yang kami tau……. sehingga kami sadar bahwa Tuhan itu Esa seperti yang kami kutip di Alkitab ( mudah2an benar dan tidak salah )(Yohanes 11:42)
    Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya….Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku.
    ATAU di mana saat ini manusia harus dibaptis karena mewarisi dosa Adam & Hawa . Hal ini bertentangan dengan perkataan di Alkitab : “Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20) Demikianlah penjelasan dari saya

    Komentar oleh DANI_B | Agustus 29, 2009 | Balas

    • I Korintus 2 : 14. Tetapi manusia duniawi tdk menerima apa yg berasal dari Roh Allah, krn hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tdk dpt memahaminya, sebab hal itu hanya dpt di nilai secara rohani
      Jadi bagi org yg tdk percaya itu bukan krn pintar tetapi krn tdk memahami. Alkitab itu tdk spt kitab2 lainya, tetapi Alkitab hanya bisa di mengerti kalau pikirannya sdh di bukakan oleh Yesus Lukas 24 : 45.
      Nggak mudah Om utk membaca Alkitab. Umat Kristen 3.5 milyard di dunia semua percaya banget.

      Komentar oleh Diva Ardie | Oktober 3, 2012 | Balas

  20. @Dani

    Trima atas keterangannya, saya menghargai.

    Yg penting, apa yg sy imani ada dasarnya secara tertulis dlm kitab suci saya, spt yg sdh saya tulis di atas. Mengenai sejarah Yesus, yg paling otentik adalah kitab2 yg ditulis oleh para saksi mata yg hidup bersama-sama Yesus. Tulisan2 sejarah lainnya, tdk lebih sekedar dugaan2 yg dibuat secara sistematis mengacu metode2 ilmiah yg ada. Buat saya, dugaan tetaplah dugaan. Tdk bisa disetarakan dg kesaksian para saksi mata yg dikenal jujur dan berintegritas.

    Tulisan para saksi mata ini, menurut saya jauh lbh valid ketimbang informasi lain ttg Yesus yg disebarkan 500-an taun setelah kedatangan Yesus. Tapi tentu Bro Dani punya hak utk memilih yg valid ato sekedar klaim saja.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 3, 2009 | Balas

    • Terima kasih untuk saudara Victor, alangkah beruntungnya saya mendapat tanggapan yang sangat luar biasa dari saudara……. mungkin ada sedikit lagi tambahan yang saya ketahui yang mungkin bisa saling kita share di sini………. yaitu :Kami sebagai muslim ternyta adalah pengikut ajaran Yesus / nabi Isa AS yang paling setia. Berikut ini saya contohkan beberapa hal sebagai berikut :

      1. Mengenai Makanan Haram
      Alkitab cetakan baru tahun 1996-2005
      Imamat 11:7-8 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.

      Ulangan 14:8 juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.
      Alkitab cetakan lama 1991
      Imamat 11:7-8 Demikian juga babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.
      Alkitab cetakan lama tahun 1941
      Imamat 11:7-8 Dan lagi babi, karena soenggoehpon koekoenja terbelah doewa, ija itoe bersiratan koekoenja, tetapi tiada ija memamah bijak, maka haramlah ija kapadamoe. Djangan kamoe makan daripada dagingnja dan djangan poela kamoe mendjamah bangkainja, maka haramlah ija kapadamoe.

      2. Tentang Mengkafani Jenasah
      Markus 15:46 : Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia didalam kubur yang digali didalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintui kubur itu

      3. Yesus Mengaku Utusan Tuhan

      Yohanes 5:30 “aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”.
      Lukas 10:16 “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barang siapa menolak kamu, ia menolak Aku,; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”
      Markus 9:37 “ Siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”
      Matius 10:40 “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barang siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku “.

      4. Yesus Ajarkan Dua Kalimat Syahadat
      Dan Mengaku Dia Hanya Seorang Utusan Tuhan

      Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah engkau utus”.

      5. Menghadap Qiblat
      Mazmur 5:8 “Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk kedalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau”.
      Penjelasan: Alkitab mengajarkan bahwa jika sembahyang (sholat) harus menghadap ke kiblat dengan cara berlutut dan bersujud menyembah kepada-Nya. Sementara umat Kristiani pada setiap ibadah mereka atau sembahyangnya menghadap kemana saja mereka mau.
      Ini menunjukkan bahwa umat Islamlah yang mengamalkan ajaran Allah dan Yesus didalam Alkitab, dimana setiap waktu mau sholat harus menghadap kan wajahnya kearah Bait Allah.
      Bait Allah = Bethel = Baitullah = Ka’abah

      6. Yesus Mengajarkan tentang Keimanan
      Matius 4:10 “Maka berkatalah Yesus kepadanya:”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis:Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

      7. Masalah Jilbab

      1.Korintus 11:5-6, 10,13
      (5)Tetapi setiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepala, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya .
      (6) Sebab jika jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
      1.Korintus 10,13
      (10) sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa dikepalanya oleh karena para malaikat.
      (13) Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala tidak bertudung?

      8. Yesus Mengaku Nabi
      Mat 13:57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati dimana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan dirumahnya.” (Mat 21:11, Mar 6:4, Luk 4:24, Luk 3:33, Yoh 4:44)
      Penjelasan: Yesus saja mengaku dengan jujur bahwa dia hanyalah seorang nabi. Semua umat Islam dimanapun mereka berada, menjadikan Yesus sebagai seorang nabi saja.

      9. Masalah Khitan / Sunat
      Lukas 2:21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
      Penjelasan: Yesus disunat karena mengikuti perintah Tuhannya pada Kejadian 17 melalui nabi Ibrahim. Semua orang yang mengaku umat Muhammad dan beragama Islam, pasti disunat karena mengikuti sunnah nabi Ibrahim as. Tapi umat Kristen tidak menjadikan sunat/khitansebagai suatu ketetapan/kehaursan, padahal menurut Alkitab sunat itu wajib hukumnya. Perhatikan bagaimanaasal mula perintah bersunat yang diwahyukan Allah melalui Nabi Ibrahim dalam Alkitab sbb:
      Kejadian 17 :9-14
      (9)Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun temurun. (10) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus di sunat; (11) Haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (12) Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki diantara kamu, turun temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (13) Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. (14) Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”
      Dari bunyi firman Allah tersebut sangatlah jelas bahwa khitan atau sunat itu wajib hukumnya, karena bagi yang tidak bersunat ancamannya dihukum mati.
      Sebagian besar umat Kristen mengatakan bahwa dengan kedatangannya kedunia ini , dia (Yesus) telah meniadakan “sunat daging” dan telah menggantikannya atau memperbaharui dengan ajaran “sunat hati”
      Padahal jelas sekali bahwa “sunat hati” itupun bukan ajaran Yesus dalam Perjanjian Baru, tetapi ajaran nabi Musa dalam Perjanjian Lama.
      Perhatikan ayat Alkitab sbb:
      “Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.” (Ulangan 10:16)
      Ini membuktikan bahwa “sunat daging” dan juga “sunat hati “ adalah dua perintah yang berbeda, bukan saling menggantikan satu sama lain, dan sama-sama sudah ada dan diajarkan dalam kitab Perjanjian Lama, jauh sebelum Yesus lahir ke dunia ini.

      10. Ucapan Insya Allah
      Yak 4:13-17 (13) Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan disana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, (14) sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentarsaja keliahatan lalu lenyap. (15) Sebenarnya kamu harus berkata” Jika Tuhan menghendakinya (Insya Allah), kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”(16) Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah (17) Jadi jika seorang tahu bagaimanaa harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
      INSYA ALLAH (JIKA TUHAN MENGHENDAKI) Dalam berbagai bahasa daerah ………………..
      Penjelasan: Alkitab mengajarkan bahwa jika mengatakan sesuatu yang belum tentu atau belum pasti terjadi, hendaklah katakan”Insya Allah (jika Tuhan menghendaki). Tapi umat Kristen begitu berani memastikan sesuatu walaupun belum terjadi. Bahkan mereka tidak mau menggunakan kata “Insya Allah” (Jika Tuhan menghendaki) karena mereka merasa yakin dan pasti bahwa dengan nama Yesus segala sesuatu pasti akan terjadi.
      Padahal dalam Alkitab jelas menyalahkan, bahwa siapa yang berani memastikan sesuatu yang belum pasti terjadi, adalah dosa, sebagaimana dalam Yakobus 4:15 tadi

      Demikianlah yang bisa saya share, sekali lagi saya pribadi memohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan Sekali lagi di sini saya hanya bisa berbagi pengetahuan saja selebihnya silakan rekan2 Kristiani yang memberikan penilaian mengenai tulisan saya. Terima kasih sebesar2nya

      Komentar oleh Anonymous | September 4, 2009 | Balas

      • mohon maaf sebelumnya..dengan tidak mengurangi rasa hormat dan persaudaraan dengan umat kristen saya akan coba menanggapi sebisa saya..
        Dalam AL-QUR’AN disebutkan bahwa agama islam adalah penyempurna dari agama2/kitab2 suci yg sudah diturunkan ALLAH melalui nabi2 sebelum nabi Muhammad..intinya islam mengakui semua ajaran2 sebelum islam dan melalui nabi Muhammad maka diturunkalah AL-QUR’AN sebagai penyempurna dari kitab2 sebelumnya..maka klo kita mau berfikir logis dan realistik harusnya kita semua mengikuti ajaran yang lebih sempurna..yaitu menjadi seorang muslim..
        Dalam islam diajarkan agar kita mengamalkan smua tuntunan yg sudah diberikan yaitu kitab suci AL-QUR’AN dan AL-HADIST..perlu diketahui bahwa AL-QUR’AN adalah wahyu ALLAH yang diturunkan lsg kepada nabi muhammad melalui malaikat jibril..sedangkan AL-HADIST adalah semua perkataan dan perbuatan nabi muhammad yang ditulis oleh para sahabat2nya..
        klo saya boleh membandingkan dalam alkitab adlah berisi kutipan2 nabi isa yang ditulis oleh murid2nya..brati itu sama dengan AL-HADIST yaitu perkataan dan perbuatan nabi muhammad yg ditulis oleh para sahabatnya..
        dalam alkitab ditulis nama2 muridnya seperti yakobus,matheus dll..dlm hadist jg gt ditulis oleh imam bukhori,riwayat muslim dll..tp klo AL-QUR’AN adalah berasal dari wahyu ALLAH yg diturunkan oleh malaikat jibril dan ditulis sendiri oleh nabi muhammad utk disampaikan kepada umat manusia,makanya disana tidak disebutkan nama surat itu dengan nama orang,tp disebutkan nama surat itu sama dengan inti isi dalam surat/wahyu itu sendiri,karena yg menerima hanya nabi muhammad tidak ada orang lain..kemudian dengan berjalannya waktu tulisan2 nabi muhammad berupa wahyu tersebut dikumpulkan oleh para sahabat agar tidak tercerai berai,utk dijadikan penggangan hidup umat manusia agar selamat dunia akhirat..
        jadi kesimpulan saya alkitab pegangan umat nasrani derajatnya tidak bisa disamakan dengan AL-QUR’AN yg berisi wahyu lsg dr ALLAH dan harus kita yakini kebenarannya krn ini adalah penyempurna dari kitab2 sebelumnya..
        demikian tanggapan saya kurang lebihnya saya mohon maaf..wallahu allam bishowab..

        Komentar oleh hamba allah | Mei 23, 2012

  21. @Anonymous

    Trims atas informasinya. Saya liat anda punya pengetahuan yg luas mengenai isi kitab suci kristen. Saya coba menanggapi ya..

    Pertama, ada banyak hal yg anda sampaikan berasal dari Hukum Taurat-nya agama Yahudi. Syariat Taurat diberlakukan khusus utk penganut agama Yahudi. Artinya, Hukum Taurat itu berlaku wajib bg penganut agama Yahudi tp berlaku sunah bg kristen.

    Kedua, mengenai kristologi ato jati diri Yesus, org kristen percaya bhw Kalimatullah adalah Allah sendiri dan Yesus adalah jelmaan Kalimatullah. So, Yesus bg org kristen adalah Allah sendiri yg nuzul ke dunia dlm rupa manusia. Dg dmkn, pada Yesus terdapat dua karakter/tabiat yaitu karakter manusia dan karakter ilahi. Sebagai manusia, Yesus adalah utusan dan nabi, tp sebagai Tuhan, Yesus adalah Firman Yang Maha Kuasa krn itu kata2nya memiliki kuasa kun faya kun. Namun karena dua karakter Yesus ini, org kristen diajarkan utk membedakan mana kata dan tindakan Yesus yg manusiawi dan mana yg ilahi. Ayat2 yg anda kutip di atas menunjukkan bhw kata2 Yesus di atas dlm konteks kenabian Yesus (sbg manusia/nabi/utusan), bkn dlm konteks keallahan. Hampir semua org kristen bs membedakan mana kata dan sikap Yesus yg manusiawi dan mana yg ilahi. Tp yg bkn kristen, mungkin sulit sekali utk melakukan hal ini.

    Ketiga, masalah syariat dan tradisi. Mgkn perlu dipahami dulu bhw tdk semua tulisan dlm kitab suci kristen lgsg digunakan sbg syariat gereja, tp perlu penafsiran utk melihat relevansinya utk dijadikan dalil bg syariat (hukum) gereja. Org kristen tdk hanya menafsirkan teks Alkitab, tp juga mencermati konteksnya (wolrd of author dan world of the readers). Dalam interaksi dg Penciptanya, kristen fokus pada hubungan batin, bukan hubungan fisik. Dg cara ini dpt diketahui bhw tulisan2 dlm kitab suci mengenai tradisi2 dan tatanan nilai yg bersifat mengatur fisik, diserahkan pada norma2 yg berlaku di tengah masyarakat pada jamannya. Jadi, lbh fleksibel gak kaku dan lbh dpt memenuhi syarat agama yg inklusif.

    Keempat, soal insya Allah. Mmg seharusnya kristen dmkn, tp hrs diakui byk yg blom paham jd suka kebablasan. Biasalah, mana ada umat yg setiap saat 100% taat dg syariat agamanya.

    Kelima, sy kira cukup dulu tanggapan saya. Semoga bermanfaat.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 5, 2009 | Balas

    • Jawaban :

      Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Saudara Victor yang menanggapi pernyataan saya………..Mungkin ada sedikit tambahan yang akan saya berikan yaitu :

      1. Hukum Taurat itu berlaku wajib bg penganut agama Yahudi tp berlaku sunah bg Kristen

      Apabila pernyataan saudara di atas adalah benar, mungkin ada yang perlu saya tambahkan berdasarkan ayat2 Bibel itu sendiri ……..

      Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19), (Matius 5:20)

      2. Yesus adalah utusan dan nabi, tp sebagai Tuhan, Yesus adalah Firman Yang Maha Kuasa krn itu kata2nya memiliki kuasa kun faya kun

      Tidak ada satu ayat pun dalam Bible yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan maka sembahlah aku ( Yesus ). Semua nabi yang diturunkan oleh Tuhan YME sangat jelas diberikan kekuatan kenabian termasuk Yesus agar dapat memberikan pencerahan kepada umat manusia….. Ada satu ayat Bible yang mengatakan :

      Matius 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
      Ayat di atas sangat JELAS, bahwa Yesus menolak di panggil sebagai Tuhan.

      Tapi dengan sepenuh hati Yesus mengatakan bahwa dia adalah seorang Utusan Tuhan, inilah ayat2 yang terdapat dalam Bible :

      Yohanes 7:16 Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaranku tidak berasal dari diriku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus aku.
      Yohanes 5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
      Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang sku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.
      Yohanes 5:37 Bapa yang mengutus aku, Dialah yang bersaksi tentang aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,
      Yohanes 7:33 Maka kata Yesus: “Tinggal sedikit waktu saja aku ada bersama kamu dan sesudah itu aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus aku.
      Yohanes 8:26 Banyak yang harus kukatakan dan kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus aku, adalah benar, dan apa yang kudengar dari pada-Nya, itu yang kukatakan kepada dunia.”
      Yohanes 12:44 Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa percaya kepadaku, ia bukan percaya kepadaku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus aku;

      3. Mgkn perlu dipahami dulu bhw tdk semua tulisan dlm kitab suci kristen lgsg digunakan sbg syariat gereja, tp perlu penafsiran utk melihat relevansinya utk dijadikan dalil bg syariat (hukum) gereja. Org kristen tdk hanya menafsirkan teks Alkitab, tp juga mencermati konteksnya (wolrd of author dan world of the readers).

      Jika memang benar Anda tidak hanya menafsirkan teks Alkitab tapi juga mencermati konteksnya……berikut ini adalah teks dari Bible itu sendiri dan saya sangat memohon dengan anda untuk mencermatinya :

      1. Tentang melihat Allah
      Yohanes 1:8 Tidak seorangpun pernah melihat Allah
      1Tomitius 6:16 Seorangpun tak pernah melihat Allah
      Keluaran 33:20 tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup

      Bertentangan dengan
      Keluaran 33:11 Tuhan berbicara dengan Musa dengan berhadapan muka seperti seseorang berbicara kepada temannya
      Keluaran 24:10 Lalu mereka melihat Allah Israel

      2. Tentang perintah Yesus kepada murid-muridnya
      Matius 10:5-6 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

      Bertentangan dengan
      Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus

      Tentang penciptaan alam semesta
      Kejadian 1:1-19 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. : Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. : Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. : Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. : Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semua-nya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

      Perhatikan ayat-ayat diatas !
      Allah menciptakan bumi. Bumi belum berbentuk kosong tetapi sudah ada samudra dan roh Allah melayang-layang diatas permukaan air. Samudranya dimana, airnya dimana sedangkan bumi masih kosong belum berbentuk.

      Hari pertama Allah menciptakan siang dan malam.
      Hari kedua Allah menciptakan darat dan laut.
      Hari ketiga Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan.
      Hari keempat Allah menciptakan matahari.

      Belum ada matahari tetapi sudah ada siang dan malam, apa mungkin ?
      Belum ada matahari sudah ada tumbuh-tumbuhan, apa bisa hidup ?

      Dengan hal tersebut di atas, maka apresiasi yang sangat dalam saya tujukan kepada Saudara Victor yang berkenan menanggapi pernyataan saya…..Semoga Anda selalu diberikan kesuksesan, kesehatan serta karunia yang melimpah dari Tuhan Yang Maha Esa.

      Komentar oleh Anonymous | September 7, 2009 | Balas

  22. 1. Hukum Taurat ditiadakan? (Matius 5:20)

    [Komentar]
    Kristen tidak meniadakan hukum taurat, melainkan mengambil intisarinya (core values) saja utk dilaksanakan. Initisari dari hukum taurat adalah (a) mengasihi Tuhan dan (b) mengasihi sesama sebagai wujud dr yang pertama. Sementara syariat2 yang bersifat tradisi Yahudi seperti binatang haram, sunat, dan berbagai tradisi lainnya tidak wajib dilakukan oleh kristen.

    2. Tidak ada satu ayat pun dalam Bible yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan maka sembahlah aku ( Yesus ).

    [tanggapan]
    Anda benar. Yesus tdk pernah bikin perintah utk menyembah dia. Tapi para murid-Nya mencatat byk orang datang kepada-Nya, menyembah, dan meminta berkat. Ada juga yg bahkan menyapa Yesus sbg Tuhan. Terhadap perilaku menyembah dan menyapa sbg Tuhan ini, Yesus tdk menolak apalagi melarang (bnd dg Mat 2:11; Mat 9:18; Mat 8:25, Mat 9:28; dll.)

    3. tentang Matius 7:21-23
    Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    Ayat di atas sangat JELAS, bahwa Yesus menolak di panggil sebagai Tuhan.

    [komentar]
    Coba perhatikan baik-baik ayat di atas. Yesus mengusir orang-orang itu, tapi sama sekali tidak menolak disapa sbg Tuhan. Artinya, Yesus tdk keberatan disapa Tuhan. Tapi dia mengusir org2 itu krn selama hidupnya, mereka berlaku jahat di mata Yesus.

    4. Tentang utusan VS Tuhan
    Tapi dengan sepenuh hati Yesus mengatakan bahwa dia adalah seorang Utusan Tuhan, inilah ayat2 yang terdapat dalam Bible :

    [komentar]
    Soal ini sdh sy jelaskan sebelumnya terkait dua karakter/tabiat Yesus. Kalo sdr Anonymous ga ngerti juga, sayapun hanya bisa berdoa buat anda.

    5. Tentang melihat Allah

    [komentar]
    Memang benar tidak ada org yang pernah melihat rupa Allah yg sebenarnya. Namun, Allah dapat tampil dalam bentuk metafora (menyerupai benda2 yg terdefenisi oleh persepsi manusia) misalnya, lidah api, burung merpati, manusia, dll. Bahkan Allah dapat nuzul ke dunia dalam rupa manusia.

    Apapun itu, semuanya bukanlah wujud asli dari Allah krn rupa Allah tidak terdefenisi oleh persepsi manusia. Karena itu pula, jika ada stetmen bahwa Musa pernah bertemua Allah, haruslah dipahami dalam konteks metafora.

    6. Tentang perintah Yesus kepada murid-muridnya yang saling bertentangan.

    [komentar]
    Sebetulnya tidak ada pertentangan, krn Matius 10:5-6 itu instruksi kepada 12 orang murid utk melakukan tugas yg bersifat sohrt-term, sbgmn juga pengutusan kpd 70 orang murid (Luk 10:1). Sementara perintah pada Matius 28:19 adalah perintah sebelum Yesus terangkat ke surga shg berifat long-term dan berlaku bagi semua orang kristen.

    7. Tentang penciptaan alam semesta

    [komentar]
    Kisah ini karya sastra yang bermakna figuratif, bukan literal. Krn itu kisah penciptaan itu perlu dimaknai intisari pesannya, bukan diukur menurut fakta-fakta empiris yang ada. Wkt sy SMP, krn menyangka kisah ini bermakna literal, mk sy sempat mengkritik kisah ini. Terang kok diciptakan lbh dahulu dari benda-benda penerang. Inti pesan dr kisah ini adalah sederhana saja. Bhw langit-bumi dan segala isinya adalah ciptaan Tuhan. Mau percaya ato engga, terserah.

    8. Penutup
    Dengan hal tersebut di atas, maka apresiasi yang sangat dalam saya tujukan kepada Saudara Victor yang berkenan menanggapi pernyataan saya…..Semoga Anda selalu diberikan kesuksesan, kesehatan serta karunia yang melimpah dari Tuhan Yang Maha Esa.

    [komentar]
    Amin!

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 7, 2009 | Balas

    • Terima kasih untuk saudara ku Victor di mana pun Anda berada, puji syukur bahwasanya tanggapan-tanggapan anda yang sangat luar biasa membuat diskusi kita tampaknya makin menarik saja untuk diteruskan, baik saya akan coba menanggapi beberapa hal saja dari Anda yaitu :

      1. Kristen tidak meniadakan hukum taurat, melainkan mengambil intisarinya (core values) saja utk dilaksanakan. Initisari dari hukum taurat adalah (a) mengasihi Tuhan dan (b) mengasihi sesama sebagai wujud dr yang pertama. Sementara syariat2 yang bersifat tradisi Yahudi seperti binatang haram, sunat, dan berbagai tradisi lainnya tidak wajib dilakukan oleh kristen.

      ( Komentar )

      Mungkin bisa saudara jelaskan di ayat yang manakah di dalam Bible yang membagi hukum taurat antara yang wajib ( intisari ) berarti hanya untuk orang Kristen saja dan yang tidak wajib ( sunah ) yang hanya diikuti oleh tradisi Yahudi…… Ada satu hal yang perlu diingat oleh saudara Victor bahwasanya dalam ayat Bible mengatakan :

      “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

      Dengan penjelasan ayat tersebut di atas jelaslah bahwa Yesus datang untuk menggenapinya ( menyempurnakan ) yang sudah ada, menurut saya sangatlah tidak tepat apabila ada yang membaginya menjadi hukum yang wajib ( hanya untuk orang Kristen saja ) dan yang sunah ( hanya untuk orang Yahudi saja ). Apakah ada juga di dalam ayat Bible yang mengatakan bahwa Yesus sendiri membagi hukum taurat menjadi 2 bagian seperti yang saudara terangkan di atas ? sedangkan di dalam Bible sendiri jelas bahwa

      Di Antiokhia-lah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.’ (Kis 11:23-26).

      Jadi selama Yesus hidup, tidak dibenarkan murid-murid itu menyebut dirinya pengikut Kristen, karena semestinya mereka menyebut dirinya pengikut Yesus. Untuk itu kiranya saudara dapat memberikan penjelasan yang lebih dalam mengenai hal ini terutama tentang Hukum Taurat seperti yang tersebut di atas, dan apabila benar di dalam Bible ada pembagian hukum Taurat menjadi 2 maka mungkin saya bisa dibantu mengenai pasal dan ayatnya.

      2. Tapi para murid-Nya mencatat byk orang datang kepada-Nya, menyembah, dan meminta berkat. Ada juga yg bahkan menyapa Yesus sbg Tuhan. Terhadap perilaku menyembah dan menyapa sbg Tuhan ini, Yesus tdk menolak apalagi melarang

      ( Komentar )

      Mungkin ada satu perumpamaan menarik apabila Tuhan bernuzul dalam berbagai bentuk yang seperti Tuhan inginkan…….contohnya begini : Bila ada seorang Tukang Kayu yang sangat pandai dapat membuat boneka kayu, apakah perlu si Tukang Kayu tersebut menjadi boneka kayu terlebih dahulu, supaya dia tau apa yang harus ditambah atau mungkin dikurangi dalam hal pembuatan boneka itu……….????? Saya rasa tidak, dan bila anda beranggapan bahwa Yesus adalah pribadi seperti manusia dan pribadi sebagai anak Allah sehingga setiap perkataannya menjadi Kun Fa Ya Kun, maka akan saya kutip beberapa ayat Bible sebagai berikut :

      “Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” (Matius 4:2)

      “Pada pagi-pagi hari dalam perjalananNya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.” (Matius 21:18)

      “Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.” (Markus 11:12)

      “Aku haus!” (Yohanes 19:28)

      “Tetapi Yesus tidur.” (Matius 8:24)
      “Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur.” (Lukas 8:23)
      “Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam.” (Markus 4:38)

      “Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu.” (Yohanes 4:6)

      “Maka masygullah hatiNya. Ia sangat terharu.” (Yohanes 1 1:35)

      “Maka menangislah Yesus.” (Yohanes 11:35)

      “Maka mulailah la merasa sedih dan gentar, lalu kataNya kepada mereka: “HatiKu sangat sedih, seperti mau mati rasanya.” (Matius 26:37-38)

      “Ia sangat takut dan gentar, lalu kataNya kepada mereka: “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” (Markus 14:34)

      “Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa.” (Lukas 22:43-44)

      “Matius” pasal 6 ayat 12.
      “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.

      Mungkin bisa anda lihat dari kutipan di atas, bahwa itulah ciri2 manusia yang sewajarnya ditunjukkan Yesus kepada kita, di mana keterbatasan Yesus sebagai seorang manusia yang sekaligus mempunyai kedudukan sebagai seorang nabi masih saja mempunyai kelemahan sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

      Dan apabila Yesus berkedudukan sebagai pribadi yang merupakan anak Allah maka akan saya kutipkan dari ayat2 Bible sebagai berikut :

      Matius pasal 5 ayat 9 menyebutkan :”Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut Anak-anak Allah”.
      ( Penjelasan : Siapapun yang bisa mendamaikan orang tanpa melihat status, kedudukan atau pangkat, dia bisa dikatakan sebagai anak Allah)

      Keluaran pasal 4 ayat 22.
      : “Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian: “Inilah Firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anakKu laki-laki, yaitu anakKu yang sulung”

      Yeremia pasal 31 ayat 9.
      ; “Akulah Bapak bagi Israil; dan Afraim itulah anak yang sulung”

      ( Penjelasan : Tidak ada kejelasan Yesus anak Allah yang keberapa….. karena melihat dari kutipan di atas……. Israil dan Afraim adalah anak Allah yang Sulung, karena sudah jelas yang dimaksud dengan anak itu sendiri adalah mereka yang dikasihi oleh Tuhan bukan anak dalam arti yang sebenarnya )

      Dan apabila Yesus berkedudukan sebagai Tuhan karena mempunyai Roh Kudus atau Roh Ketuhanan ( dapat melakukan perbuatan yang tidak bisa dilakukan oleh nabi yang lain misalnya menyembuhkan penyakit lepra, menghidupkan orang mati dan sebagainya), maka akan saya kutipkan beberapa ayat dalam Bible yang mengatakan hal2 sebagai berikut :

      Kitab raja-raja yang kedua pasal 13 ayat 21
      “Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan, lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan kedalamnya dan kena mayat Elisa itu, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri.

      Kitab raja-raja yang pertama pasal 17 ayat 22.
      ” Maka di dengar akan Do’a Elisa itu, lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu kedalamnya sehingga hiduplah ia pula.

      Kitab raja-Raja yang kedua pasal 6 ayat 17 dan ayat 30
      Menyebutkan bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat.

      Kitab Raja-Raja yang kedua pasal 3 ayat 10 dan ayat 11
      Menyebutkan bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman

      ( Penjelasan ; Semua hal keajaiban / mukjizat dapat diberikan oleh Tuhan kepada seorang hambanya terutama kepada nabi2nya dengan atau tanpa terkecuali apabila Tuhan yang menghendaki )

      Dan apabila Yesus berkedudukan sebagai Tuhan karena kelahirannya tanpa percampuran antara laki2 dan istrinya maka bisa dikatakan Adam adalah Tuhan Laki2 dan Hawa ( Eve ) adalah Tuhan Perempuan. Tapi hal ini mungkin bisa dibantah oleh anda karena mengingat keduanya telah berdosa memakan buah terlarang sehingga diusir dari Surga, kalo begitu Maria yang melahirkan Yesus pun ikut berdosa dikarenakan Maria juga keturunan Adan dan Hawa.

      Kalau misalnya ada seorang manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu, maka orang itu pasti akan diakui oleh saudara bahwa ia lebih berhak menduduki jabatan Tuhan daripada Yesus dilahirkan tanpa Bapak saja. Apakah saudara setuju dengan pernyataan saya ini ? Kalo tidak, inilah ayat pada Bible :

      “Ibrani” pasal 7 ayat 1, 2 dan 3
      “Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim”. “Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai”. Yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal..”.

      Yesus berupa manusia karena diperanakkan oleh manusia (Maria). Terlalu janggal kalau manusia (Maria) memperanakkan Tuhan. Bisakah ilmu pengetahuan lahir maupun ilmu pengetahuan bathin (Kerohanian) menerima bahwa ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia? Bisakah ilmu pengetahuan exact maupun yang abstract (Exact abstract Wetenschap) menerimanya? Saya malah lebih cendrung memilih Malkisedik sebagai Tuhan, karena tidak berbapak dan beribu, tidak bersilsilah dan tiada berawal.

      3. Yesus mengusir orang-orang itu, tapi sama sekali tidak menolak disapa sbg Tuhan. Artinya, Yesus tdk keberatan disapa Tuhan. Tapi dia mengusir org2 itu krn selama hidupnya, mereka berlaku jahat di mata Yesus.

      (Komentar ) :

      Mungkin bisa anda jelaskan lebih terperinci lagi mengenai pernyataan saudara tersebut di atas, berdasarkan ayat2 pada Bible yang mengatakan bahwasanya orang2 itu selama hidupnya berlaku jahat di mata Yesus…..? Hal apa yang membuat Yesus begitu membenci mereka ? Kenapa Yesus harus membenci atau mengusir mereka ? Sedangkan mereka bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan banyak mujizat demi nama Yesus. Kalo menurut saya, Orang yang jahat di mata Yesus adalah orang2 yang ingkar, selalu berbuat jahat, dan tidak mempercayai Yesus sebagai utusan Tuhan selama hidupnya.

      4. Dua karakter/tabiat Yesus

      ( Komentar ) :

      Sebenarnya sudah saya jelaskan di point ke 2 berbagai karakter Yesus baik sebagai manusia maupun Tuhan akan tetapi ada satu tambahan yang akan saya kemukakan yaitu mengenai Yesus sebagai Tuhan yang ternyata mempunyai Silsilah berdasarkan ayat2 pada Bible yaitu :

      Matius 1: 1-16 dan Lukas 3: 23-38. Pada kedua daftar ini terdapat 66 nama. Hanya ada satu nama yang sama dari keduanya, yaitu Yusuf si tukang kayu, padahal dia seharusnya tidak perlu disebutkan karena Yesus bukan berasal dari benihnya.Tapi mengapa silsilah ini begitu sangat dipaksakan ? Apabila saudara menjawab ada kekeliruan dalam penulisan berarti salah satu penulis baik Matius atau pun Lukas ( SALAH ) dan tidak mungkin kedua2nya BENAR

      “…. Ternyata ia (Maria) mengandung dari ROH KUDUS, sebelum mereka (Yusuf dan Maria) hidup sebagai suami istri … malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: ‘Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari ROH KUDUS.” (Injil – Matius 1: 18-20).

      Matius, dalam ayat tersebut menegaskan dua kali bahwa Roh Kudus-lah yang menyebabkan Mariam hamil. Dengan definisi yang kita ketahui bahwa dalam setiap bahasa di dunia seorang yang bertanggung jawab menghamili seorang wanita adalah ayah sebenarnya dan bukan yang dianggap ayah. Dari sini, berdasarkan pernyataan yang tegas dari Matius, Roh Kudus adalah ayah yang sebenarnya dari Yesus dan bukan Tuhan Yang Maha Kuasa.

      5. Namun, Allah dapat tampil dalam bentuk metafora (menyerupai benda2 yg terdefenisi oleh persepsi manusia) misalnya, lidah api, burung merpati, manusia, dll Karena itu pula, jika ada stetmen bahwa Musa pernah bertemua Allah, haruslah dipahami dalam konteks metafora.

      Ada satu hal yang agak menggelitik jika statement dari Bible harus ditafsirkan dan dicermati konteksnya lebih dalam lagi…….karena seharusnya ayat2 pada Bible yang merupakan wahyu Tuhan sendiri seharusnya berisikan mengenai :

      1. Doktrin: Pengajaran
      2. Teguran: Untuk menghukum, memarahi, untuk menunjukkan kepada umat apa yang salah dalam hidup mereka.
      3. Koreksi: Berguna untuk memperbaiki kesalahan.
      4. Instruksi kepada kebenaran: untuk melatih dan mengajarkan kita bagaimana hidup secara benar

      Berikut ini silakan anda mengkategorikan ayat pada Bible ini berdasarkan 4 hal yang saya kemukakan di atas :
      “Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: ‘Hampirilah istri kakakmu itu (maksudnya, lakukanlah hubungan seksual dengannya), dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu’.Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti (anak tersebut tidak akan membawa namanya);
      Sebab itu setiap kali ia menghampiri istri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.
      Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia juga.” (Injil – Kejadian 38: 8-10)

      Tuhan membunuh Onan atas rasa irinya. Dia tidak menghendaki nama almarhum kakaknya terus hidup sebagaimana yang dikehendaki hukum. Di bawah judul yang mana akan diletakkan perbuatan Tuhan tersebut? Di bawah: Doktrin? Teguran? Koreksi? Atau Instruksi kepada kebenaran?

      Yehuda memulangkan menantunya, Tamar, ke rumah orang tuanya dengan janji jika anaknya yang ketiga, Syela, sudah cukup dewasa untuk menikah, dia akan memanggilnya untuk memenuhi tugasnya memberi Tamar seorang bayi untuk mengekalkan nama almarhum suaminya, Er.
      Yehuda adalah orang yang percaya kepada takhayul. Dia telah kehilangan dua orang anak laki-lakinya karena Tamar, menantunya, dan dia tidak berani mengambil resiko kehilangan anak yang tinggal satu-satunya, Syela, Yehuda ketakutan “Jangan-jangan dia mati seperti kedua kakaknya itu.” (Injil – Kejadian 38: 11).
      Syela telah dewasa dan mungkin telah siap menikah, tetapi ayahnya tidak memanggil Tamar untuk menikah dengan Syela sehingga Tamar dapat mengandung seorang anak yang membawa nama almarhum suaminya.
      Tamar ingin balas dendam atas kelalaian Yehuda melakukan tugasnya. Dia mendapat kabar bahwa mertuanya sedang pergi ke Timna untuk mencukur dombanya. Tamar merencanakan untuk mencegat Yehuda. Dia pergi dan duduk di tepi jalan, mengetahui dalam hatinya bahwa laki-laki tua tersebut tidak akan pernah melewatinya tanpa menegurnya. Begitulah, Yehuda melihat Tamar dan mengira dia adalah seorang Wanita Tuna Susila, seorang pelacur. Lalu berkata kepadanya (Tamar),
      “…. ‘Marilah, aku mau menghampiri engkau,’ (sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku’…” (Injil – Kejadian 38: 16).
      Pada saat itu orang-orang tidak membawa uang tunai atau kartu kredit, sehingga Yehuda berkata akan mengirim kepada Tamar seekor anak kambing setelah dia berhubungan seksual dengannya. Tamar bukanlah seorang yang dapat terbuai oleh ucapan tersebut. Dia mempunyai rencana utama, yang telah dipikirkan dan dilakukan secara baik. Dia menawar, “Apakah jaminannya bahwa anak domba tersebut akan dikirim?” “Apa jaminan yang Anda inginkan?”, tanya Yehuda. “Cincin dan gelang Anda (masyarakat pada masa itu biasanya menggunakan gelang pada pergelangan tangannya) dan tongkat yang Anda pegang saat ini.” Laki-laki tua tersebut menyerahkan barang-barang yang diminta dan berhubungan seksual dengan menantunya. Dari hubungan ini Tamar mengandung. (Jangan lupa bahwa Er dan Onan gagal membuat Tamar mengandung).
      Dalam masa tiga bulan; kehamilannya semakin tampak. Gunjingan mulai menyebar. Berita Tamar telah “melakukan pelacuran dan mengandung anak dari perbuatan tersebut” sampai kepada Yehuda. Yehuda sekarang mempunyai alasan untuk marah terhadap Tamar Dia memerintahkan, “Bawa dia keluar (perempuan jalang tersebut), dan bakar dia.” Sebelum ini dia adalah perempuan yang jahat (Yehuda kehilangan dua anak laki-laki karena Tamar). Sekarang dia adalah seorang perempuan jalang dan patut dibakar hidup-hidup!
      Tamar lebih cerdik dari yang dibayangkan Yehuda. Sebelum mertuanya melakukan hal tersebut, dia mengirim cincin, kalung dan tongkat, melalui seorang pelayan dan sebuah permohonan agar Yehuda mencarikan orang yang bertanggung jawab atas kehamilannya. Tamar berkata, “Bersama laki-laki yang memiliki barang-barang ini, saya saat ini mengandung.” Yehuda mengenali barang-barang miliknya dan berkata,
      “…. ‘Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku yang masih hidup’. Dan dia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu.” (Injil – Kejadian 38: 26).
      Sembilan bulan setelah hubungan seksual di Timna antara Yehuda (seorang mertua) dan Tamar (menantunya sendiri), bidan berjaga-jaga di sisi tempat tidur Tamar. Dari ukuran perutnya, dia memperkirakan Tamar mengandung anak kembar Dan berdasarkan hukum Musa Alaihis-salam, dia harus sangat berhati-hati dalam memberi tanda “anak pertama”. Jika wanita melahirkan anak kembar yang identik dan jika tidak hati-hati dalam memberi tanda kepada anak pertama, maka ditakutkan adanya ketidakadilan, karena anak pertama menerima bagian yang terbesar dari warisan ayahnya.
      Ketika Tamar melahirkan, salah seorang bayi tersebut ditarik tangannya dan perawat mengikatkan sebuah benang merah tua untuk menandakan bahwa “Inilah bayi yang pertama lahir!” Tetapi hal ini terlalu sensitif untuk amak yang baru lahir, sehingga dia dengan cepat menarik tangannya ke dalam kehangatan ibunya, dan menyaksikan adik laki-lakinya lahir, dan bidan berseru,
      “…’Alangkah kuatnya engkau menerobos keluar; maka anak itu dinamai Peres. Sesudah itu keluarlah saudaranya laki-laki yang tangannya telah berikat benang kirmizi itu, lalu kepadanya diberi nama Zerah.” (Injil – Kejadian 38: 29-30).
      Peres adalah sebutan untuk orang yang melompati antrian, seorang yang telah membuat orang lain keluar dari gilirannya, dan Zerah berarti “merah” dalam bahasa Ibrani karena dia memiliki benang merah pada tangannya.
      Pertanyaannya adalah, Apa kandungan moral dari seksologi Injil pada pasal 38 kitab pertama yang terkenal ini? Tuhan membunuh Er: Pelajaran yang kita dapatkan adalah “teguran!”
      Tuhan membunuh Onan: Lagi-lagi pelajarannya adalah “teguran!”
      Sekarang Yehuda melakukan perbuatan zina dengan Tamar dan mendapatkan anak haram yang kembar yang kemudian dianugrahi menjadi nenek moyang satu-satunya “anak Tuhan!” Apa kandungan moralnya? Tidak ada, maka berarti tidak bermoral!
      Di bawah judul apa Anda akan menempatkan cerita mesum ini? Apakah?
      1. Doktrin?
      2. Teguran?
      3. Koreksi?
      4. Instruksi kepada kebenaran?
      Jika kita tidak dapat memasukkan cerita mesum ini di bawah 4 judul tersebut dalam sebuah kitab Tuhan, maka kita terpaksa membuat judul kelima. Judul kelima yang tepat adalah – Pornografi.
      Yehuda, Bapak bangsa Yahudi (darinya diturunkan kata-kata – Jew, Judaism, Judea, dll), dan Tamar (menantunya) serta keturunannya yang haram –Peres dan Zerah– diabadikan perbuatan haramnya di dalam yang dinamakan Kitab Tuhan:
      “Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Ibrahim. Ibrahim memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub. Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar …” (Injil – Matius 1: 1-3).
      Di dalam setiap Injil yang menyediakan referensi silang, dimana kalimat “Yehuda memperanakkan peres dan Zerah dari Tamar” disebutkan, catatan marginal menunjuk ke Kejadian pasal 38 dengan kemesumannya secara terperinci.
      Onan juga mempunyai label yang “termahsyur” (termahsyur keburukannya!). Setiap kamus terkenal mengabadikan perbuatan seksual yang tidak wajar akibat iri hati dalam judul – Onanisme. Dosa Onan; Coitus interruptus (berasal dari Onan, anak laki-laki Yehuda – Kejadian 38: 9).

      6. Tidak ada pertentangan, krn Matius 10:5-6 itu instruksi kepada 12 orang murid utk melakukan tugas yg bersifat sohrt-term, sbgmn juga pengutusan kpd 70 orang murid (Luk 10:1). Sementara perintah pada Matius 28:19 adalah perintah sebelum Yesus terangkat ke surga shg berifat long-term dan berlaku bagi semua orang kristen.
      Penjelasan :
      Apabila benar ada tugas yang bersifat long term atau short term seperti yang anda kemukakan di atas ada baiknya diperkuat dengan ayat2 Bible supaya kedua ayat tersebut diatas saling mendukung………… karena tidak mungkin kedua2nya BENAR atau salah satunya SALAH. Untuk itu akan saya coba kemukakan pertentangan2 yang ada pada Bible itu sendiri :

      Kasih Tuhan Abadi Selamanya:
      “Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya …” (Injil – Mazmur 100: 5).

      Bertentangan dengan:

      “Aku (Tuhan) ingat apa yang dilakukan Amalek kepada orang Israel (400 tahun yang lalu) … Pergilah sekarang, kalahkan orang Amalek, tumpaslah segala apa yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. bunuhlah semuanya, laki-laki atau perempuan, kanak-kanak maupun anak yang masih menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.” (Injil – 1 Samuel 15: 3).
      Ancaman Kosong
      ”Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau (Adam) makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Injil – Kejadian 2: 17).
      Bertentangan dengan:
      “Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.” (Injil – Kejadian 5: 5).
      “Tetapi ular itu (setan) berkata kepada perempuan Itu (Hawa): ‘Sekali-kali kamu tidak akan mati ‘. “(Injil – Kejadian 3: 4).
      Mengherankan! Dalam bahasa Tuhan (?) “Pada hari” tidak berarti “pada saat itu” tetapi seabad kemudian (?). Berdasarkan kitab suci Injil, setan lebih jujur tentang konsekuensi memakan “buah terlarang” sewaktu meyakinkan Hawa .
      7. Krn itu kisah penciptaan itu perlu dimaknai intisari pesannya, bukan diukur menurut fakta-fakta empiris yang ada.

      Kalau anda berkata demikian berarti anda kurang memahami apa isi dari Kitab Suci, di mana konsekuensi dari kisah penciptaan haruslah berdasarkan fakta-fakta empiris yang ada, bukan KARYA SASTRA yang bersifat figurative. Sangat jelas kitab Kejadian adalah bagian dari Wahyu Tuhan juga yang dikumpulkan dalam Kitab-Kitab Perjanjian Lama. Apakah anda hanya menggunakan Kitab2 Perjanjian Baru saja sebagai dasar pegangan iman atau anda akan mengindahkan saja karena itu berlaku hanya untuk orang Yahudi? Sedangkan hukum2 Taurat yang terdapat pada kitab-kitab Perjanjian Lama itu adalah Sah dan diakui juga sebagai bagian dari kitab Injil, di mana Yesus sendiri datang untuk menggenapinya ( menyempurnakannya). Sangat disayangkan bila pemahaman anda mengenai Kitab-kitab suci masih belum memuaskan tanggapan saya pada saat itu…

      Demikianlah tanggapan dari saya, teriring salam sejahtera dan semoga kebahagian selalu menjadi bagian dari kehidupan Anda.

      Komentar oleh Anonymous | September 9, 2009 | Balas

  23. Wah, banyak banget komentarnya. Kalo pake kertas ukuran A4 bisa lbh dr 10 halaman. Tapi okelah saya coba tanggapi.

    1. Mengenai hukum taurat.
    Menurut kesaksian Matius, isi kitab taurat dan semua kitab nabi2 intisarinya hanya dua: (a) Kasihi Tuhan Allah dan (b) kasihi sesama (Mat 22:37-40). Artinya, syariat kayak apapun yg anda buat dan lakukan, mau itu taurat kek apa kek, tp ukuran layak dan tidaknya adalah kedua aspek ini. Sebaliknya, meski anda mengaku penganut syariat taurat, tapi menunjukkan sikap yg tdk mengasihi Allah dan mengasihi sesama, apa gunanya? Krn itu, ketimbang copy-paste taurat-nya Yahudi, mendingan kristen bikin sendiri dg tetap mengacu pada dua hukum inti di atas.

    2. Mengenai Mat 5:17, org kristen memahami istilah “menggenapi” di sini dlm arti Yesus memberi contoh bgmn mjd pelaku syariat agama dg sempurna. Lbh dr itu, “menggenapi” jg bermakna bhw Yesus datang utk memenuhi tuntutan hukum taurat bg pelaku hukum taurat yaitu, kematian. Ini pemahaman org kristen. Kalo anda memahaminya scr lain, itu hak anda.

    3. Mengenai keilahian Yesus
    Pertama, saya cuma menjelaskan keyakinan kristen. Kalo anda ga percaya, itu hak anda.

    Kedua, mengenai perumpamaan tukang kayu, sy kira asal dia mampu, boleh2 saja kalo dia lalu menjelmakan dirinya sendiri mjd boneka. Suka2nya dia, kan?

    Ketiga, bbrp ayat yg anda sebutkan spt Mat 4:2, 21:18, Mrk 11:12, semuanya adalah fakta bw Yesus memiliki tabiat sbg manusia, disamping tabiat ilahi. Sbg manusia, wajarlah jika Dia haus, lapar, capek, ngantuk, dll. Tp kalo datang org sakit dan Dia bilang, “sembuhlah”, mk org itu pasti sembuh. Datang angin ribut dan Dia perintah, “Diam! Pasti badai langsung surut. Iblispun terbirit-birit wkt dia pernitahkan, “Enyahlah!”. Bahkan orang matipun lgsg bangkit. Benar2 kata2 yg berkuasa KUN Faya KUN. Memang benar, nabi2 juga bisa menyembuhkan org sakit tp mereka melakukannya dg berdoa pada Allah utk mohon kesembuhan, tdk sama dg cara Yesus. Khusus ttg membangkitkan org mati-pun begitu. Tidak ada nabi yg bangkitkan orang mati dg cara spt Yesus yaitu, BERSABDA!

    Keempat, mengenai ayat2 spt Mat 5:9, Kel 4:22, dst. yg anda kutip, saya berkesimpulan anda ga ngerti bhw kata anak Allah dlm kitab suci org kristen memiliki dua makna kiasan. Yg pertama menunjuk pada “Umat Tuhan” dan yg kedua menunjuk kepada “Firman Allah”. So, anda jangan berpikir bhw term “anak Allah” dlm kitab suci kristen itu bermakna biologis.

    Kelima, mengenai Melkisedek. Tradisi tulisan dlm kitab suci menyebutkan dia adalah Raja Yerusalem sblm bangsa Israel terbentuk dan adalah seorang Penyembah Allah. Kemudian penulis kitab Mazmur menggunakan tradisi ini untuk mengklaim bhw Raja-nya adalah penerus Melkisedek (Mzm 110:1-7). Belakangan, penulis surat Ibrani yg anda kutip itu, dengan menambahkan keterangan ttg Melkisedek dari tradisi lisan, lalu mengklaim bhw Mazmur 110:1-7 adalah nubuat bagi Yesus. (Int’l Standard Bible Encydlopedia). Bahwa anda ga sepakat dg penulis surat Ibrani, itu bukan urusan saya.

    Keenam, saya liat anda masih sulit menalar bhw kalo Allah berkenan, bisa saja Dia nuzul ke dunia ini melalui rahim seorang perempuan. Kesimpulan ini mengacu pd pernyataan anda sbb: “Terlalu janggal kalau manusia (Maria) memperanakkan Tuhan”. Jk anda merasa janggal, itu hak anda. Tp bg saya, tidak ada yg tdk mungkin bagi Allah. Asal Allah berkenan nuzul ke dunia dlm rupa Yesus melalui rahim Maria, sapa yg berkuasa utk melarang?

    Ketujuh, Mat 7:21-23. Rasanya bunyi ayatnya tdk perlu saya kutip lagi. Coba deh anda baca baik-baik ayat kutipan anda di atas. Apakah ada teks yg menunjukkan Yesus menolak wkt disapa TUHAN? Yg saya baca, Yesus memang mengusir org2 tsb, tp bukan krn dia menolak disapa TUHAN. Pengusiran tjd krn org2 itu cuma dimulut saja manggil Dia sbg Tuhan, tp pada dasarnya mereka itu pelaku kejahatan (ayat 23). Anda jgn keliru memahami ayat 22, seolah-olah mereka sdh melakukan kebenaran. Banyak org menggunakan nama Tuhan utk menggapai tahta (kekuasaan duniawi), harta, dan wanita. Sementara yg Tuhan kehendaki adalah mengasihi-Nya dan mengasihi sesama, sebagaimana perumpamaan dlm Mat 25:31-40. Mengasihi Tuhan, artinya memakai nama-Nya utk mengasihi sesama, bkn malah menjarah, menganiaya, membunuh, memerangi, dst.

    Ketujuh, mengenai Yesus adalah anak dr Roh Kudus. Dr komentar anda, sy berkesimpulan anda blom paham mengenai siapa itu Roh Kudus. Roh Kudus adalah sapaan/gelar yg org kristen kenakan terhadap kuasa Allah dlm memelihara ciptaan-Nya, memberi taufik dan hidayah. Roh Kudus adalah gelar dr satu oknum ilahi yaitu Allah sendiri. Seperti Presiden RI adalah gelar/jabatan dr satu oknum manusia WNI yaitu, SBY. Bhw dlm daftar silsilah disebutkan Yusuf sbg ayahanda Yesus, ini hal yg wajar saja. Krn dlm tradisi Yahudi, Yusuf tercatat resmi sbg “legal father” bagi Yesus, meski dia bukanlah ayah biologis-nya Yesus.

    4. Mengenai penulisan/isi Alkitab
    Alkitab bukanlah ‘tulisan tangan’ Allah sendiri sbgmn klaim org islam thd Quran. Alkitab adalah cerita pengalaman hidup, karya sastra, surat-surat, dll yg ditulis oleh manusia, yang di dalamnya mengandung pesan-pesan dari Allah kepada manusia. Pesan-pesan itu berupa nilai-nilai tentang doktrin, teguran, koreksi, nasehat, dan instruksi kepada manusia. So, di dalam Alkitab anda bisa temukan kisah2 tragis, kisah ttg kesalahan dan kejatuhan manusia, kisah heroik, pengorbanan, dst., yg inherent di dalamnya sarat dengan nilai2 pesan tentang kehendak Allah bagi manusia. Krn itu, jika anda temukan kisah ttg teladan buruk dari tokoh2 spt Yehuda, Daud, Salomo, dll. dalam Alkitab, belajarlah dr kejatuhan mereka agar kelak anda jgn mengalami kejatuhan yg sama, krn kehendak Allah adalah umat-Nya harus menjaga kekudusan hidup. Belajar juga ttg Tuhan yg setia, meski Yehuda dan Daud telah berbuat salah, tapi janji Tuhan tetap dipenuhi dg kelahiran Yesus Al Maseh.

    5. Tentang pertentangan dlm Alkitab
    Pertama, soal tugas short-term dan long-term.
    Kalo anda tetap meragukan kebenarannya, itu hak anda. Saya cuma mengungkapkan faktanya seperti itu. Lukas menceritakan secara lebih detil mengenai short-term duty ini (Lukas 9:2). Bahwa setelah melaksanakan tugas itu, 12 murid kembali dan mempertanggung-jawabkan pekerjaan mereka (Lukas 9:10). Dari pengalaman 12 murid itu, Yesus lalu menugaskan lagi 70 orang dg tugas yang kurang lebih sama (Lukas 10:5-6). Sementara, Mat 28:19 adalah perintah Yesus yg pertanggung jawabannya nanti pada saat kedatangan-Nya yg kedua kalinya, jd jelas bersifat long-term.

    Kedua, mengenai beberapa ayat tambahan yg anda ajukan spt Mzm 100:5 vs 1Sam 15:3; Kej 2:17 versus Kej 5:5, dll. Menurut saya, ini soal pemahaman saja. Krn Alkitab itu karya manusia meski mendapat ilham dr Allah, tapi tak lepas dari pengaruh subyektif si penulis. Krn itu isi Alkitab tdk bisa dipahami secara literal saja, tp hrs ada analisa utk menemukenali pesan2 Tuhan yg terselip di setiap cerita karya si penulis. Cth-nya, Mazmur 100:5 itu, bicara kesetiaan Allah yg meski marah thd kedosaan manusia, tp pada akhirnya selalu memilih mengampuni umat-Nya. Sementara 1Sam 15:3, itu kisah org Israel memperjuangkan eksistensi mereka, yg bg org kristen adalah bagian dr bukti kesetiaan Allah atas janji-Nya melindungi umat-Nya. Kedua ayat ini menyatakan kesetiaan Allah, tp dlm konteks yg berbeda. Jk anda ga mampu melihat perbedaan konteks ini, mk jgn kaget jk temuan anda adalah dua ayat yg bertentangan.

    6. Mengenai Kisah Penciptaan.
    Org Kristen memaknai kata wahyu scr berbeda dg pandangan islam. Bg anda, wahyu adalah kata2 Tuhan yg bersifat ucapan langsung diturunkan lewat bisikan ato pesan bersambung dari Allah ke Jibril ke nabi lalu ke umat. Bg kristen tdk demikian. Wahyu turun dlm bentuk inspirasi/ilham/mimpi kepada penulis utk diteruskan kpd manusia dlm bentuk kisah2, karya sastra, dll. So, wahyu adalah pesan Tuhan yg terkandung dlm kisah2 Alkitab. Dg kata lain, wahyu bg kristen adalah nilai yang terkandung dlm setiap kisah Alkitab ketimbang tekstual Alkitab semata. Cthnya kisah penciptaan, bg kristen adalah wahyu, tetapi bukan semua teks dlm kisah itu adalah wahyu. Lalu di mana wahyu-nya? Wahyu-nya adalah inti sari dr kisah penciptaan yaitu pesan ilahi bhw langit-bumi dan segala isinya adalah ciptaan Allah. Tp, apakah benar2 semua ciptaan dibuat hanya dlm 6 hari saja, secara science, ini debatable dan sy pribadi tdk mau terjebak dlm debat yg sia-sia. Krn sdh cukup bg sy utk meyakini melalui kisah ini bhw alam raya ini ada yg bikin yaitu Tuhan Allah.

    7. [Anymous nulis]
    Demikianlah tanggapan dari saya, teriring salam sejahtera dan semoga kebahagian selalu menjadi bagian dari kehidupan Anda.

    [komentar]
    Amin! Lumayan dr 10-an halaman bs sy ringkas mjd 3 halaman A4.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 11, 2009 | Balas

    • Terima kasih kepada saudaraku Victor dimana anda berada, terima kasih yang sedalam2nya kepada anda Khususnya yang selalu memberikan tanggapan pada saya… Baik saya pun juga tidak akan berkomentar banyak, karena tulisan saya yang 10 halaman mungkin terasa membosankan bagi Anda, singkat saja tanggapan saya kali ini :
      1. Mengenai hukum taurat.
      ( Komentar )
      Mengacu pada tanggapan anda, berarti saya pun juga tidak bisa berbuat apa2 lagi dikarenakan Kristen sendiri yang seperti anda katakan sudah membuat aturan sendiri…..Ada beberapa hal yang harus saya tanyakan terlebih dahulu mengenai :
      Apakah anda menerima Injil sebagai Firman Tuhan ? Bila ya…. Maka Kitab Suci yang manakah yang Anda Pakai ? Bila Tidak maka tolong disebutkan alasannya ?
      Bila anda seorang Katholik maka saat ini kitab yang anda pakai adalah 73 kitab Katholik Roma, dan bila anda seorang Protestan maka saat ini kitab yang anda pakai adalah 66 kitab saja. Berikut ini adalah data yang diambil dari RSV (Revised Standard Version ) untuk Injil; Penerbit Collins, tahun 1971, halaman 12-17 mengatakan hal sebagai berikut yaitu :
      BEBERAPA KITAB INJIL
      • KEJADIAN
      Penulis: Salah satu dari “lima Kitab Musa”
      • KELUARAN
      Penulis: Secara umum adalah Musa
      • IMAMAT
      Penulis: Secara umum adalah Musa
      • BILANGAN
      Penulis: Secara umum adalah Musa
      • ULANGAN
      Penulis: Secara umum adalah Musa
      • JOSHUA
      Penulis: Sebagian besar adalah Joshua
      • HAKIM-HAKIM
      Penulis: Mungkin Samuel
      • 1 TAWARIKH
      Penulis: Tidak diketahui mungkin dikumpulkan dan diedit oleh Ezra
      • 2 TAWARIKH
      Penulis: Mungkin dikumpulkan dan diedit oleh Ezra
      • EZRA
      Penulis: Mungkin ditulis atau diedit oleh Ezra
      • ESTHER
      Penulis: Tidak diketahui
      • AYUB
      Penulis: Tidak diketahui
      • AMSAL
      Penulis: Yang paling utama adalah Daud, meskipun ada penulis yang lain
      • PENGKOTBAH
      Penulis: Meragukan, tetapi umumnya dianggap oleh Sulaiman
      • RUTH
      Penulis: Tidak diketahui secara pasti; mungkin Samuel
      • 1 SAMUEL
      Penulis: Tidak diketahui
      • 2 SAMUEL
      Penulis: Tidak diketahui
      • RAJA RAJA I
      Penulis: Tidak diketahui
      • YESAYA
      Penulis: Utamanya adalah Yesaya sebagian bisa jadi ditulis oleh yang lain
      • YUNUS
      Penulis: Tidak diketahui
      • HABAKKUK
      Penulis: Tempat dan waktu kelahirannya tidak diketahui
      • RAJA RAJA II
      Penulis: Tidak diketahui
      Anda saat ini mempunyai kitab Injil berapa buah dan berapa versi ? Karena bagi saya amatlah penting mengingat begitu banyak perubahan yang terjadi pada Alkitab ( contoh yaitu pada saat saya menerangkan kitab Imamat pun, saya menerangkan dari berbagai Alkitab dari cetakan lama tahun 1941, 1991, 1996-2005 ) Krn seperti yang anda katakan Alkitab adalah karya manusia meski mendapat ilham dr Allah, tapi tak lepas dari pengaruh subyektif si penulis. Hanya saja yang perlu diingat dalam seluruh hidupnya Yesus tidak pernah menulis sebuah kata pun, dan juga tidak memerintahkan seorang pun untuk melakukan hal tersebut. Injil yang dipergunakan saat ini adalah hasil pekerjaan tangan dari orang yang tidak diketahui namanya
      2. Mengenai Mat 5:17, org kristen memahami istilah “menggenapi” di sini dlm arti Yesus memberi contoh bgmn mjd pelaku syariat agama dg sempurna. Lbh dr itu, “menggenapi” jg bermakna bhw Yesus datang utk memenuhi tuntutan hukum taurat bg pelaku hukum taurat yaitu, kematian. Ini pemahaman org kristen. Kalo anda memahaminya scr lain, itu hak anda.

      ( Komentar )
      Apabila tanggapan anda di atas, maka saya juga tidak bisa menanggapinya secara lebih mendalam lagi karena pemahamannya sudah tidak bisa dikembangkan lebih lanjut.
      3. Mengenai keilahian Yesus

      ( Komentar ) Ok, dalam hal ini saya juga tidak bisa berbuat apa2 lagi……karena satu hal yang coba kembali dikemukakan bahwasanya Umat Muslim di seluruh dunia sangat menghargai nabi Isa Alaihi Salam sebagai seorang utusan Tuhan, bukan seorang Tuhan seperti yang diyakini oleh Umat Kristiani saat ini.Padahal sangatlah bertentangan dengan ajaran Yesus bahwa keselamatan hanya bisa didapat dengan cara menuruti segala perintah (Matius 19: 16-17), sedangkan Paulus ( menurut kami adalah pendiri agama Kristen ) telah memakukan hukum dan perintah di kayu salib (Kolose 2: 14) dan mengaku bahwa keselamatan hanya bisa didapat melalui kematian dan kebangkitan Yesus, berikut ini adalah kutipan ayat dari Bible:
      “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami, dan sia-sialah kepercayaanmu.” (Injil – 1 Korintus 15: 14)
      Jika Yesus tidak meninggal, dan dia tidak dibangkitkan dari kematian, maka tidak akan ada penyelamatan dalam Kristen! “Dan segala kesalehan kami, seperti kain kotor.” (Injil – Yesaya 64: 6). Berarti jelas juga bahwasanya saat ini kebanyakan umat Kristiani lebih banyak mematuhi perintah Paulus bukan Yesus.
      4. Mengenai perumpamaan tukang kayu, sy kira asal dia mampu, boleh2 saja kalo dia lalu menjelmakan dirinya sendiri mjd boneka. Suka2nya dia, kan?
      ( Komentar )
      Luar biasa……ternyata anda menjawabnya dengan lugas dan sangat taktis, padahal sangat jelas di dunia mana pun rasanya tidak perlu dan gak akan mungkin Creator ( Pencipta ) menjadi Creation ( Ciptaan ) ATAU membuat Creation yang sangat mirip seperti sang Creator itu sendiri .
      5. Yesus memiliki tabiat sbg manusia, disamping tabiat ilahi. Khusus ttg membangkitkan org mati-pun begitu. Tidak ada nabi yg bangkitkan orang mati dg cara spt Yesus yaitu, BERSABDA!
      ( Komentar )
      Agak sedikit unik juga jawaban Anda, padahal ada beberapa kutipan Bible yang mengatakan bahwasanya nabi Elisa yang sudah mati bahkan dengan tulangnya sekalipun ia dapat menghidupkan orang mati, berarti saya beranggapan bahwasanya nabi Elisa jauh lebih hebat, karena sudah mati pun masih memberikan manfaat…..baiklah saya akan tanyakan kepada Anda…….bila Yesus juga mempunyai sifat Ketuhanan yang Kun Fa Ya Kun mengapa pada saat Yesus akan disalibkan, Yesus berkata demikian :

      Matius pasal 27 ayat 46 :” Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang Nyaring katanya: “Eli, eli lama sabaktani” artinya: “Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku”.

      Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus ( mempunyai Tabiat Ilahi yang seperti anda katakan ), Yesus tidak perlu minta tolong , bisa saja dengan Tabiat Ilahinya Ia bisa membuat dirinya tidak kelihatan ( Invinsible ) kepada orang2 yang akan menyalib dia ATAU BERSABDA kepada jutaan Malaikat Langit untuk segera turun dan membasmi orang2 itu DAN kalau hidupnya Yesus memang untuk di salib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk di salib. Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan lain kata Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa. Kemudian apakah manusia2 yang menyalib Yesus harus dilaknat juga ? Mestinya tidak, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia. Andaikan tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalibkan Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut Kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk Sorga dan dipuji-puji atas jasanya.
      6. Mengenai ayat2 spt Mat 5:9, Kel 4:22, dst. yg anda kutip, saya berkesimpulan anda ga ngerti bhw kata anak Allah dlm kitab suci org kristen memiliki dua makna kiasan. Yg pertama menunjuk pada “Umat Tuhan” dan yg kedua menunjuk kepada “Firman Allah”. So, anda jangan berpikir bhw term “anak Allah” dlm kitab suci kristen itu bermakna biologis.
      ( Komentar )
      Luar biasa…… anda adalah orang pertama yang memberikan pengertian bahwa anak Allah dibagi menjadi 2 bagian sedangkan yang lainnya bersikeras Yesus adalah anak Allah ( anak dalam arti yang sebenar2nya ). Mengenai anak Allah yang bisa dikatakan juga sebagai Firman Allah, dalam hal ini sebenernya sudah saya bahas di atas yaitu tidaklah tepat bila Yesus ( Firman Allah / Mempunyai tabiat Ilahi / Kun Fa Ya Kun seperti yang anda sebutkan di atas ), bisa anda liat pada ayat Bible berikut ini :

      Lukas, pasal 4 ayat 5 :
      “Maka iblispun membawa dia kepuncak gunung ……”
      Suatu kejadian aneh, bila Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.

      7. Mengenai Melkisedek. Tradisi tulisan dlm kitab suci menyebutkan dia adalah Raja Yerusalem sblm bangsa Israel terbentuk dan adalah seorang Penyembah Allah. Kemudian penulis kitab Mazmur menggunakan tradisi ini untuk mengklaim bhw Raja-nya adalah penerus Melkisedek (Mzm 110:1-7). Belakangan, penulis surat Ibrani yg anda kutip itu, dengan menambahkan keterangan ttg Melkisedek dari tradisi lisan, lalu mengklaim bhw Mazmur 110:1-7 adalah nubuat bagi Yesus. (Int’l Standard Bible Encydlopedia). Bahwa anda ga sepakat dg penulis surat Ibrani, itu bukan urusan saya.
      ( Komentar )
      Baik, ternyata dalam hal ini juga saya tidak bisa berbuat apa2….hanya saja saya ingin tahu siapakah penulis Ibrani yang menulis tentang Malkisidek, dan akhirnya mengklaim bahwa nubuat itu tentang Yesus ? Padahal seperti yang pernah saya kutip itu bahwasanya Malkisidek tidak berbapak dan beribu, sedangkan Yesus masih mempunyai seorang ibu…… bagaimana suatu nubuat terpenuhi sungguh luar biasa jawaban anda………………….
      8. Asal Allah berkenan nuzul ke dunia dlm rupa Yesus melalui rahim Maria, sapa yg berkuasa utk melarang?
      ( Komentar )
      Apabila komentar anda demikian maka saya juga tidak bisa memberikan tanggapan lagi, mengingat berbagai pengakuan Yesus yang pernah saya ungkapkan bahwasanya dia hanya seorang Utusan…….bukan seorang Anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri pun masih belum bisa meyakinkan anda & memang semua saya serahkan pada anda
      9. Keliru mengenai pemahaman ayat 22, Sementara yg Tuhan kehendaki adalah mengasihi-Nya dan mengasihi sesama, sebagaimana perumpamaan dlm Mat 25:31-40. Mengasihi Tuhan, artinya memakai nama-Nya utk mengasihi sesama, bkn malah menjarah, menganiaya, membunuh, memerangi, dst.
      ( Komentar ) Untuk hal ini juga saya tidak bisa memberikan tanggapan lebih banyak, mengingat saya hanya meminta bukti, di pasal dan ayat berapa yang mengatakan bahwa mereka seumur hidup menghujat Yesus ( pelaku kejahatan ), bukankah seharusnya bila mereka jahat, Yesus memiliki kekuasaan sebagai Anak Tuhan atau Tuhan yang bernuzul sebagai manusia untuk mengampuni bahkan memberikan pencerahan agar mereka sadar..????? Lagi2 Luar Biasa untuk anda
      10. Mengenai Yesus adalah anak dr Roh Kudus.
      ( Komentar )
      Cuma anda sajalah yang mengatakan Roh Kudus adalah gelar, bukan satu kesatuan ( Tri Tunggal ), biasanya Roh Kudus, Tuhan Bapa , dan Tuhan Anak lah yang dapat memberikan kesaksian di surga lah yang biasanya sering dikemukakan oleh umat Kristiani pada umumnya. Kalo sekedar gelar sih ok2 aja, tapi kalo satu kesatuan saya gak sependapat. Contohnya demikian :
      Bila anda adalah seorang perokok, maka perhatikan yang ada pada rokok……. Rokok itu akan mengeluarkan asap, bara merah dan rokok itu sendiri…….. Bila kita akan membahasnya maka :
      a. Apakah asap rokok sama dengan rokok ?
      b. Apakah bara merah pada rokok sama dengan rokok ?
      Kalo tidak sama maka tidak sama pula lah, Bapa dengan Anak dan Roh Kudus itu sendiri.
      4. Mengenai penulisan/isi Alkitab.
      ( Komentar )
      Bila anda berkata demikian, maka sia2 saja Bible yang ada saat ini….. karena cerita mesum yang begitu banyak pada Alkitab hanya dijadikan sebagai anti klimaks supaya kita menjaga kekudusan hidup, beranikah anda menceritakan kepada anak2 sekolah Minggu tentang cerita mesum tersebut, dan kemudian anda berkata ” Marilah ini dijadikan sebagai pelajaran supaya moral kita terjaga, dan kuduskan hatimu selalu ”. Luar Biasa….. Cuma itu saja kata2 saya untuk menggambarkan tanggapan anda
      5. Tentang pertentangan dlm Alkitab

      ( Komentar )
      Baik apabila anda berkata bahwa Alkitab adalah karya manusia meski mendapat ilham dr Allah, tapi tak lepas dari pengaruh subyektif si penulis. Saya kutip ayat2 dari Bible itu sendiri sebagai berikut :
      2 RAJA RAJA 19 YESAYA 37
      Segera sesudah reja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.
      [2] Disuruhnyalah juga Elyakim, kepala istana, Sebna, Panitera negara, dan yang tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, kepada nabi Yesaya bin Amos.
      [3] Berkatalah mereka kepadanya: “Beginilah kata Hizkia, Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.
      [5] Ketika pegawai-pegawai raja Hizkia sampai kepada Yesaya.
      [10] Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, raja Yahuda: Janganlah Allahmu yang kau percayai itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan; Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan raja Asyur.
      [11] Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar tentang yang dilakukan raja-raja Asyur kepada segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya; masakan engkau ini akan dilepaskan?
      [12] Sudahkah para allah dari bangsa-bangsa, yang telah dimusnahkan oleh nenek moyangku, dapat melepaskan mereka, yakni Gozan, Haran, Rezef dan bani Eden yang di Telasar?
      [14] Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.
      [15] Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: “Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.
      [36] Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.
      [37] Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esartadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Segera sesudah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.
      [2] Disuruhnyalah juga Elyakim, kepala istana, Sebna, panitera negara, dan yang tua-tua di antara para imam, dengan berselubungkan kain kabung, kepada nabi Yesaya bin Amos.
      [3] Berkatalah mereka kepadanya: “Beginilah kata Hizkia, Hari ini hari kesesakan, hari hukuman dan penistaan; sebab sudah datang waktunya untuk melahirkan anak, tetapi tidak ada kekuatan untuk melahirkannya.
      [5] Ketika pegawai-pegawai raja Hizkia sampai kepada Yesaya.
      [10] Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, raja Yahuda: Janganlah Allahmu yang kau percayai itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan; Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan raja Asyur.
      [11] Sesungguhnya, engkau ini telah mendengar tentang yang dilakukan raja-raja Asyur kepada segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya; masakan engkau ini akan dilepaskan?
      [12] Sudahkah para allah dari bangsa-bangsa, yang telah dimusnahkan oleh nenek moyangku, dapat melepaskan mereka, yakni Gozan, Haran, Rezef dan bani Eden yang di Telasar?
      [14] Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.
      [15] Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: 16 “Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi.
      [37] Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur, dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe.
      [38] Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia
      Jangan pernah anda katakan, ayat2 di atas adalah KESALAHAN CETAK ya, menurut saya ini mengkin TUHAN BAPAK, atau TUHAN ANAK atau mungkin ROH KUDUS lupa memberitahukan / lupa berkompromi mengenai ilham kepada siapa kah yang harus dikatakan terlebih dahulu sehingga hal yang sama sebanyak 2 kali kepada 2 penulis kitab yang berbeda bisa anda liat seperti di atas. Bagaimana menurut anda ? Siapa yang mencontek siapa????
      6. Mengenai Kisah Penciptaan.

      ( Komentar ) Yang namanya intisari dari suatu makalah, skripsi, atau bacaan tetaplah harus ada pokok dari suatu makalah dll nya itu dulu, kalo kemudian anda bisa mengambil intisarinya berarti anda sudah memahami, mencermati, dan menelaah secara betul apa yang dimaksud. Kisah penciptaan saja anda katakan hal yang wajar, wong pemahamannya aja masih salah, kok bisa ngambil intisarinya…… Lagi2 seperti yang saya katakan kepada anda……. Luar Biasa……………………….dan Salut kepada anda

      Demikianlah tanggapan dari saya kepada saudara Victor, dan terimakasih yang sedalam2nya khususnya kepada bapak Wilmana yang telah menyediakan forum diskusi ini di blog-nya

      Komentar oleh Anonymous | September 14, 2009 | Balas

  24. Wah, lumayan. Dari mulanya ada 10-an halaman tanggapan, kali ini menurun hingga 8 halaman. Baiklah berikut ini beberapa tanggapan saya.

    1. Mengenai Kitab Suci yang saya pakai
    Kitab Suci org kristen digolongkan dalam dua tipe, autographa (teks asli) dan apographa (salinan). Saya menggunakan apographa terbitan LAI yg dikenal dengan istilah ITB (Terjemahan Baru). Bahwa antara satu versi dan versi lainnya ada banyak perbedaan, bg saya tidak masalah. Krn saya dapat melengkapi pemahaman saya dengan membaca Textus Receptus (Perjanjian Baru) dan Massoretic Text (Perjanjian Lama) yang ditulis dalam bahasa aslinya (Yunani dan Ibrani). Orang kristen tdk mempermasalahkan perbedaan yg muncul di antara versi-versi apographa, krn ada autographa yg dijadikan pegangan dan rujukan akhir.

    Bahwa Yesus tidak menulis satupun surat, bg saya tdk masalah. Krn murid-murid sebagai saksi mata ajaran dan karya2 nyata Yesus, telah menulis pengalaman mereka selama berinteraksi dengan Yesus. Saya-pun tentu lebih percaya, tulisan para saksi mata ketimbang tulisan lain tentang Yesus yg muncul ratusan tahun kemudian.

    2. Mengenai keselamatan dalam Yesus
    Perkataan Yesus dalam Matius 19:16-17 itu, tdk bertentangan dengan ajaran Paulus. Perkataan Allah bisa kita sebut jg Firman Allah. Yohanes menulis bhw Firman Allah ini nuzul ke dunia dlm rupa Yesus. Krn itu org kristen menyebut Yesus adalah Firman Allah yg hidup. Maksud Paulus beriman kepd Yesus adalah mengikut Yesus yg sama jg dg mengikut Firman Allah ato perkataan Allah. Barangsiapa yg mengikuti perkataan Allah, pasti selamat. Ga ada masalah, kan?

    3. Mengenai perumpamaan tukang kayu
    Kalo Creator itu sekedar manusia tukang kayu biasa, ya tentu mustahil dia bs menjelma mjd boneka. Tapi, jika Creator itu adalah Tuhan sendiri, iman saya adalah tiada yang mustahil jk Allah mau menjelma mjd manusia Yesus. Tapi kalo anda merasa masih ada yg mustahil bisa dilakukan oleh Tuhan, itu bukan urusan saya lagi. Yg pasti bagi saya jika ada yg mustahil bg Tuhan, itu bukan Tuhan namanya.

    4. Mengenai kuasa keilahian dalam SABDA Yesus
    Dalam kasus Elisa, semua yakin bukan tulangnya yg membangkitkan org mati tp kuasa ilahi. Yg pasti org itu bangkit bukan karena Elisa bersabda. Tapi Lasarus bangkit setelah 4 hari mati, krn mendengar SABDA Yesus.

    Meski begitu, Yesus tdk selalu berkata-kata dg memakai kuasa Kun Faya Kun yg ada pada diri-Nya. Ada saatnya dia berkata-kata layaknya manusia biasa. Cth-nya pada saat disalib Yesus berteriak Eli Eli lama sabakhtani. Tidak ada satupun org kristen yg menafsirkan kata-kata Yesus ini bhw Yesus menolak disalibkan.

    5. Mengenai peristiwa penyaliban
    Ini merupakan puncak karya Yesus sesuai misi-Nya ke dunia yaitu menderita dan mati memanggung dosa manusia. Krn itu, jelas Yesus tdk akan menggunakan kuasa ilahi yg ada pada-Nya utk meloloskan diri dari peristiwa ini, apalagi dg jalan menipu org2 saat itu sebagaimana keinginan anda.

    Kaum kristen gnostik kira2 tahun 150-an menulis Injil Gnostik Petrus yg menceritakan bhw dlm peristiwa penyaliban, Yesus bertindak bak penipu ulung yg menyulap Yudas menjadi mirip Yesus shg Yudaslah menjalani penderitaan salib, bukan Yesus. Sementara Yesus asli menonton drama itu dr atas pohon sambil tertawa-tawa. Injil karangan kaum gnostik ini belakangan ditolak oleh gereja krn dianggap tdk sesuai dg cerita para saksi mata bahkan melecehkan pribadi Yesus yg dikenal jujur apa adanya.

    6. Mengenai pengertian anak Allah.
    Sdh saya jelaskan bhw kata anak Allah dlm kitab suci org kristen memiliki dua makna kiasan. Yg pertama menunjuk pada “Umat Tuhan” dan yg kedua menunjuk kepada “Firman Allah”.
    Kalo anda ga bisa terima, saya cuma bisa mendoakan saja.

    7. Mengenai peristiwa pencobaan di padang gurun.
    Saya bisa maklum kalo anda sulit menalar 2 tabiat Yesus: manusiawi dan ilahi. Akibatnya anda kebingungan memahami peristiwa pencobaan di padang gurun. Yg anda hrs ingat adalah, Yesus memang sengaja memberi diri-Nya utk dicobai oleh iblis. Krn itu sy tdk surprise lagi jk diceritakan iblis membawa diri-Nya ke mana-mana. Bg saya, tiada yg mustahil bagi Tuhan, Krn itu, kalo Dia berkenan dicobai Iblis, knp ga mungkin?

    8. Mengenai Melkisedek.
    Mitos (tradisi lisan) mengenai Melkisedek memang begitu. Apa benar spt itu, sy tdk peduli krn yg penting bg saya adalah klaim Penulis surat Ibrani bhw Yesus memiliki karakter sbgmn Melkisedek, bahkan lebih hebat lg dr Melkisedek.

    Tentang Penulis, tdk ada catatan yg jelas dlm surat itu mengenai Penulisnya. Tapi, yang pasti bukanlah satu dari 12 murid Yesus. Ada byk yg meyakini ini karya Paulus, tp tdk sedikit yg meragukan krn pengetahuannya ttg kitab2 Yahudi yg berbasis Septuaginta. Siapapun dia, bg sy tdk penting. Yg penting berita yg disampaikannya bermanfaat bagi keimanan kristen.

    9. Mengenai penggunaan nama Tuhan
    Yesus memang berkuasa mengampuni dosa. Bahkan melalui Roh Kudus, manusia dpt dibimbing utk bertobat. Namun org kristen mengenal doktrin kehendak bebas. Artinya, manusia diberikan kebebasan utk memutuskan mau bertobat ato tetap tinggal dlm kedosaannya. Jadi, meski saya beragama kristen, blom tentu sy masuk surga. Krn dlm kristen, agama tdk menyelamatkan org, tp iman kpd Yesus-lah yg menyelamatkannya. Perumpamaan yg anda angkat itu adalah gambaran ttg org2 yg beragama kristen, tp kelakuannya tdk menunjukkan imannya pd Yesus. Yg model begini, jelas ga bakal maso surga.

    10. Mengenai Yesus adalah anak dr Roh Kudus.
    Asap rokok memang beda dg bara rokok, beda pula dg tembakaunya, juga dg filter dan kertas. Tapi semua itu merupakan satu kesatuan dari satu benda bernama: ROKOK.

    Meski perumpamaan rokok ini tdk identik dg konsep trinitas tp cukup dpt menjelaskan makna Trinitas yaitu: pribadi (Yunani: hypostasis) Bapa (sang Khalik) berbeda dengan dg Anak (Firman), beda juga dg Roh Kudus (pemelihara/pemberi taufik hidayah). Namun, Bapa- Anak-Roh Kudus adalah satu kesatuan oknum (Yunani: ousia) yaitu: Allah.

    11. Mengenai penulisan/isi Alkitab.
    Kalo anda merasa Bible itu sia-sia, sy cuma bisa mendoakan saja.

    Pertama, Bg saya cerita2 mesum dan jg kisah2 kejahatan manusia dlm Alkitab adalah informasi yg berharga tentang betapa brengseknya manusia dalam membalas kebaikan Tuhan dg berbagai variasi motive dan tindakan kejahatannya. Yah ini soal cara pandang saja. Barang baik juga kalo dipandang dg selera dan hasrat mesum, maka tentu persepsinya pasti mesum. Memang ada org yg birahinya bangkit wkt baca berita perkosaan di koran, tp ada juga yg jijik dan geram.
    Menceritakan kisah2 kejahatan dlm Alkitab kpd anak2 sekolah minggu, tdk ada masalah. Namun, tentu hrs dg kata2 anak-anak, toh…

    Kedua, mengenai 2 Raja-Raja 19 versus Yesaya 37. Bg saya, tdk ada masalah jika di antara Penulis ada yang saling kutip termasuk lengkap dg titik-koma nya. Wajar pula bhw byk tulisan dlm Alkitab yg mengutip kisah2 disekitarnya. Misalnya, kisah penciptaan itu mengandung cerita mitos bangsa lain. Tulisan2 amsal oleh Sulaiman byk yg menyitir dg kata2 bijak kongfutse dr Cina. Sampe sekarangpun metode kutipan ini msh dipraktekkan, hanya mmg skrg ini aturan mainnya sdh lbh jelas ketimbang 3000-an taon lalu.

    Kan sudah saya bilang, Alkitab itu berisi macam-macam informasi dari berbagai sumber yg dikumpulkan para Penulis lalu dituangkan dlm tulisan2 karya mereka. Org kristen percaya bhw penulisan itu dilakukan atas inspirasi/ilham dr Allah, yg melalui karya tulis itu, mau memberi pesan nilai2 teguran, nasehat, perintah, larangan, dll kepada umat-Nya. Dg bimbingan Allah dlm rupa Roh Kudus pula, org kristen bisa menemukan nilai2 dibalik cerita2 Alkitab tsb., lalu menjadikannya dalil-dalil dasar bg hukum/syariat gereja.

    Tapi bg mereka yg membaca Alkitab tnp bimbingan Tuhan. Alkitab bg mereka tdk lebih dr buku tak berguna, tak logis, bahkan menyesatkan. Bg sy mereka ini tak salah jg, wong Alkitab kan jelas sekedar karya para Penulis jaman purba mana bs disamakan dg kecanggihan karya Penulis abad milenium.

    Jadi, memang ada beda hasil akhir dlm membaca Alkitab oleh org yg dibimbing Roh Kudus dg yg tidak.

    12. Tentang Kisah Penciptaan
    Hebat juga anda membandingkan karya tulis ribuan taon lalu dg makalah, skripsi, ato buku tulis abad milenium ini. Mnrt saya sih engga bisa disamakan begitu saja. Tp kalo anda anggap pemahaman saya ini keliru, terserah anda. Saya mau bilang apa lagi? Yg pasti pendapat saya ttg kisah penciptaan ada dasarnya yaitu standar metode pemahaman Alkitab yg digunakan oleh org kristen. Entah, anda pake ukuran apa utk mempersalahkan pemahaman saya.

    13. Terakhir
    [anda nulis]
    Demikianlah tanggapan dari saya kepada saudara Victor, dan terimakasih yang sedalam2nya khususnya kepada bapak Wilmana yang telah menyediakan forum diskusi ini di blog-nya.

    [tanggapan saya]
    Lumayan… dr 8 halaman A4 anda, sy cukup tanggapi dg singkat mjd 3 halaman. Trims atas perhatian anda, Bapak Anonymous. Saya senang bs berbagi dg anda mengenai kekristenan yg sy ketahui. Semoga bermanfaat bg damai sejahtera dan sukacita anda dan keluarga.

    Oya, satu lagi. Pemilik blog wilmana.wordpress.com ini adalah saya sendiri (^_^) Xi..xi..xi….

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 14, 2009 | Balas

    • Ok, terima kasih atas tanggapannya yang luar biasa………. semoga dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan ini, tidak menjadikan kita sebagai orang2 yang saling membenci dan menjelek2an sesama antar umat beragama. Saya berharap tidak hanya sekedar dari diskusi ini saja kita dapat bertemu, mungkin juga suatu saat kita bisa bertemu di lain kesempatan.

      Salam sejahtera untuk anda sekeluarga. Oh ya mohon maaf, karena seringnya menulis di blog anda, saya sering kali kelupaan menuliskan Nama & Emailnya. Anonymous dan Dani_B adalah orang yang sama juga.

      Sekali lagi terima kasih untuk saudara Victor yang memuat tulisan saya dan menanggapinya.

      Komentar oleh Anonymous | September 17, 2009 | Balas

  25. Trims juga buat sahabat Dani_B aka Anonymous.

    Saya tdk membenci sahabat krn itu perbuatan yg dilarang. Sahabat jga bisa periksa ulang tanggapan2 sy di atas, tdk satupun yg mengarah pada menjelekkan agama lain. Sikap saya sekedar menyampaikan informasi ttg kekristenan yg saya ketahui.

    Memang sejak jaman gereja purba dulu, byk pihak menilai kekristenan menurut ukuran subyektif shg otomatis lalu berkesimpulan subyektif pula, yg cenderung menilai jelek thd kekristenan. Entah mereka lupa atau bgmn, bhw mengukur tinggi badan tdk mungkin pake termometer.

    Sekali lagi sy ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi sahabat. Kiranya Tuhan memberkati sahabat dan keluarga selalu. Amin!

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 17, 2009 | Balas

  26. Salam Pak vitor alias wilmana ^_^

    Lebih sulit menghadapi “penginjil” yang menggunakan apologetik ketimbang menghadapi “penginjil” yang fundamentalis. anda tau kenapa ? Iya ini, semua kata2x Alkitab menjadi “urusan Anda” percaya atau tidak itu “urusan Anda”, bagaimana kita bisa berdiskusi dengan baik jika “urusan anda2x” terus digembar gemborkan oleh pak viktor ?

    Mengenai Tulisan Bpk. Haji, Anda baru Mengkaburkan 2 pertanyaan, Kenapa Yesus tidak beragama Kristen, kata anda terserah!! ‘urusan anda’ karena anda mengukur menggunakan kaca mata islam. anda tidak peduli yesus mau beragama apa. ok cukup bagus… mana ajaran yesus umur 13-29 tahun ? anda juga tidak peduli… Saya rasa sikap tidak peduli anda ini karena anda tidak merasa memiliki ajaran yesus, karena tidak merasa memilik maka dari itu anda tidak ambil pusing langsung mengatakan “urusan anda” saya tidak peduli. saya tidak akan mencari apa sebenarnya yang yesus lakukan selama itu, karena 3th yesus berdakwah itu sudah cukup bagi saya.. ok cukup bagus juga.. ^_^

    Pertanyaan saya simple saja, Yang melandasi kasih yesus karena disalib untuk menebus dosa Manusia, dan dia Harus Menjadi Allah karena hanya Allah yang bisa menebus dosa manusia. Anda sudah barang tentu percaya bahwa semua manusi itu berdosa kecuali yesus. Betul tidak ? Karena yesus yang akan menebus semua dosa manusia.

    Pak Vitor.. Tolong dijawab pertanyaan saya, simple saja …

    1. Apakah anda Percaya semua manusia berdosa kecuali Yesus ?

    Salam Damai.. ^_^

    Komentar oleh Hendra W | September 24, 2009 | Balas

  27. Pak Hendra trims atas pertanyaannya.

    Kalo saya, percaya bhw Yesus yg mati di salib itu berdosa juga. Hanya saya juga percaya bhw dosa-dosa itu bukan krn perbuatan Yesus sendiri.

    BTW, anda sendiri percaya yg mana?

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 25, 2009 | Balas

  28. Salam Pak Vitor..

    Pak Vitor:
    Kalo saya, percaya bhw Yesus yg mati di salib itu berdosa juga.
    ———————————————————
    Saya:
    Yesus yang anda maksud itu Yesus dari Nazaret ?
    Apakah anda sedang berasumsi atau memang Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus Berdosa?

    Pak Viktor:
    Hanya saya juga percaya bhw dosa-dosa itu bukan krn perbuatan Yesus sendiri.
    ————————————————
    Saya:
    Lantas Perbuatan siapa Pak ?

    Pak Viktor:
    BTW, anda sendiri percaya yg mana?
    ———————————
    Saya:
    Saya percaya bahwa ada manusia yang berdosa dan ada yang tidak berdosa. Seperti Kata Alkitab :

    “Seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus” (Lukas 1:70).

    Salam Damai.. ^_^

    Komentar oleh Hendra Wijaya | September 25, 2009 | Balas

  29. @Hendra…

    Yang saya maksudkan ya Yesus dari Nazaret yg mati di kayu salib krn menanggung dosa-dosa saya, anda, dan sesama pendosa lainnya. Dia berdosa bkn krn perbuatannya tp krn perbuatan kita.

    Dosa kitalah yg ditanggungnya. Sebagaimana tulisan Petrus: 1Pe 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    Jadi, saya percaya ajaran Paulus bhw semua orang telah berdosa (Rom 3:23).

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 25, 2009 | Balas

  30. @ Pak Viktor

    Pak Viktor:
    Yang saya maksudkan ya Yesus dari Nazaret yg mati di kayu salib krn menanggung dosa-dosa saya, anda, dan sesama pendosa lainnya. Dia berdosa bkn krn perbuatannya tp krn perbuatan kita
    ————————————
    Saya:
    Anda katakan “Menanggung” Bukan “Menebus”, di dalam Efesus disebutkan :

    “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu penebusan dosa” (Efesus 1:7)

    Jika Yesus “Menanggung”, berarti sampai sekarang dosa kita ini masih berada di dalam “diri” yesus dong pak?

    Saya bisa menarik kesimpulan Anda, bahwa Yesus itu berdosa, Jika yesus itu berdosa, Bagaimana dia Dapat Menebus dosa kita, sedangkan dirinya sendiri Berdosa ?

    Pak Viktor:
    Dia[Yesus] berdosa bkn krn perbuatannya tp krn perbuatan kita. Jadi, saya percaya ajaran Paulus bhw semua orang telah berdosa (Rom 3:23).
    ——————————————-
    Saya:
    Klaim paulus dalam Rom 3:23 mengatakan semua orang berdosa, Darimana Yesus mendapatkan Dosanya pak ?

    Salam Damai.. ^_^

    Komentar oleh Hendra W | September 25, 2009 | Balas

  31. @Hendra

    Baca baik-baik surat 1Petrus 2:24. Jelas menunjukkan bhw Yesus mengidap dosa2 kita di dalam diri-Nya. Saya tambahkan lagi dengan ajaran Paulus di 2Kor 5:21, biar jelas mengapa saya bilang Yesus punya dosa. Darimana dosa-dosa tsb? Ya kan sudah sy sampaikan di komentar terdahulu. Dosa-dosa yg di-idap oleh Yesus itu bukan perbuatan-Nya sendiri, tp perbuatan org lain. Dosa-dosa org lain yg diambil alih oleh Yesus mjd dosa-Nya. Kita yg berutang, tp Yesus mengambil alih utang2 kita itu. Dia-lah yg menanggung/menebus utang-utang kita itu. Krn itulah Yesus-lah yg mati, bukan kita.

    Mengenai pengertian ‘menebus’ dan ‘menanggung’, ini sama sj maknanya. Jangan dipertentangkan. Kalo anda punya utang dan ga mampu bayar. Lalu saya bersedia mengambil alih utang anda. Tindakan saya ini bisa pake istilah menebus atau menanggung, sama saja. Artinya sayalah yg menebus utang anda, ato bs juga sayalah yg menanggung utang anda.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 26, 2009 | Balas

  32. @ Pak Viktor
    Masalah Menebus dan Menanggung.. ok lah.. saya setuju dengan pendapat bapak… ^_^

    Pak Viktor:
    Darimana dosa-dosa tsb? Ya kan sudah sy sampaikan di komentar terdahulu. Dosa-dosa yg di-idap oleh Yesus itu bukan perbuatan-Nya sendiri, tp perbuatan org lain. Dosa-dosa org lain yg diambil alih oleh Yesus mjd dosa-Nya. Krn itu Yesus-lah yg mati, bukan kita.
    ———————————————–
    Seperti yang anda kutip yaitu [Roma 3:23] bahwa semua manusia telah berdosa, Bagaimana Semua Manusia bisa Berdosa ? Apakah karena Dosa Adam ?

    Mohon Pencerahannya…
    Salam…

    Komentar oleh Hendra W | September 26, 2009 | Balas

  33. salam kenal untuk bapak victor.

    konsep dosa turunan dan penebusan dosa dalam agama kristen dan trinitas,apakah ada dasarnya dari ucapan yesus sendiri,atau hanya merupakan konsep yang dibuat buat manusia sendiri?atau hasil penafsiran?

    Komentar oleh ryan | September 26, 2009 | Balas

  34. jika konsep konsep tersebut ternnyata hasil dari manusia selain yesus,maka jelas kristen yang ada sekarang bukanlah sama persis dengan ajaran yang dibawa oleh yesus sendiri.

    terlepas dari semua konsep2 diatas,saya yakin yesus adalah datang dari Allah.kami umat muslim harus beriman kepdanya,tapi tidak dengan iman yang salah,tetapi sesuai dengan yang Allah tunjukkan kepada kami lewat firman2Nya(alquran) dan apa yang disampaikan oleh nabi muhammad selaku nabi dan utusanNya.

    islam sangat menghormati dan menjunjung tinggi yesus.mungkin islam satu satunya agama yang mengakui yesus sebagai bagian penting dalam bagian imannya.bahkan musa dan nabi2 terdahulu lainnya juga memiliki arti penting dalam iman kami.

    sedangkan yahudi dan kristen tidaklah menganggap nabi kami nabi muhammad saw sebagai bagian dari mereka.mereka mencemooh,mendustakan,dan ragu.bahkan sebelum mendengarkan sabda2nya.

    padahal islam menjelaskan bahwa yesus tidaklah dikalahkan oleh musuh musuhnya.tidak disalib,dan berada disisi Allah ditempat yang mulia.dan akan datang kembali kepada manusia.semua tentang keluhuran budinya,kesucian kelahirannya,kisah keajaibannya diakui dan diabadikan dalam firman Allah yaitu Alquran.

    bukankah sebenarnya itu adalah kabar gembira untuk saudara saudaraku kristen?

    Komentar oleh ryan | September 26, 2009 | Balas

  35. @Hendra

    Dosa turunan itu satu ajaran yg bersumber dari kepercayaan Yahudi. Dalam Kitab Kejadian, ketika Adam dan Hawa berdosa, maka mereka terusir dari taman Firdaus (kehilangan sifat mortal-nya) dan harus bersusah payah utk bisa bertahan hidup. Apa yg dilakukan dan dialami Adam dan Hawa ini diwariskan kepada semua anak cucu-nya sampe ke kita2 ini. Inilah konsep dosa warisan yg berasal dr Yahudi dan diyakini juga oleh kristen. Setiap manusia yg berasal dari benih laki-laki anak-cucu Adam, terkena dosa warisan. Demikian kira2 doktrin dlm kristen.

    @Ryan

    Pertama-tama, saya menghargai keyakinan islam dan mengakui mmg ada perbedaan dg kristen. Saya tdk tertarik utk caritau mana yg salah dan mana yg benar. Tapi kalo Pak ryan mau minta penjelasan ala kristen, tentu sy akan membantu semampu saya.

    Konsep dosa turunan dan penebusan, tentu bersumber dari ajaran Yesus. Ajaran para murid Yesus seperti Petrus, Yohanes, Paulus, dll., yg mereka tuangkan dlm tulisan2 mereka, bukanlah ajaran mereka sendiri tp bersumber dari Yesus. Ajaran murid2 mereka yg kami sebut sebagai Bapa2 Gereja tentu bersumber dari guru2 mereka dan dg mudah bs ditelusuri. Krn itu tdk sulit utk membedakan mana ajaran yg benar dan mana yg sekedar tafsiran mengada-ada.

    Bhw kristen tdk mengakui kenabian muhammad, mnrt sy itu wajar saja krn tdk disebut-sebutkan dlm kitab suci kristen. Kitab Suci kristen jg tdk mengenal Sidharta Gautama, krn itu org kristen jg tdk mengakui beliau sbg utusan Allah. Kalo ada di antara org (kelompok) kristen yg menghina ajaran nabi muhammad, mnrt sy itu oknum saja, bukan pandangan resmi gereja. Kalo ada gereja yg merespon perbedaan dg islam dg cr menghina, mk mnrt itu bukan gereja yg benar.

    Demikian tanggapan saya. Semoga bermanfaat.

    Salam damai

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 28, 2009 | Balas

  36. @ Pak Viktor

    Terima Kasih anda masih rela berdiskusi dengan Saya. ^_^

    Pak Viktor :
    Pertama Anda Mengatakan :
    Dosa turunan itu satu ajaran yg bersumber dari kepercayaan Yahudi. Dalam Kitab Kejadian,

    Lalu Anda Mengatakan :
    Konsep dosa turunan dan penebusan, tentu bersumber dari ajaran Yesus. Ajaran para murid Yesus Petrus, Yohanes, Paulus,

    Dari Kedua Pernyataan Anda itu sangat Ambigu. Yang Mana Sebenarnya Yang Menciptakan KOnsep Dosa Turunan ?

    Kita Tahu, bahw Yesus Datang Tidak untuk Menghilangkan Hukum Taurat tetapi Menggenapinya.Menggenapi tidaksama dengan Menghilangkan.

    “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)

    Di Dalam Taurat PL di katakan:
    Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)

    Artinya Konsep Dosa Waris Tidak diajarkan didalam Taurat!

    Lalu anda mengatakan Yesus dan Murid2xnya [12 Murid] bukan 13 :

    [Matius 10:5] Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka:…[]

    Mereka [12 murid]Yesus, Menurut Klaim anda yang mengajarkan Konsep Dosa Waris dan Penebusan. Bisakah anda Berikan Bukti?

    Dan PAULUS, bisakah anda berikan bukti bahwa Paulus adalah Murid Yang ditunjuk Yesus ?

    Salam Damai

    Komentar oleh Hendra Wijaya | September 28, 2009 | Balas

  37. Pak Hendra yth.,

    Mnrt saya doktrin dosa asal itu mmg bersumber dari kitab2 Yahudi. Dalam kitab kejadian, ketika Allah mengusir Adam, disebutkan di sana bhw bukan cuma Adam sj yg harus banting tulang utk survive, tp anak-cucunya jg begitu. Bukan cuma Adam sj yg bakal mati, tp anak-cucunya juga. Artinya dosa Adam tdk ditanggung Adam sendiri tp diwariskan ke anak-cucunya. Dalam Keluaran 20:5 juga disebut-sebut ttg dosa yg diwariskan org tua kpd anak-cucunya. Daud dlm Mazmur 51:5 juga menyebut bhw manusia sdh berdosa sejak masih dlm kandungan ibunya.

    Yohanes, salah satu dr 12 murid yg dipilih Yesus sblm naik ke surga, dalam Yoh 9: 2 dan 34 menulis tentang doktrin dosa dlm kristen yg berbasis pd doktrin sejenis kaum Yahudi yaitu: ada dosa warisan dan dosa perbuatan sendiri. Jadi jelas bhw konsep dosa warisan memang ajaran Yesus dan berakar pd doktrin Yahudi. Bhw dlm perkembangannya konsep dosa warisan ini antara kristen dg yahudi tidak sama persis, ini wajar saja. Yg pasti konsep dosa waris org kristen punya jejak akarnya dlm kitab2 Yahudi.

    Mengenai Paulus adalah murid Yesus, saya ketahui dr klaim Paulus sendiri. Dia mengaku dipilih Yesus mjd murid-Nya ketika dia dalam perjalanan ke Damsyik (Damaskus). Klaim ini sempat menimbulkan kontroversi, tp kemudian mereda karena dan dlm Sidang Pertama di Yerusalem, Petrus murid2 lainnya mengakui klaim Paulus ini. Kalo Petrus, Yohanes, dan murid2 lainnya sdh mengakui eksistensi Paulus, knp sy hrs menolak?

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 28, 2009 | Balas

  38. @ Pak Viktor

    Pak Viktor:
    Mnrt saya doktrin dosa asal itu mmg bersumber dari kitab2 Yahudi. Dalam kitab kejadian, ketika Allah mengusir Adam, disebutkan di sana bhw bukan cuma Adam sj yg harus banting tulang utk survive, tp anak-cucunya jg begitu. Bukan cuma Adam sj yg bakal mati, tp anak-cucunya juga. Artinya dosa Adam tdk ditanggung Adam sendiri tp diwariskan ke anak-cucunya.
    ———————————————-
    Saya:
    Saya hargai jika anda berpendapat bahwa dosa waris sudah bersumber dari kitab Yahudi. dan anda disini menekankan kepada saya bahwa Bukti Dosa Waris Itu ada Karena Semua Manusia Mengalami Kematian.

    Semua Makhluk Tuhan Mengalami apa yang namanya Kematian, Apakah Dosa yang telah dilakukan oleh Makhluk Tuhan [Selain Manusia] Sehingga Mereka Mengalami Kematian?

    Pak Victor:
    Dalam Keluaran 20:5 juga disebut-sebut ttg dosa yg diwariskan org tua kpd anak-cucunya.
    ——————————-
    Saya:
    Didalam (Yehezkiel 18:20) , dan (Markus 10:14) Menunjukkan Tidak Adanya Dosa Waris, Lagipula ayat yang anda kutip [Kel 20:5] ada pengecualiannya dan hanya beberapa Generasi.??

    Pak Viktor:
    Bhw dlm perkembangannya konsep dosa warisan ini antara kristen dg yahudi tidak sama persis, ini wajar saja. Yg pasti konsep dosa waris org kristen punya jejak akarnya dlm kitab2 Yahudi.
    —————————————-
    Saya:
    Maksudnya TIdak Sama Persis Itu Bagaimana ? Apakah di Dalam Kristen Ada Penebusan Begitu?

    Pak Viktor:
    Mengenai Paulus adalah murid Yesus, saya ketahui dr klaim Paulus sendiri. Klaim ini sempat menimbulkan kontroversi, tp kemudian mereda karena dan dlm Sidang Pertama di Yerusalem, Petrus murid2 lainnya mengakui klaim Paulus ini. Kalo Petrus, Yohanes, dan murid2 lainnya sdh mengakui eksistensi Paulus, knp sy hrs menolak?
    ———————————————-
    Saya:
    Betul Klaim itu Memang di katakan oleh Paulus, Yesus tidak pernah bertemu dengan Paulus, apalagi Mengangkatnya Menjadi Murid. Saya Mengutip Buku “The Gospel Of Jesus” hal 812-813 :

    “(Paulus aktif (menjalankan misi Kristen) di tahun 50an sampai 60an ketika murid-murid Yesus masih hidup, baik di Palestina maupun di tempat lain, dan mereka tidak akan pernah mempercayai keterangan Paulus tentang Tuan mereka (Yesus). Bagi murid-murid Yesus, posisi Paulus selalu dianggap sebagai orang luar.)Oleh karena itu tidak mengherankan bila mereka sangat jengkel dan sakit hati atas perbuatan Paulus mencampur adukkan ajaran Tauhid Yahudi dengan ajaran penyembah berhala.”

    Saya Rasa Semua Murid Yesus Menolak Paulus, dibuktikan dengan ayat2x Alkitab : (Kisah Para Rasul 18:13),(Kisah Para Rasul 21:28), (Kisah Para Rasul 23:12),(Kisah Para Rasul 24:5).

    Pak Viktor, Bagaiamana Jalannya Sidang Pertama di Yerusalem sehingga anda mengatakan Paulus dapat diterima Oleh Murid2x Yesus ?

    Salam.

    Komentar oleh Hendra Wijaya | September 29, 2009 | Balas

  39. Wah, Pak Hendra makin bersemangat nih… ^_^

    Pertama ttg kematian. Kalo anda berpendapat bhw semua makhluk berdosa mati, sy agak lain. Nampaknya Tuhan punya cara sendiri utk merespon kesalahan yg dibuat ciptaan-Nya. Tdk semua kesalahan para ciptaan berdampak ajal. Khusus manusia berdosa berdampak kematian dan kesengsaraan hidup di dunia. Iblis lain lagi.

    Kedua, ttg dosa waris. Yeheskiel dan Markus bicara ttg dosa perbuatan sendiri, bkn dosa warisan. Bhw dlm tradisi Yahudi ada dosa waris dari org tua ke beberapa generasi saja, sy tdk mau mempersoalkan. Yg ptg konsep dosa waris ini diadopsi oleh kristen. Kalo anda punya kitab Yahudi 2 Esdras (disebut juga 4 Ezra), anda bisa temukan dlm 2 Esdras 3:7.

    Ketiga ttg konsep dosa waris ala Yahudi VS Kristen. Kalo Yahudi meyakini bhw kecenderungan berdosa diwariskan melalui gen (scr biologis), mk kristen mengembangkan kemungkinan pewarisan scr psikologis jg. Saya tdk tertarik utk bicara ini panjang lebar krn buat sy sdh cukup menunjukkan bhw konsep dosa waris kristen mmg berakar pd tradisi Yahudi.

    Ketiga, ttg pemuridan Paulus. Bg org kristen, pemuridan Yesus tdk terbatas pd pola pemilihan Petrus dan ke-11 murid lainnya sblm Dia naik ke surga. Bisa sj Yesus memilih murid setelah Dia naik ke surga spt kasus Paulus. Siapa org kristen yg berani membatasi kewenangan Yesus utk ini? Spt sdh sy sampekan sblmnya, mmg pd awalnya murid2 sangsi thd Paulus, namun anda bisa baca situasi Sidang Pertama di Kis 15. Paulus sendiri mengisahkan pengalamannya diakui oleh para murid yg dipilih Yesus sblm naik ke surga (Yakobus, Petrus, dan Yohanes) dlm Sidang Pertama itu pada Gal 2:1-10.

    Kalo anda bilang di atas bhw semua murid Yesus menolak Paulus spt anda kutip dr Kis 18:13; 21:28; 23:12; 24:5, kayaknya anda keliru. Krn yg memusuhi Paulus dlm ayat2 ini adalah para penganut agama Yahudi, bkn org kristen.

    Demikian tanggapan saya, Pak. Doa saya, kiranya damai sejahtera dari Kristus selalu menyertai anda dan keluarga. Amin!

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 29, 2009 | Balas

  40. Untuk saudaraku Victor yth :

    Melihat diskusi di atas, ada beberapa hal yang mungkin akan saya komentari :

    1. Bible anda yang ada saat ini, mana yang lebih banyak digunakan untuk acuan orang 2 Kristen ? Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru ? Saya dulu pernah berdiskusi dengan anda mengenai penciptaan alam semesta di Kitab Kejadian, tapi anda bilang yang penting alam ini dibuat oleh Tuhan……. Ya awalnya saya setuju tapi menurut anda sesuai gak ayat2 pada Kitab Kejadian itu ? Kalo gak sesuai, gimana diusulkan saja bahwasanya hanya Kitab Perjanjian Baru saja yang digunakan oleh kaum Kristiani????? Karena di sana memuat penyaliban Yesus sehingga Penebusan dosa melalu darahnya bukan ?????? Apalagi di sana nabi2 semuanya berdosa ( gak tau kalo Yohanes Pembaptis atau bunda Maria yang melahirkan Yesus, menurut anda berdosa gak ? )

    2. “Segala yang Ku perintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahi atau menguranginya.” (Injil – Ulangan 12: 32); ayat ini hanya mempertegas bahwasanya terlalu banyak pertentangan di dalm Injil…….. sehingga Tuhan akan murka semua perintahnya ditentang…….Saudara Hendra dan saudara Ryan banyak mengemukakan ayat2 yang bertentangan dalam Bible. Padahal kata anda penulis2 Bible dapat ilham dari Roh Kudus????? Luar Biasa……

    Komentar oleh DANI | September 29, 2009 | Balas

  41. @Dani

    Trims, uda mau mampir lagi. Kalo boleh saya membanca tanda-tanda, nampaknya kekristenan cukup menarik utk ditelaah yaa? OK-lah, saya coba tanggapi ya..

    Pertama, soal pemakaian Alkitab tidak ada ketentuan gereja utk harus lbh byk pake PL ato PB. Namun antara PL dan PB itu saling terkait, krn byk informasi dlm PB yg berakar pada informasi dlm PL. Memang inti iman kristen ada pada ajaran dan karya Yesus dlm PB, namun ajaran dan karya Yesus itu merupakan penggenapan dari pusat pemberitaan yg ditemukan dlm PL. Jadi, reliabilitas info2 dlm PB itu ditentukan oleh info2 PL. Kalo ada info dlm PB yg tdk berakar pd PL, mk info itu patut diragukan dan krnnya perlu ada penelaahan lbh jauh.

    Kedua, soal Yohanes Pembaptis dan Maria, mereka juga berdosa. Tak ada yg lolos, Pak. Tapi Allah Maha Pengampun.

    Ketiga, mengenai pertentangan informasi dlm Alkitab. Alkitab berisi info2 pesan ilahi yg inherent dlm kisah2 yg ditulis oleh org2 pilihan Allah. Faktor subyektifitas Penulis cukup kuat mewarnai cerita2 dan tulisan dlm Alkitab, shg tdk mudah menemukan pesan2 ilahi dalam tulisan2 dan cerita Alkitab. Dari pengalaman saya, asal tdk bikin pemahaman yg parsial dan hurufiah, maka sebetulnya tdk ada pertentangan itu. Supaya pemahaman tdk parsial dan hurufiah, mk org kristen mengembangkan metode hermenetika. Tp yg paling utama adalah ajaran utk membaca kitab suci kristen dg terlebih dahulu mohon hikmat dr Tuhan. Sy sendiri sering krn buru2 tdk berdoa dulu sblm baca Alkitab, malah bingung dan kecewa krn isinya kok malah kelihatannya byk ngawurnya dan tak bermanfaat.

    Demikian Pak Dani. Semoga bermanfaat dan kiranya damai sejahtera Allah selalu menyertai Bapak dan keluarga. Amin!

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | September 30, 2009 | Balas

  42. Pak Viktor:
    Pertama ttg kematian. Kalo anda berpendapat bhw semua makhluk berdosa mati, sy agak lain. Nampaknya Tuhan punya cara sendiri utk merespon kesalahan yg dibuat ciptaan-Nya. Tdk semua kesalahan para ciptaan berdampak ajal. Khusus manusia berdosa berdampak kematian dan kesengsaraan hidup di dunia. Iblis lain lagi.
    ————————————————————–
    Saya:
    Pertama anda mengatakan bahwa adam berdosa, maka dari itu semua anak cucunya berdosa dan semuanya[adam dan anak cucunya mengalami kematian]Saya tidak mengatakan bahwa semua makhluk mati karena Berdosa, saya sedang menanyakan kepda anda, semua makhluk itu juga mati[sama seperti adam dan anak cucunya], apakah mereka [semua makhluk] berdosa ?

    Menurut anda iblis bagaimana ?

    Pak Viktor:
    Kedua, ttg dosa waris. Yeheskiel dan Markus bicara ttg dosa perbuatan sendiri, bkn dosa warisan.
    ————————————————————–
    Saya:
    Dalam Yehezkiel Pasal sebelumnya mengatakan “Hai Manusia..”x dan setalah banyak peraturan yang disebutkan pada pasal 18 di akhir pasal “18:19 Tetapi kamu berkata: Mengapa anak tidak turut menanggung kesalahan ayahnya?”
    Jawabnya adalah :
    Karena anak itu melakukan keadilan dan kebenaran, melakukan semua ketetapan-Ku dengan setia, maka ia pasti hidup.

    Kita adalah anak2x dari Bapak2x kita. Jadi Jelas Yehezkiel tidak berbicara untuk diri sendiri tetapi kepada semua manusia.

    Markus Pasal 10 Adalah Berkaitan dengan Pengajaran tentang Suami Istri, Jika suami atau istri menceraikan salah satunya dan menikah dengan orang lain maka dianggap berzinah, dan ini merupakan Hukum Anda, seharusnya mengikat kepada seluruh pengikutnya.

    Sewaktu Ada anak ingin diberkati oleh yesus,murid2x yesus memarahinya. lalu
    Yesus Berkata: “”Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan melarang mereka, sebab orang-orang seperti inilah yang menjadi anggota umat Allah.

    Jika Dalam Iman anda dosa waris adalah benar, maka setiap manusia yang lahir adalah berdosa, tetapi kenapa Yesus
    mengatakan anak2x ini menjadi empunya kerajaan Allah?

    Pak Viktor:
    Bisa sj Yesus memilih murid setelah Dia naik ke surga spt kasus Paulus. Siapa org kristen yg berani membatasi kewenangan Yesus utk ini?
    —————————————————————
    Saya:
    Saya tidak mengatakan Yesus membatasi Hak2xnya, tetapi setelah Yesus terangkat kesorga yang memimpin ajarannya adalah muridnya2x yacobus, simon, yudas.. dan harus menjadi saksi kehidupan yesus dari pembaptisan sampai terangkat kesorga, [Kis 1:21-26]. Paulus tidak pernah bertemu dengan Yesus.

    Seperti yang anda katakan bahwa Kerasulan Paulus adalah klaim dia sendiri, Bahwa dia mendengar suara Tuhan [Kis 9:3-7].

    Bagaimana anda yakin bahwa paulus dipilih oleh Yesus ?

    Pak Viktor:
    Paulus sendiri mengisahkan pengalamannya diakui oleh para murid yg dipilih Yesus sblm naik ke surga (Yakobus, Petrus, dan Yohanes) dlm Sidang Pertama itu pada Gal 2:1-10.
    ——————————————————————————————-
    Pengalaman Waktu dia mendengar suara Tuhan Begitu?

    Dalam ayat selanjutnya Paulus mengatakan :
    Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. [Gal 2:16 ]

    Paulus mengatakan “Hanya Oleh Iman dalam Kristus Yesus”… apakah ini maksudnya Penyaliban Yesus untuk Menanggung dosa manusia atau Apa?

    Pak Viktor:
    Kalo anda bilang di atas bhw semua murid Yesus menolak Paulus spt anda kutip dr Kis 18:13; 21:28; 23:12; 24:5, kayaknya anda keliru. Krn yg memusuhi Paulus dlm ayat2 ini adalah para penganut agama Yahudi, bkn org kristen.
    ————————————————————-
    Saya:
    Iya.. mungkin saya salah. Bisakah anda terangkan kepada saya mengapa Orang2x Yahudi Membenci dan menolak paulus?

    Pak Viktor:
    Demikian tanggapan saya, Pak. Doa saya, kiranya damai sejahtera dari Kristus selalu menyertai anda dan keluarga. Amin!
    ——————————————
    Saya:
    Terima Kasih ^_^

    Salam

    Komentar oleh Hendra Wijaya | Oktober 1, 2009 | Balas

  43. Pertama, ttg dosa warisan. Wah, kalo yg mati itu binatang dan tumbuhan, saya ga tau. Yg sy tau manusia saja. Mhn maaf maksudnya, sy membatasi diri ga mau ulas doktrin m’nai kematian bg yg non-manusia, tmsk iblis. Supaya jgn melebar tak terkontrol.

    Kedua, mengenai dosa mnrt Yehezkiel. Sdh sy sebutkan yg dimaksud adalah dosa perbuatan sendiri, bkn yg diwariskan dari Adam. Kalo dosa akibat perbuatan sendiri, itu tanggung jawab pribadi dan tdk diwariskan ke anak.

    Ketiga, mengenai Markus Pasal 10. Hukum zinah itu berlaku bg org kristen hingga saat ini. Krn itu, anda boleh periksa data di semua gereja. Gereja hanya mengawinkan mereka yg blom pernah tercatat dinikahkan oleh gereja itu. Waktu mau nikah, tingga minggu berturut-turut diumumkan di gereja dan kalo ada pihak yg keberatan, pasti nikahnya ditunda bahkan dpt dibatalkan. Dan, tidak ada gereja yg merestui perceraian. Org kristen yg bercerai itu, modalnya adalah penetapan sidang pengadilan, bkn keputusan sidang gereja.

    Keempat, mengenai kata2 Yesus ”Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan melarang mereka, sebab orang-orang seperti inilah yang menjadi anggota umat Allah“. Jgn pahami scr hurufiah, krn yg Yesus maksudkan adalah karakter seperti anak-anak itulah yg membuat seseorang disebut anggota kerajaan Allah. Kita tau karakter anak-anak itu bersih dari kekotoran psikologis sbgmn org dewasa.

    Kelima, mengenai pemuridan Yesus. Benar yg memimpin di dunia nyata adalah Petrus dkk. Tapi bukan berarti Yesus kehilangan hak-Nya. Bahkan hingga saat ini, tetap berlaku doktrin bhw Yesus adalah Kepala Gereja. Artinya, Yesus-lah yg tetap memimpin melalui org2 yg dipilih-Nya.

    Keenam, mengenai Paulus tidak pernah bertemu dengan Yesus. Kalo yg Bapak maksudkan bertemu scr fisik, anda benar. Tp utk bertemu Yesus tdk perlu scr fisik, kan?

    Ketujuh, anda bertanya: Bagaimana anda yakin bahwa paulus dipilih oleh Yesus ? Wah, kan sdh sy sampaikan di komentar terdahulu bhw klaim Paulus itu sdh dibahas dalam sidang di Yerusalem dan Yakobus, Petrus, dan Yohanes mewakili murid2 yg lain sdh menerimanya (bc lg Galatia 2:1-10). Mereka bertiga sj sdh menerima, knp sy musti ragu2 lagi?

    Kedelapan mengenai Gal 2:16 . Ini mengenai doktrin beriman kepada Yesus (termasuk penebusan lewat kematian di kayu salib), membuat seseorang otomatis masuk surga, bkn krn bikin byk kebajikan.

    Kesembilan, mengenai mengapa Orang2x Yahudi Membenci dan menolak paulus. Menurut sy krn mereka tdk suka kritikan. Apalagi kalo kritikan itu terkait dg agama mereka. Apa isi kritikan Paulus, Bapak bisa baca sendiri.

    Kesepuluh, demikian tanggapan saya, Pak. Doa saya, kiranya damai sejahtera Allah selalu menyertai anda dan keluarga. Amin!

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Oktober 1, 2009 | Balas

  44. Bp Victor :
    Memang inti iman kristen ada pada ajaran dan karya Yesus dlm PB, namun ajaran dan karya Yesus itu merupakan penggenapan dari pusat pemberitaan yg ditemukan dlm PL. Jadi, reliabilitas info2 dlm PB itu ditentukan oleh info2 PL. Kalo ada info dlm PB yg tdk berakar pd PL, mk info itu patut diragukan dan krnnya perlu ada penelaahan lbh jauh.
    ————————————————————–
    Saya :

    Perhatikan iman dalam Bibel berikut:

    “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu” (Matius 17:20).

    Bila ayat tersebut diterapkan, maka dunia akan kacau. Tanpa alat-alat transportasi modern, gunung-gunung bisa pindah-pindah tempat dengan mudah. Mungkin gunung-gunung, gedung-gedung dan bangunan-bangunan akan pindah sekian ratus kali sehari oleh iman yang dimiliki oleh umat Kristen. Lucu, bukan !?

    Tetapi, sampai saat ini tak ada umat Kristen yang mengaku beriman kepada Yesus (baik pendeta, pastur, evangelis atau paus) yang mampu memindahkan gunung dengan imannya yang sebesar biji sawi.

    Ajaran iman dalam ayat Bibel yang lain adalah berikut: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya (beriman, ed.): mereka akan mengusir setan-setan demi namaku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya di atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16:17-18).

    Ayat tersebut, bila diterapkan, maka sepanjang sejarah di dunia modern takkan pernah ada ilmu kedokteran, ilmu bahasa dan sastra.Karena ajaran iman dalam Bibel itu tidak benar, maka sampai saat ini tak ada orang Kristen yang bisa membuktikan ayat Bibel tersebut. Sampai saat ini, belum ada seorang pendeta pun yang berani minum racun untuk membuktikan kebenaran imannya sesuai ajaran Injil.

    Bp. Victor : Soal Yohanes Pembaptis dan Maria, mereka juga berdosa.
    ———————————————————–
    Saya :

    Tolong katakan pada saya, di mana pada Bible yang mengatakan bahwa Yohanes Pembabtis berdosa sedangkan pada Bible dinyatakan demikian :
    “Sebelum ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya” (Lukas 1:15).

    “Tangan Tuhan menyertai dia” (Lukas 1:66).

    “Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel” (Lukas 1: 80).

    “Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melingunginya” (Markus 6:20).

    “Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis’” (Markus1:4).

    “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripadanya’” ( Matius 11:11)

    “Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: ‘Ia kerasukan setan’. Kemudian anak mereka berkata: ‘Manusia datang. Ia makan dan minum, dan mereka berkata: ‘Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum. Sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya’” (Matius 11: 18).

    “Pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakaria, di padang gurun” (Lukas 3:2).

    Bp Victor :
    Tp yg paling utama adalah ajaran utk membaca kitab suci kristen dg terlebih dahulu mohon hikmat dr Tuhan.
    ———————————————————–

    Sebenernya saya sudah pernah bertanya kepada anda, kenapa penulis2 pada jaman dahulu yang katanya terinspirasi oleh Roh Kudus masih saja melakukan Plagiarisme ( pengutipan ) secara besar2 an terhdp Penulis yang lainnya contohnya Penulis Kitab Yesaya dan Kitab2 Raja2. Apakah doanya kurang hikmat pada Tuhan ? Tapi kalo anda bilang, tulisan mereka dipengaruhi oleh Konfucius dll, saya malah lebih gak mengerti lagi…… kenapa Injil yang seharusnya Firman Tuhan malah mengutip ahli filsafat dll nya itu ? ? ?

    Terima kasih

    Komentar oleh DANI | Oktober 1, 2009 | Balas

  45. Pak Dani yth., berikut adalah komentar saya:

    Pertama, mengenai iman sebesar biji sesawi atau wijen. Isi kitab suci kristen tdk bisa dipahami scr hurufiah saja, spt yg Bapak lakukan thd Mat 17:20. Kata2 Yesus itu bermakna bhw mereka yg hadir pada saat itu, imannya terlalu kecil dan dianalogikan lbh kecil dr biji wijen. Akibatnya, mereka tdk bisa melakukan hal-hal ajaib dan mujijat, yg dianalogikan bak memindahkan gunung hanya dg bersabda, spt yang Yesus lakukan saat itu. Mereka bukan tdk punya iman, tp terlalu kecil.

    Dan mnrt saya, utk membuktikan besar-kecilnya iman, cukup dg melakukan hal2 yg mendatangkan damai sejahtera bg dunia, misalnya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yg ramah lingkungan. Byk org kristen yg telah melakukan hal2 spt ini. Jadi, tdk perlu dg cara2 picik dan konyol, misalnya minum racun.

    Kedua, mengenai dosa warisan Yohanes Pembaptis. Sesuai doktrin ttg dosa warisan yg ada dlm kitab2 suci Yahudi maupun Kristen, maka dia mendapatkan dosa warisan dari bapaknya yg bernama Zakaria. Jadi, tdk perlu kita repot2 mencari data dlm kitab suci ttg dosa2 Yohanes Pembaptis.

    Ketiga, mengenai isi Alkitab. Sy melihat Bapak punya defenisi sendiri mengenai kitab suci yg berbeda dg defenisi yg dipake org kristen. Bg org kristen kitab suci itu berisi Firman Allah berupa hikmat, ide, dan nilai2 kebajikan yg ‘terkandung’ dalam karya tulis para Penulis kitab suci.

    Dengan tuntunan Roh Kudus, maka org kristen bisa menemukan hikmat dan kebajikan yg terkandung di dalam bacaan yg dibacanya dr kitab suci. Krn bukan kata2 langsung dr Allah, maka org kristen tdk pernah memahami isi kitab suci-nya secara hurufiah saja.

    Bahwa Penulis mengutip karya tulis Penulis lain, ato bahkan kisah2 dan kata2 bijak yg dikenal oleh masyarakat kebanyakan, org kristen menerima itu sbg suatu kewajaran. Krn bg org kristen Allah dapat menggunakan siapa saja dan apa saja di alam ini utk menyatakan kehendak-Nya. Para Penulis dituntun oleh Roh Kudus utk memahami fenomena alam maupun data dan informasi (lisan n tertulis) yg ada utk merangkai suatu tulisan yg didalamnya terkandung pesan2 ilahi bg umat-Nya.

    Siapa berhikmat, imannya akan diperkaya lewat pembacaan atas tulisan2 tsb. Tp siapa yg fasik, imannya akan menguap ato paling tdk dia tdk mendapatkan apa2 dr pembacaan tersebut.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Oktober 4, 2009 | Balas

  46. Sedikit aja komentar yang akan saya berikan :

    Bila anda selalu berkutat mengenai hikmat yang harus diambil, kitab suci tidak blh diartikan secara hurufiah, dan kewajaran mengenai kutipan2 sesama Penulis, terus anda mengkategorikan kitab Suci anda sendiri apa ? Perbedaan Kitab Katolik ( 66 kitab ) dan Kitab Protestan ( 73 kitab ), lalu mana yang mau dijadikan acuan ?

    Kalo Firman Allah, anda tidak fair karena anda mengatakan dan anda mengakui penulisan di dalamnya terdapat kekuatan Subyektif si penulis itu sendiri…….. ( Firman Tuhan atau Firman buatan Manusia )??????

    Kalo benar anda dipenuhi hikmat oleh Roh Kudus, picik atau konyolkah saya, bila saya mengkategorikan anda sebagai orang yang karena hikmat Roh kudus, sepertinya hafal seluruh isi kitab suci anda tersebut baik titik komanya, mengingat penjelasan2 anda sangat luar biasa dalam hal ini.

    Terimakasih untuk saudara Victor.

    Komentar oleh DANI | Oktober 5, 2009 | Balas

  47. Pak Dani, trims atas komentarnya yg sedikit.

    Pertama, mengenai kategori kitab suci. Hal ini sudah saya sampekan pada komentar terdahulu. Bahkan sdh saya sampekan bhw nampaknya Pak Dani punya defenisi sendiri m’nai kitab suci dan kebetulan berbeda dg defenisi yg dipake oleh kristen. Kalo kita bertahan pada pengertian masing-masing, mk sdh pasti tdk ada kata sepakat. Krn itu marilah kita sepakat utk tdk sepakat dg tetap menghargai defenisi masing-masing. Gimana?

    Kedua, mengenai kitab suci protestan dan katolik. Justru protestan pake yg 66 kitab yg ditetapkan oleh Gereja pada awal abad 3M. Belakangan Katolik nambah sendiri sesuai kebutuhan mereka. Mnrt saya, apa yg sdh ditetapkan oleh Gereja sejak awal, tdk perlu ditambah-tambah lagi. Kalo kitab suci musti berubah-ubah sesuai keperluan manusia, wah repot itu. Makanya sy tdk setuju dg Gereja Katolik punya cara.

    Ketiga, mengenai Firman Allah. Ini juga rupanya ada beda persepsi. Org kristen suka bilang kitab sucinya itu firman Allah, maksudnya lbh condong pada pengertian bhw di dalamnya terkandung pesan ilahi. Jadi bukan catatan (risalah) dr kata2 yg diucapkan lisan oleh Allah ke telingan para Penulis.

    Keempat, mengenai picik/konyol. Ini sy mohon maaf kalo terkesan menuduh Pak Dani spt itu. Maksud saya, kalo utk buktikan iman musti dg minum racun ato tes kekebalan dan semamcamnya, ini tergolong perbuatan picik. Siapapun pelakunya, termasuk saya sendiri. Tapi kalo utk pamer ilmu, laen lagi. Mau minum racun ato bacok ala debus, silahkan saja.

    Kelima, trima kasih byk atas kesediaan Pak Dani utk berkunjung ke sini. Jika ada kata2 yg salah, saya mohon dimaafkan. Kiranya damai sejahtera Allah selalu menyertai Bapak dan keluarga. Amin

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Oktober 5, 2009 | Balas

  48. Singkat saja :

    Bahwasanya saya juga sering menyudtkan dengan kata2 yang mungkin kurang berkenan ke pak Victor, saya juga memohon maaf.

    1. Untuk Pemahaman Kitab suci sepertinya kita gak bisa sepakat, ok gak masalah.

    2. Jelas saat ini, bahwa andalah seorang penganut Kristen Protestan, tapi saat ini anda juga gak mempertegas apakah dengan menambah2 kitab suci ( Kristen Katolik ) itu, hanya golongan anda saja yang patut menerima penebusan dosa, sedangkan yang lain tidak ( Advent dll ) nya.

    3. Mengenai pemahaman Firman Allah, saya gak ngerti apabila ada pesan Ilahi seperti berikut di bawah ini :

    Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Matius 16:27)

    Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:-29)

    Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matius l8:8-9)

    Untuk itu kiranya bpk Victor dpt menjelaskan, terima kasih.

    Komentar oleh DANI | Oktober 5, 2009 | Balas

  49. apa maksud anda dengan mengatakan bahwa………..
    tuhan yesus bukan beagama kristen.??/

    agama KRISTEN di ambil dari istilah kristus.

    seperti dengan..
    ALLAH SWT.
    TIDAK DIKATAKAN BERAGAMA ISLAM

    nama dari agama itu bukanalh hal yg harus diperlihatkan keindahannya atau dipamerkan
    tapi yg harus dilihat adalah pengajaran agama itu sendiri…

    dan kepercayaan saya untuk hal itu adalah HAKIKI tidak bisa digangu gugat
    seperti halnya
    kepercayaan yang anda miliki.
    =)

    dan sampai seseorang bersemedi pun mungkin tidak akan mendapatkan keselamatan jika hanya untuk mencari nama agama yg benar atau terjamin keselamatanya

    lihat apa maksud dan makna pengajarannya???/?

    terima kasih.

    Komentar oleh revafina | Oktober 5, 2009 | Balas

  50. Pak Dani yth,

    Pertama, mengenai defenisi kitab suci. Saya kira langkah lanjut dr sepakat utk tdk sepakat adalah saling menghargai. Tapi lbh dr itu, hrs bisa menilai kitab suci dg ukuran yg benar. Saya tdk bisa lagi menilai kitab suci bapak dg ukuran subyektif defenisi kitab suci mnrt agama saya punya. Krn ini sm sj ngukur suhu tubuh pake penggaris, bkn termometer.

    Kedua, ttg golongan mana yg selamat, protestan, katolik, advent, ato mana. Menurut saya, yg selamat adalah mereka yang percaya bhw Allah begitu mengasihi manusia sehingga mengorbankan diri-Nya dm rupa manusia Yesus Kristus. Krn Allah mengasihi manusia, maka org percaya juga wajib mengasihi sesamanya. Tidak peduli dari golongan mana mereka itu, pasti selamat.

    Ketiga, mengenai tulisan Matius yg bapak sebutkan di atas (Matius 5:29; 16:27; 18:8-9), semuanya mengandung pesan ilahi bhw akibat dr perbuatan dosa itu sangat berat bagi manusia. Bukan cuma hukuman berupa siksaan fisik di dunia, namun juga hukuman di akhirat sdh menanti. Pada ayat2 itu juga dijelaskan bhw siksaan fisik itu begitu menyakitkan dan dianalogikan dg potong tangan, cungkil mata, dst.

    Sebetulnya, pada bagian lain dr kitab suci ada tulisan yg mengandung pesan ilahi ttg bagaimana cara yg paling efektif bg manusia agar lolos dari hukuman di atas. Sayang tidak Bapak temukan dan ajukan sekalian di sini.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Oktober 5, 2009 | Balas

  51. Ibu Revafina yth.,

    Trims sdh mampir dan berkomentar di sini.

    Menurut catatan yg saya baca, Yesus adalah pelaku agama Yahudi mengikuti kedua org tuanya, Yusuf dan Maria. Dulunya ajaran Yesus itu dianggap sekte dari agama Yahudi. Baru setelh Yesus naik ke surga dan Paulus memberitakan injil ke Antiokhia, para pengikut ajaran Yesus ini diberi nama: KRISTEN.

    Demikian sedikit tanggapan saya. Kiranya damai sejahtera Allah menyertai Ibu dan keluarga.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Oktober 5, 2009 | Balas

  52. @ Pak Viktor

    Pak Viktor :
    Pertama, mengenai iman sebesar biji sesawi atau wijen. Isi kitab suci kristen tdk bisa dipahami scr hurufiah saja, spt yg Bapak lakukan thd Mat 17:20. Kata2 Yesus itu bermakna bhw mereka yg hadir pada saat itu, imannya terlalu kecil dan dianalogikan lbh kecil dr biji wijen. Akibatnya, mereka tdk bisa melakukan hal-hal ajaib dan mujijat, yg dianalogikan bak memindahkan gunung hanya dg bersabda, spt yang Yesus lakukan saat itu. Mereka bukan tdk punya iman, tp terlalu kecil.
    Dan mnrt saya, utk membuktikan besar-kecilnya iman, cukup dg melakukan hal2 yg mendatangkan damai sejahtera bg dunia, misalnya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yg ramah lingkungan. Byk org kristen yg telah melakukan hal2 spt ini. Jadi, tdk perlu dg cara2 picik dan konyol, misalnya minum racun.
    ————————————————
    Maksudnya bagaimana ini pak ? Apakah mereka yang hadir saat itu harus seperti Yesus yang mempunyai banyak Mukjizat ? Dan dirasa sekarang pernyataan kitab suci anda itu tidak relevan dengan zaman ini, maka anda katakan perbuatan itu picik dan konyol?

    Bro Dani.. Pak viktor sebenarnya sudah mengetahui jika kitab sucinya itu bersifat illahi dan manusiawi, tetapi beliau tidak mau ambil pusing untuk menanyakan kenapa dalam Firman Tuhan terdapat sifat manusiawi ? Yang terpenting adalah kitab itu mempunyai sifat Illahi, Islam membukukan kitab wahyu tersendiri, sabda Nabi Muhammad dan Perkataan Sejarawan di pisah pembukuannya. yang mempunyai tingkat shahih yang berbeda2x, Sedangkan kristen menghantam semuanya dengan dikatakan Firman Tuhan.

    Dalam Ayub 25:4 dikatakan “Bagaimana Manusia yang dilahirkan perempuan itu Bersih ?”
    Semua dilahirkan oleh perempuan, termasuk Yesus, Maria dan Paulus. dan menurut alkitab mereka tidak bersih.

    dan Ayub 25:6 dikatakan “Manusia adalah Belatung dan Anak Manusia adalah Ulat”. Jika ” Manusia ” dibedakan dengan “Anak Manusia ” maka sudah jelas pak viktor memahaminya!, Manusia dikatakan Belatung di depan Allah, Hanya Belatung! Lalu kenapa Surat2xnya menjadi Firman Tuhan ?

    @Ibu Revafina

    Ibu Revafina:
    agama KRISTEN di ambil dari istilah kristus.
    seperti dengan..
    ALLAH SWT.
    TIDAK DIKATAKAN BERAGAMA ISLAM
    ————————————————
    Kristus itu tidak hanya Yesus.

    Anda membandingkan Allah SWT, kenapa tdk dikatakan Beragama Islam, lebih baik anda belajar tentang islam terlebih dahulu berserta ajarannya.

    Seperti kata Pak viktor, bahwa yang menamai agama kristen adalah Paulus.

    Komentar oleh Hendra W | Oktober 6, 2009 | Balas

  53. TO : Ibu Revafina

    Klo mau berdiskusi hendaknya memahami dulu pembahasan, jangan tiba2 langsung masuk tapi gak ngerti arah pembicaraan. Di sini ajang diskusi, gak usah melibatkan emosi dll.

    Kalo punya tanggapan, berikan. Kalo cuma idem, ya udah gak usah comment apa2.

    Terima kasih

    Komentar oleh DANI | Oktober 6, 2009 | Balas

  54. Pak Hendra yth.,

    Pertama, mengenai iman kristen. Pada dasarnya, Yesus ingin murid2-Nya memiliki iman yg teguh. Dg itu mereka dpt lakukan hal yg lebih besar yaitu masuk surga (dianalogikan dg kemampuan mindahin gunung, dan hal2 ajaib lainnya). Apakah dg itu murid2 juga hrs bisa bikin mujizat spt Yesus? Mnrt sy tidak harus.

    Kedua, mengenai kitab suci. Saya kira Pak Hendra mulai paham apa itu kitab suci mnrt definisi kristen. Kitab suci tdklah 100% kata2 Allah semua. Tapi di dlm kitab suci bisa ditemukan pesan ilahi berupa perintah, teguran, nasehat, sanksi, peraturan, dll., yg dpt mjd pegangan bg manusia utk beribadah kpd Tuhannya. Bg org kristen, tdk ada kitab yg isinya 100% kata2 Allah. Pasti ada unsur subyektif si org yg dipilih Allah menyampaikan pesan-Nya. Spt kita menampung air hujan dr talang air. Air hujan yg jatuh dr langit mmg murni, tp begitu tiba di ember sdh pasti ada debu dan kotoran lain di talang yg terbawa. Nah krn itu mjd tugas si pengguna air utk memisahkan mana yg air ujan, mana yg kotoran dr talang. Org kristen punya metode utk memisahkan mana unsur subyektif penulis dari pesan2 ilahi dari kitab sucinya.

    Ketiga, mengenai istilah “Kristen”, dr tulisan Paulus kita ketahui bhw org2 di Antiokhia-lah yg menamai Paulus dan para pengikut ajaran Yesus sbg org Kristen. jadi, bukan Paulus yg kasi istilah itu.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Oktober 7, 2009 | Balas

  55. @ Pak Viktor

    Nah.. Temen2x kristen semua, sudah baca kan apa yang dikatakan oleh pak viktor ? Jika anda [Orang2x kristen] mengatakan bahwa Alkitab adalah 100% Firman Tuhan Maka pada hakikatnya anda berdusta, anda buta terhadap kitab suci anda sendiri. dan anda menipu diri sendiri.

    Pak Viktor, bagaimana tanggapan bapak mengenai Kitab Ayub yang saya kutip ? Apakah Pantas St. Paulus dalam surat2x dijadikan Landasan Iman Kristen dan disejajarkan dengan Firman Tuhan ?

    Salam

    Komentar oleh Hendra Wijaya | Oktober 7, 2009 | Balas

  56. Pak Hendra yth.,

    Pertama, ttg otoritas kitab suci. Saya setuju bhw kitab suci kristen itu tdk 100% kata2 Tuhan, tetapi sy akui ber-inti-kan Firman Tuhan. Sebab faktanya, tdk ada kitab suci di dunia ini yg 100% kata2 Tuhan sendiri. Semuanya adalah kata2 dr si perantara yg mengklaim mendengar dari perantara lainnya lagi. Kata2 perantara ini kemudian dicatat, dikumpulkan, diseleksi, dibukukan, dan akhirnya disahkan sbg kitab suci. Istilah kristen utk proses ini adalah: kanonisasi.

    Namun, kalo ada org kristen yg meyakini kitab sucinya adalah 100% firman Tuhan, tentu sy tdk bisa mempersalahkan krn soal keyakinan adalah masalah tanggung jawab pribadi masing-masing.

    Kedua, ttg Ayub. Ayub ini mnrt catatan sejarah kitab suci Yahudi adalah tokoh fiktif, krn kitab Ayub adalah karya sastra semacam novel 3 babak, bkn biorgrafi seseorang bernama Ayub. Kl ada yg klaim bhw Ayub itu manusia nyata bahkan nabi, itu bkn urusan sy.

    Bahwa manusia itu disamakan dg belatung, itu menjelaskan ttg hakekat manusia yg lemah tak bedaya bak belatung dan ulat, shg tdk dpt mensejajarkan diri dg Allah sebagai Penciptanya. Apapun yg dilakukan Allah thd manusia, manusia tdk berhak utk protes. Hak manusia adalah menerima sj dg pasrah dan berserah pada-Nya.

    Namun, Pak Hendra jg musti ingat bhw meski manusia itu lemah dan kotor bak belatung dan ulat, tp jk Allah berkehendak memakainya sbg alat utk menyatakan kehendak-Nya kdp manusia, mk belatung dan ular scr ajaib bs berubah mjd naga perkasa. Semuanya atas ijin Allah tentu, krn tiada yg mustahil bg Allah. Itulah yg tjd dg para Penulis kitab suci termasuk Paulus.

    Dmkn tanggapan sy, kiranya damai sejahtera dr Allah selalu menyertai Bapak dan keluarga. Amin!

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Oktober 8, 2009 | Balas

  57. Terus terang saya mulai menyukai anda pak Victor, cuma andalah satu2nya yang berkata bahwa kitab suci bukan 100% Firman Tuhan, apalagi saat ini anda sudah banyak menggunakan kata 2 Allah dibandingkan penginjil yang lainnya yang masih menggunakan Tuhan Yesus………

    Tidak ada tanggapan apapun tentang komentar anda di atas, karena saya rasa bung Hendra lebih memahami apa yang ditanyakan dibandingkan saya….

    Terimakasih

    Komentar oleh DANI | Oktober 8, 2009 | Balas

  58. Pak Dani yth.,

    Trima kasih atas penghargaan Bapak. Sebetulnya bukan cuma saya yg bicara begini ttg kitab suci. Semua kawan2 saya yg jebolan sekolah2 theologi juga tau bhw kitab suci tdk ada yg 100% kata2 Allah langsung.

    Mengenai penggunaan kata2 Allah, mnrt saya ga ada masalah.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Oktober 8, 2009 | Balas

  59. manusia tidak akan dapat menjangkau apa yang ALLAH ketahui,,
    apa yg ALLAH ketahui kamu belum tentu mengetahui,,,
    dan firman tuhan tuchh gax cuma 1 atau 2 ayat….
    tp semua saling keterkaitan…

    Komentar oleh iveD | Oktober 12, 2009 | Balas

  60. To : Ived

    Terus dari semua komentar di atas, anda berusaha untuk membuktikan dan mempertegas apa ?

    Kalo cm mau ngomong Allah Maha Mengetahui mah, anak 3 SD juga tau……… tapi yang harus kita tahu, kita harus bisa mencoba memberikan tafsiran apa yang dapat kita temukan dalam Kitab Suci kita, dan memaknainya dalam kehidupan sehari2

    Inget, Tuhan memberikan kita pikiran untuk berfikir…. sekaligus bersyukur dengan apa yang kita dapatkan sekarang

    Cape dech ngomentarin ente

    Komentar oleh DANI | Oktober 12, 2009 | Balas

  61. Terima kasih atas segala tanggapan dari saudara-saudari baik yang kristiani, muslim atau beragama lain. Dengan tema dan topik “menjawab buku mustahil kristen bisa menjawab” membukakan minat ketertarikan saya kepada agama kristen lebih dalam lagi. Semoga dengan buku-buku tersebut ketertarikan orang kristen sendiri terhadap agama yang dianutnya menjadi lebih lagi, bukan hanya menjadi hiasan di kamar saya setelah saya pulang gereja dan dibawa lagi di minggu berikutnya.. (it’s me, mostly)

    God bless us all :)

    Komentar oleh Arie | Oktober 19, 2009 | Balas

  62. To : Pak Wilmana

    Apa kabar pak ? Udah lama mau posting tapi susah banget nih. Apa ada error ya ?

    Komentar oleh DANI | Oktober 26, 2009 | Balas

  63. Ada 3 hal yang mungkin bisa membantah Ketuhanan Yesus sebagai berikut :

    I. Konsep ON … OFF … (Elektrik)

    Saat YESUS ON jadi ALLAH yang MAHA …

    “Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.” (Al-Injil, Matius 8:3).

    ‘Dan Dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang beriman?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Siapakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?” (Al-Injil, Matius 8:26-27).

    Tapi saat YESUS OFF sebagai ALLAH yang MAHA …

    1. Saat YESUS ditanya KAPAN KIAMAT DATANG ? Jawabannya TIDAK TAHU.

    2. Mathius 4 : 9, dimana IBLIS dengan BERANI menyuruh YESUS untuk MENYEMBAHNYA … ? Kalau saat YESUS ON sebagai ALLAH yang MAHA … Maka mana BERANI IBLIS mengatakan hal seperti itu ?

    Itulah ON … OFF … YESUS … Sebagai MANUSIA atau ALLAH yang MAHA … ?

    Jadi persoalannya ?
    KENAPA para KRISTIAN TIDAK menuju ke yang ON saja ?
    Yaitu ALLAH yang MAHA ?

    Tapi masih juga NGOTOT ke yang OFF …
    Yaitu YESUS yang MANUSIA … ?

    Dengan menganggap bahwa yang OFF itupun …Adalah ALLAH yang MAHA … ?

    Padahal yang OFF itu adalah MANUSIA …TERBUKTI … Banyak KETIDAKBISAANNYA …Tapi kenapa TETAP NGOTOT menganggap …
    Sebagai TUHAN … ?Yaitu ALLAH yang MAHA …

    Kenapa … ?

    II. Konsep … KEBERIMPITAN TOTAL … (Matematika)

    Penjelasan ini diambilkan dari pemikiran MATEMATIKA …
    Sebagai alat analisa atas TRINITAS tersebut …

    Kalau kita MEMBAHAS suatu MASALAH dengan BAHASA yang merupakan rangkaian KATA-KATA masih KURANG UNIVERSAL ?
    Apabila dibandingkan dengan BAHASA MATEMATIKA… Karena dengan BAHASA MATEMATIKA, maka tingkat kebenarannya LEBIH TINGGI dan MENDEKATI KEBENARAN MUTLAK. Salah satu cabang MATEMATIKA adalah dengan MENGGUNAKAN DIAGRAM VENN.

    Dalam hal TRINITAS ada 3 sebutan : ALLAH BAPA, JESUS dan ROHUL KUDUS.
    Kalau masing-masingnya dilambangkan dengan lingkaran, karena masing-masingnya merepresentasikan hal tertentu, seperti JESUS adalah TUHAN yang menjadi MANUSIA, maka pilihannya adalah :

    1. SALING ASING Ini tidak dibenarkan dalam keimanan kaum NASRANI dan memang bukan.

    2. SALING BERIRISAN sehingga ADA HAL YANG SAMA, tapi ada yang BERBEDA dari KETIGA REPRESENTASI tersebut.

    3. SALING BERIMPIT, SATU itu TIGA dan TIGA itu SATU (TRINITY).
    Kalau BERIMPIT MUTLAK ?
    Kenapa ada perbedaan SUBSTANSI MENDASAR ?
    Dalam hal WUJUD dan KEBISAAN ?
    Kalau masih ada perbedaan dalam perepresentasiannya, maka BERARTI masih TIDAK BERIMPIT secara SEMPURNA. Dan kalau TIDAK BERIMPIT secara SEMPURNA, maka TIDAK ADA KONSEPSI TUNGGALNYA atau ESANYA, tapi kalau BERIMPIT SEMPURNA, IMPLIKASINYA adalah CUKUP dengan MENYEBUTKAN SATU REPRESENTASI saja, maka sudah MEWAKILI REPRESENTASI yang lain

    Bila A = B = C, maka dengan menyebut A secara TERUS MENERUS … tidak masalah, karena berimpit SEMPURNA …
    Toh A = B = C ?

    Dengan TIDAK BERIMPIT SEMPURNANYA, maka A, B dan C menjadi :
    A tidak sama dengan B
    B juga tidak sama dengan C.
    C juga tidak sama dengan A.

    Jadi KONSEPSI KEESAAN atau KETUNGGALAN … TIDAK ADA BUKAN ?

    Ambil contoh.
    Dalam suatu bola hanya ada satu TITIK PUSAT. TITIK PUSAT ini berada di SUMBU X = 0; SUMBU Y = 0 dan SUMBU Z = 0, artinya ada 3 TITIK yang BERIMPIT secara SEMPURNA, dimana X,Y dan Z-nya = 0 yang dinamakan TITIK PUSAT BOLA. Apabila seseorang mengatakan tentang TITIK PUSAT BOLA, dalam BENAK dan PIKIRANNYA sudah tergambar bahwa X,Y dan Z-nya adalah 0. Sangat berbeda kalau ada seseorang mengatakan bahwa kalau X = 0 itu berarti TITIK PUSAT BOLA ? Karena harus MENJELASKAN Y dan Z-nya dimana ?
    Kalau MASALAH ini CLEAR. Tak ada yang BERBANTAH-BANTAHAN.

    Dalam MENJELASKAN soal TRINITAS ? Kalau saja REPRESENTASI JESUS = ALLAH BAPA = ROHUL KUDUS (BERIMPIT SECARA SEMPURNA). Katakan SATU saja ? Siapa itu TERSERAH ? Jadi TUHAN itu SATU kan ?

    Kalau representasi JESUS ada beda dengan ALLAH BAPA dan ada beda juga dengan ROHUL KUDUS artinya TIDAK BERIMPIT secara SEMPURNA ? Maka itu artinya TIDAK SATU bukan ?

    3. Masalah ketidakbersatuannya KEMAMPUAN dan KEMAUAN … (dengan memaksakan kemampuan dan kemauan menjadi satu tanpa memberikan BUKTI AKURAT kebersatuan KEMAMPUAN dan KEMAUAN itu jadi SATU)

    Hal mendasar dalam MASALAH ini adalah BERSATUNYA KEMAMPUAN dan KEMAUAN. Kalau ke 2 hal ini BERSATU yaitu antara KEMAMPUAN dan KEMAUAN, maka APAPUN akan TERJADI.

    Apabila ada KEMAMPUAN tapi TIDAK ADA KEMAUAN, maka TIDAK AKAN TERJADI

    Meskipun ada KEMAUAN tapi TIDAK ADA KEMAMPUAN, maka TIDAK AKAN TERJADI juga.

    Yang TERJADI adalah apabila BERSATUNYA KEMAMPUAN dan KEMAUAN. Apapun akan TERJADI.

    ALLAH yang MAHA … Apa yang DIA TIDAK MAMPU … ? Persoalannya adalah apakah DIA MAU … ? Meskipun MAMPU … ? Tapi kalau TIDAK MAU ? Apakah BISA TERJADI ? TIDAK BISA TERJADI bukan ?

    Dalam DISKUSI KITA selama ini, saya melihat bahwa bapak hanya melihat YESUS sebagai ALLAH yang MAHA adalah REFLEKSI dari ke MAHAANNYA ALLAH … ? Alias KEMAMPUANNYA saja … Melainkan TIDAK MELIHAT pada unsur teramat vital lainnya yaitu masalah KEMAUAN ? Kalian langsung MELOMPAT ke KESIMPULAN bahwa ALLAH juga MAU (BERKEHENDAK) menjadi MANUSIA dan JADILAH YESUS.

    Sebagaimana LOGIKA BERPIKIR, saudaraku Victor, semuanya bahwa ALLAH itu MAHA … maka MAMPU … Apakah KEMAMPUANNYA BERAKHIR dengan “meninggalnya” YESUS ?
    Dan TIDAK MENGERJAKAN apa-apa lagi ?
    Apakah ALLAH yang MAHA itu TIDAK BOLEH MENGANGKAT lagi seorang MANUSIA untuk MENJADI NABINYA atau UTUSANNYA ?
    Kalau TIDAK BOLEH ?
    Kenapa TIDAK BOLEH ?
    Kan ALLAH itu MAHA … ?
    Jadi di sini ?
    Siapa yang SESUNGGUHNYA MEMBATASI KEMAMPUAN ALLAH yang MAHA itu ?

    Demikianlah dari saya, atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih

    Komentar oleh DANI | Oktober 26, 2009 | Balas

    • Shalom
      hai kaum muslimin dan musliman
      saya ini agama kristian yang tidak mendalami dasar kekristianan tetapi yang lebih lain. Namun saya jawab saja yaa sikit2. Baek, pertanyaan seorang muslimer:

      ??KENAPA para KRISTIAN TIDAK menuju ke yang ON saja ??

      -siapa kata kita tidak menuju ke yang ON? ada
      yang off juga ada.Nah ini kerana kita pentingkan yang off kerana Respon dan tindakan yesus luar biasa. yang on juga luar biasa tetapi amat jelas(am) memang luar biasa. tetapi yang off lebih luar biasa yaa. kalau nak tahu kenapa, pergilah gereja 1-2-3 tahun, kalau sebulan enggak cukup. anda pasti akan……(faham fahamlah) berubah total :D

      ??Dengan menganggap bahwa yang OFF itupun …Adalah ALLAH yang MAHA … ??
      ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI :D Haleluyah!

      Tetang trinity bukan soal metamatik
      tidak pernahpun dalam injil ada metamatik,science dan segala perkara dunia. Ini kerana kami tidak mencintai dunia.
      sebab orang itu biasanya membabi buta, 3 Dalam 1.
      sepertinya orang itu pura pura tidak lihat DALAM itu loh. tengoklah nescafe 3 in 1. adakah neskafe itu ada perbezaan? mampukah engkau membezakan mana yang gula,mana yang susu, mana kopi?. Justeru sama dengan tanda-tanda 3 in 1 terbesar iaitu berada di hadapan kita =AIR(lautan). Air juga bolehkah anda membezakan mana hydrogen dan mana yang oxygen kalau tidak melalui alkitab? iaitu dikaitkan lagi dngn on dan off. Kalau orang islam bijak, sudah pasti dia sudah memahami apa yang dimaksudkan oleh saya. dengan kata lain, alkitab pernah berkata = aku dan bapa adalah satu.

      trinity ini soal KEBOLEHAN ALLAH tiada yang mustahil bagi allah kata alkitab dan itu memang betul dan tidak perlu menggunakan kelogikan krana kepandaian allah itu tidak pernah terbatas. itu sudah bukti ketuhanannya loh? MAHA MENGETAHUI juga toh.

      Tetapi dengarlah namanya manusia sempurna dan yesus berkata: aku tidak mampu berbuat apa apa melainkan bapa diatas yang mengutusnya.

      ingat cuba sambungkan persoalan beberapa ayat dari mulut yesus yang telah saya sampaikan.mungkin amat berguna

      Komentar oleh Jayremaye | Oktober 29, 2009 | Balas

  64. Untuk jawaban pak viktor mungkin sudah jelas, menurut Pengetahuannya yang dalam terhadap Agama kristen ini dia menyatakan bahwa Alkitabnya sendiri tidaklah sempurna, tetapi jika pak viktor mengatakan kitab suci orang lain tidak sempurna harus di berikan bukti2x yang ilmiah agar pernyataannya tidak menjadi Spekulasi hingga dapat menjadi Fitnah!

    @ Jayremaye

    Salam, dimana didalam Alkitab yang mendukung doktrin trinitas anda ? bisa tunjukan ayatnya ?

    Jay:
    aku dan bapa adalah satu.
    ——————–
    Saya:
    Apa Konteks dari Ayat tersebut ?

    dan Jika anda mengatakan ayat yang anda comot dan perkosa itu sebaga dasar dari Ketuhanan yesus karena satu dengan Bapanya, maka lihat ayat dibawah ini :

    “Dan Kemuliaan yang telah Engkau (Bapa) berikan kepadaku, telah aku berikan pula kepada mereka (para pengikut Yesus), supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu” (Yohanes 17: 22).

    Jika Bapa satu dengan Yesus, maka Yesus satu dengan Muridnya, artinya jika anda menyembah Yesus maka anda harus menyembah Muridnya. Begini jay, jika anda baca konteks ayat yang anda perkosa itu yaitu mulai dari Yoh 10:23, maka anggapan anda akan salah kaprah.

    Jay, anda mengatakan bahwa dalam trinitas Yesus dan Allah adalah satu hakikat, bagaimana dengan pernyataan yesus mengenaik “kehancuran” “dunia” / “Yarusalem” ini :

    Mark 13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.”

    Disana Yesus mengaku tidak mengetahui kapan “hari” itu akan datang,bagaimana dia sehakikat dengan Bapa, dan Serba mengetahui ???

    Salam

    Komentar oleh Hendra Wijaya | Oktober 29, 2009 | Balas

  65. @semua,

    Trims sudah main-main ke sini. Hampir satu minggu ini saya sakit jdi baru sempat ikut nimbrung. Mohon maaf yaa…

    @Dani
    Konsep2 elektrik dan matematika anda nampaknya logis dan sah-sah saja, tapi rasanya tdk cocok dipake utk menjelaskan trinitas. Saya suka pake analogi ngukur suhu tubuh pake penggaris. Trinitas adalah konsep teologis dan menurut saya, musti pake ilmu teologi utk membeberkannya.

    Bahwa Allah boleh ato tidak mengangkat lagi seorang utusan, saya kira boleh2 saja krn itu hak prerogatif Dia. So, Pak Dani ga usa gelisah dg hal ini. Bahkan, thd Mirza Ghulam Ahmad-pun Gereja terbuka saja jk dia mau klaim diri sbg nabi Tuhan. Persoalannya, apakah ajarannya sejalan ato tidak dg keyakinan Gereja. Jika sejalan, maka mari bermitra utk membawa damai di dunia ini. Jk tdk sejalan, maka mari bersepakat utk tdk sepakat dan menghargai perbedaan demi kedamaian dunia. Tidak perlu perbedaan dijadikan alasan utk maen kekerasan dan saling memusnahkan. Secara alamiah, ajaran yg tdk benar akan ditinggalkan pengikutnya dan lenyap dg sendirinya.

    @Pak hendra

    Mengenai Anak (Firman) sehakikat dg Bapa (Pencipta alias yg empunya Firman) yg disebut Pak Jay, sdh benar. Krn itu, jk Yesus bilang, “Anak tida tau, hanya Bapa yg tau”. Jgn kita fahami scr hurufiah. Dlm trinitas, masing2 pribadi punya akuntabilitasnya sendiri-sendiri. Firman (anak) tdk bisa berbunyi kalo yg Empunya Firman (Bapa) tdk ingin berfirman.

    Kalo Pak Hendra itu jubir Presiden, meski anda musti tau segala aktifitas Presien, tp kalo Presiden tdk kasi tau, kan anda juga tdk bisa sembarangan sok tau mengutarakan ke publik pemikiran presiden ttg satu masalah bangsa.

    Jadi, yg Yesus maksudkan bhw Anak (firman) tdk tau kapan akhir jaman adalah bhw Bapa (sang Pencipta) blom berkeputusan kapan mau mengakhiri dunia ini. Yg ada sampe dg saat itu justru kehendak Bapa utk menyelamatkan dunia melalui karya penebusan sang Anak yg tampil dlm rupa manusia Yesus, bkn malah memusnahkannya.

    Demikian sedikit tanggapan dr saya. Kiranya damai sejahtera dilimpahkan Allah pada Bapak2 semua. Amin

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Oktober 30, 2009 | Balas

  66. @ Pak Viktor

    Sudah benar pemerkosaannya ato sudah benar konteksnya ?

    Bila bapak menjelaskan bahwa setiap pribadi dari trinitas mempunyai akun tersendiri, maka dapat di analogikan bahwa setiap pribadi mempunyai tabiat dan sifat yang berbeda.

    Jubir dan Presiden itu dua entitas atau akun yang berbeda, Bukan dalam tabiat dan sifat, begitupula dengan Yesus dan Allah.

    Jika anda mengatakan Bapa belum berkeputusan kapan kiamat akan datang, maka kiamat dalam kristen tidaklah pasti. demi menutupi kelaman yesus yang tidak mengetahui hari kiamat anda berdalih bapa belum berkeputusan ?

    Salam

    Komentar oleh Hendra Wijaya | Oktober 31, 2009 | Balas

  67. @Pak Hendra

    Pertama, ada satu yg ketinggalan. Saya mungkin keliru kalo bilang kitab suci agama lain tdk sempurna. Seingat sy, yg sy maksudkan adalah tidak ada kitab suci yg 100% langsung berasal dr Allah. Semua pake perantara dg metode perantaraan berbeda-beda. So, tinggal kita mau percaya klaim si perantara itu ato tidk. Kalo percaya, ambil dan pake. Kalo tidak, ya tinggalkan sj.

    Kedua, soal pemerkosaan ato konteks, sy jg tdk jelas. Yg sy liat, stetmen @Jay bhw tritinas bkn masalah matematika. Dlm hal ini dia benar.

    Ketiga, mengenai pengertian “pribadi” dlm trinitas. Sy liat Pak Hendra berpegang pd pengertian “pribadi” mnrt kamus modern. Pdhl para Bapa Gereja menggunakan istilah ini dlm arti yg unik dan tdk sama dg pengertian dlm kamus modern. Sy pikir, jgn2 ini yg membuat byk pihak tdk mampu memahami trinitas dg baik.

    Memang tdk ada analogi yg bs menggambarkan trinitas scr tepat, tp paling tdk bs memudahkan utk sampe pd pengertian yg lbh tepat.

    Satu oknum Allah punya tiga fungsi/peran/pribadi yaitu: mencipta (disapa Bapa), berfirman (disapa Anak), dan memberi hidayah/memelihara (disapa Rohul Kudus). Bapa, Anak, dan Roh Kudus ini cuma sapaan sj dr 1 oknum Allah.

    Ini hal yg jamak sj krn satu org manusia-pun bisa punya byk peran dlm hidupnya. Cth-nya SBY: jadi Presiden, Kepala rumah Tangga, Ketua Pembina PD, dst.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | November 1, 2009 | Balas

  68. @ Pak Viktor

    Pak Viktor:
    Pertama, ada satu yg ketinggalan. Saya mungkin keliru kalo bilang kitab suci agama lain tdk sempurna. Seingat sy, yg sy maksudkan adalah tidak ada kitab suci yg 100% berasal dr Allah. Semua pake perantara. So, tinggal kita mau percaya klaim si perantara itu ato tidk. Kalo percaya, ambil dan pake. Kalo tidak, ya tinggalkan sj.
    ———————————————
    Saya:
    Sama saja, anda mengatakan secara langsung ataupun tidak langsung kepada kami bahwa kitab suci agama lain tidaklah sempurna karena tidak 100% berasal dari Allah, entah hindu, buddha atau muslim, maka anda harus menunjukan bukti ilmiah.Tetapi jika anda menisbatkan itu kepada kitab suci anda sendiri hal ini adalah wajar, anda sebagai orang kristen yang paham dan mengerti tentang kekristenan lalu anda mengatakan Alkitab adalah 100% firman Allah, maka tindakan anda ini adalah dusta Besar.

    Pak Viktor:
    Kedua, soal pemerkosaan ato konteks, sy jg tdk jelas. Yg sy liat, stetmen @Jay bhw tritinas bkn masalah matematika. Dlm hal ini dia benar.
    ———————————
    Saya:
    Tentang kontekstual dari ayat yang mr. jay perkosa itu anda belum jelas ? bagaimana anda bisa menjelaskan tentang trinitas yang “rumit” sedang konteks seperti itu saja anda tidak mengerti ? Konteks ayat itu mulai dari ayat 23.

    Pembenaran anda itu relatif, Esa is satu, bukan tiga atau lima atau banyak.

    Pak Viktor:
    Ketiga, mengenai pengertian “pribadi” dlm trinitas. Sy liat Pak Hendra berpegang pd pengertian “pribadi” mnrt kamus modern. Pdhl para Bapa Gereja menggunakan istilah ini dlm arti yg unik dan tdk sama dg pengertian dlm kamus modern. Sy pikir, jgn2 ini yg membuat byk pihak tdk mampu memahami trinitas dg baik.
    ———————————————-
    Saya:
    Memang banyak orang yang tidak memahami trinitas suci ini! Jangankan dari kalangan Muslim, dari kalangan kristen pun biasanya carut marut untuk menjelaskan ini. Jika penjelasan saya tentang “pribadi” itu salah, bagaimana penjelasan Bapa Gereja tentang “Pribadi” ini ?

    Pak Viktor:
    Satu oknum Allah punya tiga fungsi/peran/pribadi yaitu: mencipta (disapa Bapa), berfirman (disapa Anak), dan memberi hidayah/memelihara (disapa Rohul Kudus). Bapa, Anak, dan Roh Kudus ini cuma sapaan sj dr 1 oknum Allah.
    —————————–
    Saya:
    Trinitas memang jelas sama dengan trimurti, Brahma sang pencipta, Wisnu sang pemelihara, dan Siwa sang pemusnah. Bukankah ini sama dengan trinitas yang anda imani ? Sama2x menunjukan wujud, brahma,wisnu dan siwa mempunyai wujud, Anak dan roh kudus mempunyai wujud! bisakah anda membagi informasi dengan kami mengapa Hindu yang sudah ratusan Tahun ada sebelum Abraham bisa “sama” dengan kristen mengenai konsep ketuhanannya ?

    anda mengatakan oknum anak dan rohkudus adalah sapaan, rasanya ini tidak tepat, Allah disebut Maha Pengasih! itu sapaan nama lain, “Pengasih” tidak memiliki bentuk apapun! jika sapaan saja tidak memiliki bentuk/wujud, bagaimana Allah bisa memiliki Bentuk/wujud?

    Yesus memiliki bentuk / wujud sebagai manusia seperti biasa, yang jalan di pasar, makan, minum , tidur, menangis, dll,

    Roh kudus juga memiliki bentuk/wujud seperti merpati.

    Jika anda mengatakan ini sapaan, ini tidaklah tepat.

    Pak Viktor:
    Ini hal yg jamak sj krn satu org manusia-pun bisa punya byk peran dlm hidupnya. Cth-nya SBY: jadi Presiden, Kepala rumah Tangga, Ketua Pembina PD, dst.
    —————————————–
    Saya:
    memang benar, kapasitas yang dimiliki oleh Pak SBY dapat merangkap menjadi Presiden, Kepala Rumah tangga dan Pembina.

    Tetapi jika Pak SBY sedang menjadi kepala rumah tangga, dia sedang berada di dalam rumahnya dan berkumpul bersama keluarga berbincang memberikan wejangan layaknya kepala rumah tangga. apakah saat itu juga dia bisa menjalankan pekerjaannya sebagai presiden ? di istana negara merancang program bersama dengan mentri2xnya ? dan apakah mungkin saat itu juga pak sby dapat memberikan orasi dalam jabatannya sebagai pembina ? bisa kah?

    Permasalahan dalam Alam semesta ini terlalu kompleks! Bagaimana saat Allah menjadi Yesus dan saat Yesus menjadi Roh Kudus, apakah tidak ada ciptaan baru ? tidak anda hidayah baru? dan tidak ada yang menjalankan Alam semesta ini ?

    Anda dan saya setuju, bahwa Allah berbeda sifat dan tabiat dari manusia, dia tidak memerlukan apapun dari manusia, tidak melakukan pekerjaan seperti manusia, tidak juga seperti semua makhluknya. Allah tidak sama dengan semua makhluk ciptaannya dilihat dari sifat dan Tabiat.

    Apakah dalam waktu bersamaan Allah menjadi Allah, maka Allah menjadi Yesus, dan Allah menjadi Roh Kudus ? Bagaimana dia bisa beriinteraksi seperti sinetron dalam Kitab suci anda ??

    saling sabda bersabda, saling nangis menangis,disunat,tidur,makan, minum takut, berdoa, menyembah dan mengumpat, memaki ?

    Jelas tabiat dan sifat dari Allah, Roh kudus dan Yesus itu berbeda, anda tidak bisa menggabungkan ketiganya lalu anda mengatakan kepada saya trinitas bukan Matematika.

    Lalu apa ?

    Komentar oleh Hendra Wijaya | November 1, 2009 | Balas

  69. @Pak Hendra

    Pertama, ttg kitab suci. Beda dong antara 100% asli dan 100% diterima langsung dr Allah. 100% asli bisa saja tidak 100% diterima langsung dr Allah, tp via perantara. Bukti catatan sejarah kitab2 suci agama2, maupun catatan2 dlm kitab2 itu sendiri menunjukkan bhw semua kitab suci diturunkan ke umat beragama via perantara.

    Bhw Alkitab kristen itu 100% firman Allah, sy sih OK2 saja jk disoroti dr kacamata iman. Kl Pak Hendra anggap itu dusta besar, sy jg ga bisa larang. Kan sdh sy bilang pd komentar terdahulu. Jk anda percaya, terima dan lakukan. Jk tida, tinggalkan sj.

    Kedua, m’nai Yoh 17:23. Sy liat tdk ada masalah jk Bapak paham apa yg dimaksud Yohanes dg ‘Aku’, ‘Mereka’, dan ‘Engkau’. Selama Pak Hendra ga paham makna terminologi ini, yah anda akan tetap melecehkan pendapat Pak Jay.

    Ketiga, ttg Esa. Sy setuju bhw Esa itu satu. Tp ada beda antara Esa dg Wahid. Esa itu satu tp jamak, misalnya satu sendok gula. Wahid itu satu tunggal, misalnya satu butir gula. Kalo bicara maklhuk, harusnya pake kata Esa krn tdk ada makhluk yg 100% terdiri dari satu unsur ato zat tunggal saja. Trinitas masuk dlm kategori ini (mnrt kristen, lho). Satu oknum ilahi yg tdd 3 unsur kepribadian.

    Keempat, ttg kata pribadi. Wah, ternyata dugaan sy benar. Bapak ga ngerti kata ‘pribadi’ yg dipake dlm konsep trinitas. Para Bapa gereja menggunakan terminologi ‘hypostasis’, yg kemudian dipadankan dg kata ‘pribadi’. Hypostasis ini lbh tepat didefenisikan sbg, “cara berada ato menampilkan diri dan beraktifitas ato berkarya”. Bapa (mencipta), Anak (berfirman), dan Roh kudus (memelihara) adalah 3 hypostasis dari Allah Yang Esa.

    Kelima, mengenai kesamaan dg Trimurti, boleh2 sj Bapak berpendapat begitu. Hanya, sy mau tanya seperti apakah wujud Bapa, Anak, dan Roh Kudus? Apakah Bapak pernah liat jadi berani menyimpulkan sama dg Brahma, Siwa, dan Wisnu?

    Keenam, ttg sapaan bg Allah. Sy, cm kasi info ke Bapak bhw faktanya dlm konsep trinitas Bapa, Anak, dan Roh Kudus itu bukan oknum, tapi gelar/sapaan saja sesuai dg cara Allah menampilkan diri dan berkarya (yg anda bilang sbg merpati, manusia Yesus, dll.). Kalo Bapa tdk percaya, sy jg tdk bisa paksa.

    Ketujuh, soal SBY. Kalo SBY juga bisa menjalankan semua perannya scr bersamaan di saat yg sama, mk kita jgn panggil dia SBY lagi tp Tuhan Allah saja. Krn yg bisa begitu sampe saat ini cuma Tuhan Allah. Ada mitos org jawa bhw dg ilmu ngorgoh sukmo, Sunan Kalijaga bisa berada di beberapa tempat sekaligus utk berdakwah. Jk mitos ini benar, mk sy pikir manusia SK sj bisa begitu, apalagi Tuhan Allah?

    Kedelapan, soal kristologi. Sy liat Bapak tetap ga bisa memilah mana karakter manusia dan karakter ilahi pd Yesus. Akibatnya Bapak mencampur-adukkan begitu sj antara kedua tabiat Yesus ini. Maka, ketika manusia Yesus yg mengalami lapar, haus, dan letih anda sebut Allah yg lapar, haus, dan letih. Pak Hendra, kalo Bapa sdh ga mampu memisahkan kedua karakter ini, sayapun sdh ga bisa bikin apa2 lagi.

    Demikian, tanggapan sy. Doa sy kiranya Pak Hendra dan keluarga selalu dilimpahi sukacita dan dame sejahter oleh Allah SWT. Amin!

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | November 2, 2009 | Balas

  70. @ Pak Viktro

    Salam Damai,

    Pak Viktor:
    Pertama, ttg kitab suci. Beda dong antara 100% asli dan 100% diterima langsung dr Allah. 100% asli bisa saja tidak 100% diterima langsung dr Allah, tp via perantara. Bukti catatan sejarah kitab2 suci agama2, maupun catatan2 dlm kitab2 itu sendiri menunjukkan bhw semua kitab suci diturunkan ke umat beragama via perantara.

    ——————-
    Saya:
    Yang saya maksud dan pak viktor maksud dengan “asli” is berasal dari Allah, tanpa perubahan sedikitpun.Apa yang Allah firmankan, maka ini yang didengar diimani, dicatat, dst. mengenai perantara… jelas wahyu itu perlu perantara, tidak serta merta bisa didengar oleh umat. jika ukuran anda kitab suci tidak asli karena perantara maka ini tidak relevan. Tetapi jika anda mempunyai sudut pandang lain mengenai “asli” ini ?

    Contoh saja, Microsoft Pusat mengeluarkan windows XP original, melalui perantara para marketingnya yang tersebar di seluruh dunia dengan atribut2x yang telah di tentukan oleh microsoft, apakah karena dengan perantara ini Kepingan CD XP original menjadi tidak original ?

    Pak Viktor:
    Bhw Alkitab kristen itu 100% firman Allah, sy sih OK2 saja jk disoroti dr kacamata iman. Kl Pak Hendra anggap itu dusta besar, sy jg ga bisa larang. Kan sdh sy bilang pd komentar terdahulu. Jk anda percaya, terima dan lakukan. Jk tida, tinggalkan sj.
    ———————-
    Saya:
    Saya juga tidak masalah anda mau mengklaim kitab suci anda itu 100% firman Allah, itu wajar saja. yang jadi masalah diskusi kita sebelumnya anda tidak mengatakan ini. Tetapi entah dengan alasan apa, tiba2x anda merubah pendekatan anda mengenai “ke aslian” kitab suci anda. dengan logika yang sama pun saya mengatakan “jika terima ya imani dan jika tidak ya tinggalkan”.

    Pak Viktor:
    Kedua, m’nai Yoh 17:23. Sy liat tdk ada masalah jk Bapak paham apa yg dimaksud Yohanes dg ‘Aku’, ‘Mereka’, dan ‘Engkau’. Selama Pak Hendra ga paham makna terminologi ini, yah anda akan tetap melecehkan pendapat Pak Jay.
    ———————-
    Saya:
    Saya tidak sedang melecehkan pak jay, anda keliru, saya hanya ingin tahu kenapa pak jay bisa mengambil Yoh 10:30 sebagai dasar bahwa Allah dan Yesus adalah satu, sedangkan sy mengmabil Yoh 17:23 untuk menjabarkan bahwa Jika mereka satu maka muridnya yesus juga satu, karena Dalam bahasa Yunani [Latin] “heis” berarti “satu” secara bilangan (berjenis kata laki-laki), sedang “hen” berarti “satu” dalam “kesatuan” atau esensinya. Dalam catatan pinggir Injil Standard baru Amerika (NASB) terbaca; Satu – (Lit.neuter) kesatuan atau satu essensi [= intisari, hakikat], Kesimpulannya Jika Yesus sehakikat dengan Bapa maka muridnya juga. itu yang saya pertanyakan, maka dari itu saya mengatakan bahwa kontekstual dari Yoh 10:30 dari pasal sebelumnya yaitu 23. Jika Pak. jay masih memaksakan ayat yang dia ambil untuk mendukung argumentnya, maka seperti yang saya katakan bahwa dia sedang memperkosa ayat tersebut.

    Pak Viktor:
    Ketiga, ttg Esa. Sy setuju bhw Esa itu satu. Tp ada beda antara Esa dg Wahid. Esa itu satu tp jamak, misalnya satu sendok gula. Wahid itu satu tunggal, misalnya satu butir gula. Kalo bicara maklhuk, harusnya pake kata Esa krn tdk ada makhluk yg 100% terdiri dari satu unsur ato zat tunggal saja. Trinitas masuk dlm kategori ini (mnrt kristen, lho). Satu oknum ilahi yg tdd 3 unsur kepribadian.
    ————————–
    Saya:
    Saya juga setuju jika Esa itu satu, tetapi contoh anda mengenai satu sendok gula tidak relevan dengan zat tuhan, Esa biasanya hanya disandangkan dengan Tuhan, jika wahid tidak pernah di sandangkan kepada Tuhan, biasanya kepada Pimpinan yang Nomor.. …

    Allah bukan makhluk, maka jika kesimpulan anda mengatakan Allah disebut Esa karena jamak [terdiri dari beberapa unsur] maka anda berdusta, karena anda tidak mengetahui unsur2x yang membentuk “Allah”.

    Pak Viktor:
    Keempat, ttg kata pribadi. Wah, ternyata dugaan sy benar. Bapak ga ngerti kata ‘pribadi’ yg dipake dlm konsep trinitas. Para Bapa gereja menggunakan terminologi ‘hypostasis’, yg kemudian dipadankan dg kata ‘pribadi’. Hypostasis ini lbh tepat didefenisikan sbg, “cara berada ato menampilkan diri dan beraktifitas ato berkarya”. Bapa (mencipta), Anak (berfirman), dan Roh kudus (memelihara) adalah 3 hypostasis dari Allah Yang Esa.
    ——————————–
    Saya:
    Ternyata pak viktor tipe orang yang “suka” menghakimi orang lain juga ^_^, saya bertanya itu tidak berarti saya tidak tahu, saya hanya mengetes apakah pak viktor itu jawabnnya sama dengan kristen lain atau tidak, jika pernyataan pak viktor ini sudah pernah dibahas di LT.

    Pak Viktor:
    Kelima, mengenai kesamaan dg Trimurti, boleh2 sj Bapak berpendapat begitu. Hanya, sy mau tanya seperti apakah wujud Bapa, Anak, dan Roh Kudus? Apakah Bapak pernah liat jadi berani menyimpulkan sama dg Brahma, Siwa, dan Wisnu?
    ——————–
    Saya:
    Saya tidak pernah melihat wujud Allah, karena Allah tidak berwujud, saya juga tidak pernah melihat “wujud” yesus,yang pasti dia juga seperti kita manusia, dan saya mengetahui “wujud” roh kudus itu juga dari Alkitab yang berbentuk seperti burung merpati. Mengenai wujud Brahma, siwa dan wisnu, yang saya tekankan bukan dari segi manusia ataupun merpati, tetapi terletak pada “wujud”, mereka sama2 berwujud.

    Pak Viktor:
    Keenam, ttg sapaan bg Allah. Sy, cm kasi info ke Bapak bhw faktanya dlm konsep trinitas Bapa, Anak, dan Roh Kudus itu bukan oknum, tapi gelar/sapaan saja sesuai dg cara Allah menampilkan diri dan berkarya (yg anda bilang sbg merpati, manusia Yesus, dll.). Kalo Bapa tdk percaya, sy jg tdk bisa paksa.
    ———————————–
    Saya:
    Saya sudah menjawabnya, Kalo Bapak juga tidak percaya saya jg tidak bisa maksa.

    Pak Viktor:
    Ketujuh, soal SBY. Kalo SBY juga bisa menjalankan semua perannya scr bersamaan di saat yg sama, mk kita jgn panggil dia SBY lagi tp Tuhan Allah saja. Krn yg bisa begitu sampe saat ini cuma Tuhan Allah. Ada mitos org jawa bhw dg ilmu ngorgoh sukmo, Sunan Kalijaga bisa berada di beberapa tempat sekaligus utk berdakwah. Jk mitos ini benar, mk sy pikir manusia SK sj bisa begitu, apalagi Tuhan Allah?
    ——————————-
    Saya:
    Nah anda sudah menjawabnya, yesus tidak bisa melakukan apa yang Allah lakukan, banyak bukti bahwa yesus menyebutkan “Bapamu”, “Bapamu” , “Bapamu disorga”. “Allahmu”, dll itu menandakan bahwa Allah adalah Tuhan yang mengatur, pemelihara dan pemberi segala apapun, sedangkan yesus tidak.

    Mengenai Mitos tentang Sunan Kalijaga, saya tidak mempercayainya, karena AQ tidak berisi mitos2x seperti itu, Lain halnya mungkin anda akan percaya, seperti layaknya kitab injil anda yang hanya dengan iman bisa memindahkan gunung, meminum racun maut dll. dan jika itu dikatan mitos, maka anda tidak terima karena menurut klaim anda itu berasal dari Allah.

    Pak Viktor:
    Ketiga, soal kristologi. Sy liat Bapak tetap ga bisa memilah mana karakter manusia dan karakter ilahi pd Yesus. Akibatnya Bapak mencampur-adukkan begitu sj antara kedua tabiat Yesus ini. Maka, ketika manusia Yesus yg mengalami lapar, haus, dan letih anda sebut Allah yg lapar, haus, dan letih. Pak Hendra, kalo Bapa sdh ga mampu memisahkan kedua karakter ini, sayapun sdh ga bisa bikin apa2 lagi.
    —————————
    Saya:
    Anda yang fair saja dong, tabiat dan sifat Allah itu berbeda dengan makhluknya, tidak bisa anda perkosa dengan mengatakan sama. Jika yesus itu lapar, haus, menangis, berdoa, sujud dan mecaci itu wajar, karena dia adalah manusia biasa, yang diangkat menjadi Nabi. Saya juga tidak bisa memaksakan anda agar percaya kata2x saya, saya hanya seorang manusia yang ditugaskan untuk menyampaikan ayat2x Tuhan, percaya dan tidak itu menjadi urusan anda.

    Di dalam AQ disebutkan :

    Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. [QS. 4:171]

    Pak Viktor, terima kasih sudah berbincang dengan kami, tidak ada maksud lain dari perbincangan kita ini kecuali sebagai hujjah kami bahwa kami sudah memberikan sebagian dari berita yang kami terima, kami tidak bisa memaksakan keimanan sesorang, kami sadar betul itu, seperti halnya yang AQ sebutkan :

    Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? [QS 10:99]

    Maka sekali lagi seperti yang anda katakan, tidak ada paksaan untuk mengerti, percaya atau bahkan mengimani dari apa yang kami sampaikan.

    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. [Yesus Kristus]

    Salam

    Komentar oleh Hendra Wijaya | November 2, 2009 | Balas

  71. @Pak Hendra ybk.,

    Pertama, trims atas respon cepatnya.

    Kedua, masalah keaslian kitab suci, dr awal pendirian sy adalah tdk perlu diperdebatkan krn ukuran keaslian kitab suci dr masing2 agama berbeda dan itu hak msg2 agama. Saya hanya mau bilang bhw tdk ada kitab suci yg 100% langsung berasal dr Allah, tp selalu via perantara baik itu manusia atau makhluk jenis lain. Dan, nampaknya Pak Hendra sdh mengakui hal ini.

    Ketiga, m’nai Yoh 17:23. Sekali lg sy sampekan bhw Pak Hendra musti bisa memahami apa yg Yohanes maksudkan dg terminologi ‘Aku’, ‘Engkau’, dan ‘Mereka’ dlm tulisannya ini. Jika Pak Hendra keliru, mk keliru pula pemaknaan akan terminologi “Satu” yg dimaksudkan Yohanes. Krn sy bisa memahami hal ini mk sy berani pastikan bhw Pak Jay tdk dlm posisi yg Bapak tuduhkan (pemerkosa ayat).

    Keempat, ttg menghakimi. Kalo Bapak berkesimpulan spt itu, ada benarnya juga. Sy mohon maaf. Namun sungguh sy tdk menyangka bhw pertanyaan Bapak itu ternyata bersifat mencobai saja. Sy jd merasa terjebak oleh kelakuan Bapak ini, krn bg sy kalo ada org bertanya itu artinya dia tdk tau dan krn itu minta penjelasan. Laen soal kalo ini forum ujian atau kuliah.

    Kelima, ttg kristologi. Kalo Pak Hendra merasa sy tdk fair, mhn dimaafkan. Sy cm berusaha menjelaskan makna isi kitab suci kristen menurut ukuran yg digunakan org kristen. (1) bhw Allah berkehendak dan telah melaksanakan kehendak-Nya utk menuzulkan Firman-Nya ke dalam dunia dlm rupa manusia Yesus. Kalo Allah sdh kepingin, tdk ada lg yg mustahil bg Dia. (2) Bhw manusia Yesus, disamping memiliki karakter manusiawi, jg memiliki karakter ilahi pd diri-Nya. Ketidakmampuan kita memilah karakter ini akan membuat kita keliru pula memahami ke-Tuhan-an Yesus.

    Keenam, pada akhirnya sy mau ucap trima kasih byk buat Pak Hendra yg berkenan mampir di blog sy ini utk bertukar pikiran. Doa sy kiranya Pak Hendra dan keluarga senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. Amin!

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | November 3, 2009 | Balas

  72. saya justeru ketawa melihat saya dipanggil pak. kerana saya ini masih muda. Jadi saya menjawaab persoalan yang ini:

    ??Jika anda mengatakan Bapa belum berkeputusan kapan kiamat akan datang, maka kiamat dalam kristen tidaklah pasti. demi menutupi kelaman yesus yang tidak mengetahui hari kiamat anda berdalih bapa belum berkeputusan ???

    bagi jawapan ini: masih ingatkan, sekiranya dia anak berbicara dalam kondition manusia yang di BUMI maka dia tidak berhak mengetahui kerana dia SUDAH menjadi manusia yang sempurna bersertakan sifat allah dari atas(alkitab berkata: sekiranya engkau melihat aku, maka engkau jga melihat allah bapa diatas)
    -Bermakna hari kiamat ini tidak diketahui yesus ketika dia berada dalam bumi. nah… haruslah kamu bezakan mana yang manusia dan mana yang allah. Jadi kekeliruan senantiasa timbul, bukankah allah maha mengetahui dan kenapa yesusnya enggak mengetahui. OK, sekarang satu-satu jawapannya yang boleh diterima ialah: kenapa kami sebut “Dalam nama bapa,putra dan roh kudus” iaitu Tuhan Yesus Krists? dan kenapa kami tidak panggil dia anak saja??

    kerana dia sudah terangkat dengan kesimpulan sudah menjadi allah! nah ketika dia terangkat dia menjadi allah 100% dan jasad(tubuh)nya sudah terkubur. dengan kata lain, apabila dia terangkat DIA SECARA LANGSUNG menjadi ALLAH maha mengetahui. & kalau anda mengeluarkan soalan bahawa mengapakah ketika yesus turun kembali/kemunculannya kembali ke dunia, dia tidak pernah memberi tetang bila hari kiamat.
    (soalan itu anda fikirla dan renung renung )

    Komentar oleh Pak Jay | November 6, 2009 | Balas

  73. Lalu apakah Islam adalah agama yang paling sempurnah ???

    Bagaimana Membedakan Awloh dengan Tuhan Asli?

    1. Tuhan itu Kudus dan Mulia, Dia menciptakan manusia sama ibarat Orang Tua melahirkan anak-anakNya, Dia menciptakan dan memelihara; Dia tidak narcist, Dia tidak gila hormat, Dia tidak gila disembah, justru Dialah yang selalu mencintai anak-anakNya tanpa pamrih. Maka dari itu, apabila kita menjumpai ada “sesuatu” yang mengaku Tuhan, tapi dia ANGKUH dan MINTA DISEMBAH-SEMBAH, jelas ini bukan Tuhan, karena Tuhan yang Sejati akan jauh dari tabiat yang seperti itu. Satu kali saja dia berucap: “Sembahlah Aku!” Ini sudah cukup buat kita sebagai alasan untuk tidak mempercayainya. Jangan percaya kepada Tuhan yang demikian, sebab ini bukan Tuhan. Ini adalah contoh tuhan yang goblok! Tuhan itu mulia, dan kalau Tuhan itu mulia, kenapa merengek-rengek minta disembah? Kecuali itu tuhan palsu. Tuhan cemburu kepada berhala bukan karena masalah penyembahannya, tapi karena manusia beribadah (memohon berkat dan perlindungan) kepada selain diriNya. Ibaratnya, orang tua yang sakit hati bila anaknya minta makan kepada tetangga, padahal orang tuanya mampu memelihara dg baik; atau, ibarat seorang suami yg sakit hati bila sang istri meminta nafkah pada tetangga sebelah rumah di depan mata sang suami secara terang-terangan. Bukankah ini merendahkan harga diri suaminya? Bukankah ini suatu penghinaan? Ya, seperti itulah perasaan Tuhan kepada kita.

    2. Tuhan yang Maha Agung, Dia tidak akan pernah memuji-muji DiriNya sendiri, tetapi manusia dan para penghuni surgalah yang akan memuji-muji Tuhan karena kebaikan dan kekudusan-Nya. Sebab itu, apabila ada Tuhan yang memuji-muji diriNya sendiri, ini adalah model tuhan tak beres yang mesti kita jauhi.

    3. Tuhan adalah Penguasa Tunggal, Satu-satunya, Tidak ada yang menandingi. Apabila Dia bersumpah, Dia akan bersumpah demi diriNya sendiri. Sebab itu, apabila ada Tuhan yang bersumpah demi bintang atau dengan benda lain selain DiriNya, ini adalah tuhan yang bodoh, dan ini saja sudah cukup buat kita sebagai alasan untuk tidak bisa mempercayainya sebagai tuhan.

    4. Tuhan itu Esa, apabila Dia berfirman kepada manusia, Dia akan memakai kata ganti personal tunggal, “AKU”. Apabila ada Tuhan yang berfirman kepada manusia memakai kata ganti “KAMI”, maka ini bukanlah Tuhan yang Esa yang telah mengutus nabi-nabi di Israel. Ini adalah jenis tuhan yang berbeda. Ingat, ini tuhan yang sangat-sangat berbeda.

    5. Tuhan itu Baik, Dia membenci Kejahatan. Tuhan membenci perbuatan-perbuatan yang nista, perbuatan yang mencerminkan ketidaksetiaan dan ketamakan. Walaupun orang itu nabi sekalipun, apabila sang nabi berbuat sesuatu yang nista, Tuhan tetap akan menghukumnya. Apabila ada Tuhan yang selalu membela kelakuan nabinya, bahkan kelakuan yang memalukan sekalipun, berarti ini tuhan yang menjijikkan dan sudah pasti itu bukan Tuhan. Tuhan tidak akan mengekor pada nabinya, justru nabilah yang harus patuh dan taat pada Tuhan.

    6. Tuhan ketika menyampaikan firman dengan perantaraan nabiNya, Dia akan menggunakan DiriNya sebagai Subyek yang harus dipatuhi. Nabi hanyalah sebagai alat, sebagai penerus kata-kataNya, sebagai penyambung lidahNya. Tuhan yang Sejati tidak akan menempatkan nama nabiNya sejajar dengan namaNya. Apabila ada tuhan yang demikian berarti ini adalah tuhan palsu bikinan manusia.

    7. Keberadaan Tuhan tidak bergantung pada “congor” satu orang manusia, yang mengklaimnya sebagai Tuhan dan Sang Pengutus. Tuhan itu independent, bebas mau menyampaikan firman-Nya kepada siapapun, di mana pun dan kapan pun. Tuhan tidak dikuasai oleh mulut satu orang saja. Sekalipun satu orang mati, firman-Nya tidak terhenti. Dia masih mampu berfirman. Bila ada Tuhan yang bergantung pada satu orang saja, yang mengaku-ngaku nabi, berarti ini “tuhan” yang wajib diragukan keberadaannya. Sudah dipastikan, bahwa “tuhan” tersebut adalah tuhan yang sengaja diciptakan oleh satu orang tersebut. Bila benar ia adalah Tuhan, maka tanpa keberadaan orang tersebut, semisal orang tersebut mati, Tuhan tetap mampu berfirman kepada orang lain dan kepada saksi-saksi lainnya.

    8. Tuhan itu maha suci, jauh dari sifat-sifat buruk, salah satunya adalah suka menipu. Jadi, Tuhan bukanlah penipu! Bagaimana bila ada sosok yang ngaku-ngaku Tuhan tapi dia senang menipu, dan membalas tipu dengan tipu-tipu pula? Maka sudah dipastikan sosok yang demikian pastilah bukan Tuhan yang maha suci dan luhur budi itu. Di dalam Bibel kita telah diberitahu bahwa sosok yang lihai dalam soal tipu-menipu adalah Iblis. Iblis itu adalah bapa dari segala dusta.

    PENJABARAN POIN 1. TUHAN TIDAK MINTA DISEMBAH-SEMBAH

    Apabila kita teliti perkataan-perkataan Allah di dalam Alkitab, telusurilah mulai dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu, tak satu pun kita temukan perkataan: “Sembahlah Aku!” atau perkataan: “Apabila kamu sujud menyembah Aku, kamu akan masuk surga!”
    Apabila kita temukan perkataan: “Sembahlah Allah!” Ini adalah permintaan malaikat, bukan Tuhan.

    Justru yang kita temukan adalah perkataan ini:

    “Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka —> YANG MENGASIHI AKU dan YANG BERPEGANG PADA PERINTAH-PERINTAHKU.” (Keluaran 20:5-6)

    Dan apa yang diperintahkan Nabi Musa kepada umat Israel?

    “Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari
    (1) takut akan TUHAN, Allahmu,
    (2) hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya,
    (3) mengasihi Dia,
    (4) beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
    (5) berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini,
    supaya baik keadaanmu. (Ulangan 10:12-13)

    Mengapa Nabi Musa tidak memerintahkan orang Israel: “Sembah-sembahlah Allah 50 kali sehari, supaya Tuhan senang!” Sebab Musa sudah mengenal tabiat Tuhan yang Sejati, Musa telah berbicara dengan berhadap-hadapan muka, Musa telah berkomunikasi sedemikian dekat dengan Tuhan, sehingga Musa sangat mengenal Pribadi Tuhan, apa yang Tuhan inginkan, apa yang Tuhan kehendaki agar umatNya lakukan. Musa sangat mengetahui hal itu.

    Justru apa yang Muhammad lakukan adalah suatu PENGHINAAN BESAR buat Tuhan. Muhammad mengira Tuhannya Musa adalah Tuhan yang gila disembah-sembah, sampai dia mengarang cerita tentang perjalanannya ke langit tujuh bertemu dengan Musa, membicarakan perihal perintah sholat sebanyak 50 kali sehari! (Ket: Bacalah Kisah Isra Miraj).

    Hanya tuhan sinting saja yg minta dirinya disembah-sembah 50 kali sehari!!!

    Yang Tuhan inginkan adalah agar manusia berbuat benar, bukan jadi penjilat!

    Muhammad telah menciptakan sosok Tuhan yang berkepribadian narcist, senang dirinya disembah-sembah, alias dungu! Dan sosok tuhan yang diciptakan oleh Muhammad ini sebenarnya merupakan gambaran dari pribadi Muhammad sendiri yang narcist.

    Dalam suatu hadish dikisahkan, Muhammad berdoa kepada Tuhannya:

    “Ya Allah, capailah untuk aku apa yang Engkau telah menjanjikan aku ! Ya Allah, bawalah apa yang Engkau telah janjikan dulu, Ya Allah! Jika kumpulan Muslim yang kecil ini terhapus, Engkau tidak akan disembah di Bumi ini.” (Sahih Muslim Jilid 3, 4360)

    Dari doanya tersebut sangat nampak, kalau Muhammad menganggap Tuhannya itu sangat suka disembah-sembah, seperti ucapan Setan:

    “Jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” (Lukas 4:7)

    atau seperti yang diriwayatkan oleh Rasul Matius:

    “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (Matius 4:9)

    Saudaraku, Tuhan memang HARUS kita sembah, tapi bukan Tuhan yang minta. Kita menyembah Tuhan karena kesadaran kita sendiri, bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh Kudus dan Mulia, besar kasih setiaNya, tidak ada yang menyamai Dia. Tapi kalau sampai ada sosok Tuhan yang dengan sengaja minta diri-Nya disembah, itu bukan Tuhan, tapi SETAN. Tuhan yang Asli tidak pernah memberikan perintah seperti itu.

    Dan sekarang, mari kita uji, apakah Tuhannya Muhammad memberikan perintah seperti ucapan setan tersebut, kita simak ayat Quran berikut:

    QS 20:14
    “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”

    juga dalam QS 21:92
    “Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.”

    juga dalam QS 29:56
    “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.”

    Lihat…. ini adalah model ‘Tuhan’ yang menjijikkan!
    Ini bukanlah tabiat Tuhan yang suci, tapi tabiat setan, yang mengutamakan penyembahan ketimbang perbuatan benar!

    Saya akan memberi suatu ilustrasi untuk menggugah kepekaan Anda.

    Anda disakiti oleh seorang kawan, diludahi, dihina, diolok-olok, bahkan ditindas habis-habisan. Anda tidak mampu melawan, sebab ia majikan Anda. Suatu hari, Anda menyaksikan dia sedang menyembah-nyembah Tuhan, sembari berkata: “Aku menyembah-Mu, ya Allah! Tiada Tuhan selain Engkau. Hanya Engkaulah yang kusembah sepanjang hidupku.”

    Apakah Anda tidak muntah melihat kelakuan orang ini?

    Bila Anda saja bisa merasakan kejijikan terhadap perilaku seperti itu, apalagi Tuhan yang diklaim oleh Muslim sebagai Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana?

    Jijiknya Tuhan terhadap sifat penjilat ini terungkap dari perkataan Tuhan kepada nabi Yeremia:

    “Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
    Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.” (Yeremia 6:19-20)

    Begitu juga soal pengakuan Keesaan. Tuhannya Muhammad sangat ingin dirinya diesakan. Kalau yang ditekankan adalah ajaran keesaan, apakah ini sebagai ajaran dari Tuhan yang Benar? Tidak. Sebagaimana kata Rasul Yakobus:

    Yakobus 2:19
    “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.”

    Jadi, kalau Islam begitu mengesakan Tuhan, itu bukanlah bukti bahwa Islam berasal dari Tuhan, sebab SETAN pun juga mengesakan Tuhan.

    Setan pun juga bisa menciptakan ajaran yang mengesakan Tuhan, tapi ada tujuan lain di balik itu, yaitu untuk menyesatkan manusia. Dan juga atas nama ajaran Keesaan itu, ia mengajarkan kejahatan di muka bumi. Kejahatan yang dibungkus dengan kata-kata “Membela Tuhan”.

    Sehingga dengan begitu, para pengikut Setan ini merasa dirinya sudah begitu suci sehingga mereka berhak menjadi Hakim buat sesamanya.

    Apakah ini berarti secara tersirat, saya hendak mengatakan bahwa Islam adalah agama yang berasal dari Setan? Benar, tepat sekali! Islam memang agama yang berasal dari Setan.

    Ketauhidan (peng-esaan Tuhan) dan penyembahan hanyalah sebagai topeng yang dipakai Iblis untuk menipu umat manusia. Sasarannya adalah untuk membuat manusia binasa dan untuk memperolok Tuhan.

    KESIMPULAN POIN 1:

    Tuhannya Muhammad (Awloh dlm Quran), yang begitu gila penyembahan, adalah bukan Tuhan yang sama dengan Tuhan para nabi. Tuhannya Muhammad adalah tuhan lain yang tidak ada hubungannya dengan para nabi. Justru kalau kita mencocokkannya dengan Bibel, Tuhannya Muhammad identik dengan setan.

    PENJABARAN POIN 2. TUHAN TIDAK MENGUCAPKAN FIRMAN YANG ISINYA MEMUJI-MUJI DIRINYA SENDIRI

    Di dalam Alkitab, tidak semuanya adalah ucapan-ucapan Tuhan. Ada teks yang merupakan deskripsi dari penulis, ada teks yang merupakan doa, syair, pujian atau ucapan hikmat, dan ada teks yang merupakan saduran dari ucapan-ucapan Tuhan yang disampaikan kepada penulis.

    Bila kita meneliti khusus pada ucapan-ucapan Tuhan saja, tidak akan kita dapati ucapan Tuhan yang isinya MEMUJI-MUJI diriNya sendiri, seperti: Aku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Aku Maha Besar, Aku Maha Kuasa, dsb.

    Justru yang memuji-muji Tuhan itu adalah manusia dan malaikat di surga.

    Contoh, doa nabi Nehemia kepada Tuhan:

    Nehemia 1:5 “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,”

    Nehemia 9:32 “Sekarang, ya Allah kami, Allah yang maha besar, kuat dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya, janganlah Kaupandang remeh segala kesusahan yang telah dialami oleh kami, oleh raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, imam-imam kami, nabi-nabi kami dan nenek moyang kami, ya oleh seluruh umat-Mu, sejak zaman raja-raja Asyur sampai hari ini.”

    Nabi Nehemia menuliskan dalam kitabnya sosok Tuhan sebagai Allah yang maha besar sebagai bentuk pujian kepadaNya:

    Nehemia 8:6 (8-7) Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: “Amin, amin!”, sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah.

    Apakah ayat-ayat di atas ucapan Tuhan? Bukan. Tapi ucapan manusia dan teks pujian manusia kepada Tuhan yang Mulia.

    Kita simak juga syair Raja Daud berikut:

    Mazmur 96:4 “Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.”
    Mazmur 99:2 “TUHAN itu maha besar di Sion, dan Ia tinggi mengatasi segala bangsa.”

    Mazmur 135:5 “Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah.”
    Dan juga kita simak ucapan nabi Daniel berikut:

    Daniel 2:45 “tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.”

    Daniel 9:4 Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: “Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!”
    Berikut ini adalah ucapan nubuat nabi Maleakhi tentang apa yang kelak akan diucapkan bangsa Israel tentang Tuhan:

    Maleakhi 1:5 Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: “TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel.”

    Nabi Yesaya memuji Tuhan sebagai Yang Maha Kuasa, Maha Kuat, Maha Tinggi & Maha Kudus:

    Yesaya 40:26 “Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.”

    Yesaya 2:11 “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.”

    Yesaya 5:16 “Tetapi TUHAN semesta alam akan ternyata maha tinggi dalam keadilan-Nya, dan Allah yang maha kudus akan menyatakan kekudusan-Nya dalam kebenaran-Nya.”

    Rasul Yakobus menyebut Tuhan sebagai Maha Penyayang:

    Yakobus 5:11 “Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.”

    Raja Babel Nebukadnezar pun juga menyebut TUHAN sebagai Allah yang Maha Tinggi:

    Daniel 3:26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: “Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!” Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.”

    Daniel 4:2 “Aku berkenan memaklumkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang telah dilakukan Allah yang maha tinggi kepadaku.”

    Demikianlah kita tahu bahwa Tuhannya para nabi, yaitu Tuhan yang Sejati, tak pernah memuji-muji diriNya sendiri, karena Dia memang Sumber Segala Pujian, tak perlu Dia sendiri yang menyanjung-nyanjung diriNya, dan juga bukan Dia yang minta, tetapi segala ciptaan-lah yang akan memuji-muji Dia tanpa diperintah, sebab Besar KemuliaanNya telah disaksikan dan dinyatakan oleh mereka dan kita sekalian.

    Mari kita uji, apakah Tuhannya Muhammad juga seperti itu? Atau…. malah kebalikannya? Yaitu jenis Tuhan yang senang memuji-muji dirinya sendiri, minta dipuji-puji, seperti seorang manusia dungu?

    QS 1:1
    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    Coba perhatikan baik-baik ayat di atas!
    Itu Tuhan yang ngomong, atau manusia yang ngomong?

    Kalau Muslim bilang Alquran adalah ayat-ayat Tuhan, dalam arti, 100% semuanya adalah UCAPAN-UCAPAN TUHAN, berarti perkataan ayat di atas dianggap sebagai ucapan Tuhan.

    Nah, Tuhannya Muhammad sedang menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang? Jadi ada 2 tuhan?

    Atau, bila nama Allah tersebut untuk menunjuk pada diriNya sendiri, berarti Tuhannya Muhammad sedang memuji-muji diriNya sendiri dan juga sedang berdoa kepada diriNya sendiri?

    Tuhannya Muhammad sedang memuji-muji dirinya sendiri sebagai Maha Pemurah dan Maha Penyayang, suatu tabiat yang benar-benar berbeda dengan tabiat Tuhan yang Sejati. Ini adalah sosok Tuhan yang dungu dan menjijikkan.

    Mari kita lanjutkan ayat Quran berikutnya.

    QS 2:29
    “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

    Lagi-lagi Tuhannya Muhammad memuji diri sendiri dan memamerkan kebodohannya dengan mengatakan dirinya Maha Mengetahui segala sesuatu.

    Kalau dia maha mengetahui segala sesuatu, lalu kenapa mengenai di mana harta Kinanah disembunyikan saja tidak tahu, sampai-sampai Muhammad harus menyiksa Kinanah sedemikian keji? Kenapa Muhammad tidak bertanya kepada Tuhannya yang katanya Maha Mengetahui Segala Sesuatu itu? (Ket: Baca Kisah Penyerbuan Muhammad terhadap Suku Yahudi di Khaibar)

    Tidaklah heran bila Tuhannya Muhammad tidak tahu di mana harta benda Kinanah disembunyikan, lha wong nama ibunda Yesus saja keliru. Apanya yang maha tahu?

    Ini ibarat peribahasa: “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”.

    Tuhan yang Asli tidak perlu memuji-muji diriNya sendiri dan meng-klaim secara sepihak diriNya sebagai Yang Maha Tahu, sebab sekalipun Dia tidak bilang, Dia memang sudah maha tahu sejak dulu dan sampai kapan pun.

    Justru tuhan yang memuji-muji dirinya sendiri menunjukkan kalau dia bukan Tuhan, tapi ‘makhluk lain yang menyamar’ dan ingin menyamakan dirinya dengan Tuhan. Ini adalah jenis tuhan yang dungu dan sudah selayaknya kita memandang rendah sosok tuhan yang demikian.

    QS 2:37
    “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

    QS 2:95
    “Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.”

    QS 2:96
    “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

    QS 2:106
    “Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?”

    Ayat di atas bila diterjemahkan ke bahasa yang mudah dimengerti, demikian:

    “Ayat mana saja yang AKU batalkan, atau AKU membuat manusia lupa pada ayat tersebut (tidak ingat lagi pada ayat lama yang sudah dibatalkan Awloh), AKU datangkan ayat baru yang lebih baik daripada yang lama; tidakkah kamu tahu bahwa sesungguhnya AKU maha kuasa atas segala sesuatu?”

    Itu adalah klaim-klaim dari Tuhannya Muhammad yang mengatakan bahwa dirinya maha kuasa atas segala sesuatu, sehingga dia berhak membatalkan ayat-ayat sebelumnya dan bikin ayat-ayat baru yang lebih enak dan menguntungkan buat muslim.

    QS 2:109
    “Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma`afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    QS 2:110
    “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”

    QS 2:115
    “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

    QS 2:116
    “Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.”

    Ayat di atas menyatakan kalau orang Kristen berkata: “Allah punya anak”, kemudian Awloh memuji diriNya sendiri dengan perkataan: “Maha Suci Allah”

    QS 2:143
    “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”

    QS 2:148
    “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Tuhannya Muhammad mengklaim dirinya sendiri sebagai Maha Kuasa, tapi ia tidak maha kuasa. Terbukti ia harus dibela oleh para pengikutnya dengan bakar-bakar rumah ibadah umat lain. Di manakah letak kemahakuasaan Tuhannya Muhammad? Apakah Awloh itu RAJANYA PARA PENYAMUN?

    QS 2:158
    “Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa`i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

    QS 2:160
    “kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

    QS 2:163
    “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

    QS 2:173
    “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    QS 2:181
    “Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    QS 2:182
    “(Akan tetapi) barangsiapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    QS 2:199
    “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (`Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    QS 41:36
    “Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Dan masih banyak lagi ayat-ayat Tuhannya Muhammad yang berisi puji-pujian kepada dirinya sendiri, yang sekiranya ditampilkan semua di sini tidak akan muat dan akan membosankan.

    KESIMPULAN POIN 2:

    Tuhannya Muhammad tidak sama dengan Tuhannya para nabi.

    Tuhannya para nabi tidak pernah memuji-muji diriNya sendiri, sebaliknya Tuhannya Muhammad suka memuji-muji dirinya sendiri seperti ‘Tong Kosong Nyaring Bunyinya’.

    Ini adalah tabiat kedua yang membedakan Tuhannya Muhammad (AWLOH) dengan Tuhan para nabi.

    PENJABARAN POIN 3. TUHAN TIDAK PERNAH BERSUMPAH DEMI BENDA CIPTAAN

    Ini merupakan tabiat ketiga dari Tuhan yang Sejati, yang membedakan Awloh dengan Tuhan Para Nabi.

    Telusurilah mulai dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu, adakah Tuhan pernah bersumpah demi bintang, demi gunung/bukit atau bahkan demi jin/setan?

    Tidak, sama sekali tidak pernah dan memang tidak akan pernah kita jumpai jenis sumpah yang seperti itu terlontar keluar dari mulut Tuhan yang Sejati.

    Secara logis, apabila manusia bersumpah, ia akan bersumpah demi otoritas yang lebih tinggi darinya, yang dapat menghukum atau mengutuknya apabila ia melanggar sumpah yang ia ucapkan.

    Sumpah yang benar yang mesti diucapkan oleh manusia untuk meneguhkan kebenaran sumpahnya, adalah bersumpah demi Tuhan. Ada jenis-jenis sumpah yang dilarang oleh Tuhan, misal: bersumpah demi langit, bersumpah demi benda-benda angkasa atau bersumpah demi rambut kepala kita sendiri.

    Saya akan berikan contoh sumpah yang salah:

    “Aku bersumpah demi langit; bila aku bohong, biarlah langit runtuh menimpaku.”

    “Aku bersumpah demi matahari; bila aku melanggarnya, biarlah matahari tidak lagi bersinar dan untuk selamanya membuat dunia ini gelap.”

    “Aku bersumpah demi rambut di kepalaku; bila aku melanggarnya, biarlah rambut di kepalaku semuanya berubah menjadi putih …atau… semuanya rontok sehingga kepalaku menjadi botak.”

    Sumpah-sumpah yang demikian kerap diucapkan oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.

    Dan Tuhan di masa nabi-nabi memerintahkan umatNya agar hanya bersumpah demi nama Tuhan saja, tidak boleh bersumpah demi nama tuhan lain.

    Yeremia 5:7
    Bagaimana, kalau begitu, dapatkah Aku mengampuni engkau? Anak-anakmu telah meninggalkan Aku, dan BERSUMPAH DEMI YANG BUKAN ALLAH. Setelah Aku mengenyangkan mereka, mereka berzinah dan bertemu ke rumah persundalan.

    Amos 8:12-14
    Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
    Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
    mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi.”

    Zefanya 1:5
    mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom,

    Matius 5:36
    janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.

    Yesaya 65:16
    sehingga orang yang hendak mendapat berkat di negeri akan memohon berkat demi Allah yang setia, dan orang yang hendak bersumpah di negeri akan bersumpah demi Allah yang setia, sebab kesesakan-kesesakan yang dahulu sudah terlupa, dan sudah tersembunyi dari mata-Ku.”

    Yeremia 12:16
    Dan jika mereka sungguh-sungguh belajar cara hidup umat-Ku sehingga bersumpah demi nama-Ku: Demi TUHAN yang hidup (seperti tadinya mereka mengajar umat-Ku untuk bersumpah demi Baal), maka mereka akan dibangun di tengah-tengah umat-Ku.

    Nabi Ibrahim pun bersumpah demi Tuhan:

    Kejadian 14:22 Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: “Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi:

    Yakub pun bersumpah demi Tuhan:

    Kejadian 31:53 Allah Abraham dan Allah Nahor, Allah ayah mereka, kiranya menjadi hakim antara kita.” Lalu Yakub bersumpah demi Yang Disegani (=TUHAN) oleh Ishak, ayahnya.

    Yosua mengingatkan umat Israel agar tidak berzinah dengan tuhan lain:

    Yosua 23:7 “dan supaya kamu jangan bergaul dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu itu, serta mengakui nama allah mereka dan bersumpah demi nama itu, dan beribadah atau sujud menyembah kepada mereka.”

    Raja Daud dan Yonatan juga bersumpah demi nama Tuhan:

    1 Samuel 20:42 Kemudian berkatalah Yonatan kepada Daud: “Pergilah dengan selamat; bukankah kita berdua telah bersumpah demi nama TUHAN, demikian: TUHAN akan ada di antara aku dan engkau serta di antara keturunanku dan keturunanmu sampai selamanya.”

    Mazmur 63:11 (63-12) Tetapi raja akan bersukacita di dalam Allah; setiap orang, yang bersumpah demi Dia, akan bermegah, karena mulut orang-orang yang mengatakan dusta akan disumbat.

    Nabi Musa memperingatkan, bahwa setiap orang yang telah bersumpah dengan Tuhan, tidak boleh melanggarnya atau akan menerima akibatnya:

    Bilangan 30:2 Apabila seorang laki-laki bernazar atau bersumpah kepada TUHAN, sehingga ia mengikat dirinya kepada suatu janji, maka janganlah ia melanggar perkataannya itu; haruslah ia berbuat tepat seperti yang diucapkannya.

    Dan ini perintah nabi Isa untuk umat Perjanjian Baru:

    Matius 5:
    33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
    34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
    35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
    36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
    37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

    Umat Allah haruslah selalu berkata jujur, apabila Ya katakan ya, apabila Tidak katakan tidak. Sehingga dengan demikian, kebenaran setiap ucapan kita tidaklah mesti ditopang oleh adanya sumpah; walau tidak bersumpah sekalipun ucapan kita sudah pasti benar dan tidak berbohong. Ini adalah ajaran junjunganku, Isa Almasih, yang tidak dimiliki oleh para Muslim.

    Apabila manusia bersumpah haruslah bersumpah demi nama Tuhan, lalu bagaimana bila Tuhan sendiri yang bersumpah? Apakah di atas Tuhan ada Penguasa Lain yang lebih Maha Kuasa? Tidak. Tuhan adalah Penguasa Tertinggi di Jagat Raya ini. Apabila Tuhan bersumpah, Ia akan bersumpah demi DiriNya sendiri, demi NamaNya sendiri Ia akan bersumpah sebab di atas Tuhan tidak ada lagi.

    Mari kita simak ayat-ayat kitab suci berikut ini.

    Kejadian 22:16
    kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri—demikianlah firman TUHAN—:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku……

    Keluaran 32:13
    Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.”

    Mazmur 89:35-36
    Sekali Aku bersumpah demi kekudusan-Ku, tentulah Aku tidak akan berbohong kepada Daud:

    Yesaya 62:8
    TUHAN telah bersumpah demi tangan kanan-Nya, demi tangan kekuatan-Nya: “Sesungguhnya, Aku tidak akan memberi gandummu lagi sebagai makanan kepada musuhmu, dan sesungguhnya, orang-orang asing tidak akan meminum air anggurmu yang telah kauhasilkan dengan bersusah-susah;

    Yeremia 22:5
    Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN, bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan.

    Yeremia 44:26
    Maka dengarkanlah firman TUHAN, hai semua orang Yehuda yang diam di tanah Mesir: Sesungguhnya, AKU TELAH BERSUMPAH DEMI NAMA-KU YANG BESAR—firman TUHAN—bahwa nama-Ku tidak akan diserukan lagi oleh seseorang Yehuda di segenap tanah Mesir, dengan berkata: Demi Tuhan ALLAH yang hidup!

    Yeremia 49:13
    Sebab Aku telah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN, bahwa Bozra akan menjadi ketandusan, cela, keruntuhan dan kutuk, dan segala kotanya akan menjadi reruntuhan yang kekal.”

    Yeremia 51:14 TUHAN semesta alam telah bersumpah demi diri-Nya sendiri: Sungguhpun engkau penuh dengan manusia-manusia seperti belalang, tetapi orang akan mengangkat pekik pertempuran terhadapmu.

    Amos 4:2
    Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya: sesungguhnya, akan datang masanya bagimu, bahwa kamu diangkat dengan kait dan yang tertinggal di antara kamu dengan kail ikan.

    Amos 6:8
    Tuhan ALLAH telah bersumpah demi diri-Nya, —demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam—:”Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub, dan benci kepada purinya; Aku akan menyerahkan kota serta isinya.”

    Amos 8:7
    TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: “Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!

    Yang dimaksud dengan “Kebanggaan Yakub” dalam ayat di atas adalah Allah sendiri, Allah yang disembah Abraham, Ishak dan Yakub.

    Yesaya 45:23
    Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa,

    Sungguh luar biasa, Tuhan yang saya kenal di dalam Alkitab adalah memang sungguh-sungguh Tuhan, tidak melawan AKAL SEHAT dan SANGAT LOGIS.

    Tidak akan pernah saya temukan satu pun perkataan: TUHAN BERSUMPAH DEMI BINTANG atau TUHAN BERSUMPAH DEMI GUNUNG.

    Sungguh, Tuhan dalam Alkitab adalah memang benar-benar TUHAN YANG SEJATI.

    Sekarang, mari kita bandingkan dengan perkataan-perkataan Tuhannya Muhammad dalam Alquran, apakah Tuhannya Muhammad juga mengucapkan sumpah yang sesuai AKAL, atau justru bersumpah secara bodoh, yaitu bersumpah dengan bintang, dengan bulan atau dengan gunung? Mari kita simak ayat-ayat berikut.

    QS 56:75-79
    Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui, sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.

    QS 75:1-3
    Aku bersumpah dengan hari kiamat, dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?

    QS 81:15-25
    “Sungguh, Aku bersumpah demi bintang-bintang yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy (Tahta), yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gilla. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil (pendusta) untuk menerangkan yang ghaib. Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk”

    Coba simak ayat di atas, demi meyakinkan orang Arab kalau Muhammad itu bukan orang gila dan Alquran bukan perkataan setan yang terkutuk, Awloh bersumpah demi bintang dan fajar….! Sedemikian rendahnya derajat Awloh sampai harus menyumpah-nyumpah agar nabi dan kitab sucinya diakui oleh manusia. Kasihan…..!

    Lagian, Awloh juga bersumpah palsu! Katanya Alquran bukan perkataan Setan, tapi Jin juga menyumbang ayat di Surat Al-Jin (QS 72)!!!!!!!!!

    QS 84:16-19
    Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, dan dengan bulan apabila jadi purnama, sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).

    QS 90:1-4
    Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini, dan demi bapak dan anaknya. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

    KESIMPULAN POIN 3:

    Tuhannya Muhammad tidak maha kuasa, dan dia bukan Tuhan.
    Tuhan tidak akan sebodoh itu ucapanNya.

    PENJABARAN POIN 4 : TUHAN YG ESA AKAN MEMAKAI KATA GANTI “AKU” UNTUK MENYEBUT DIRINYA SEWAKTU BERFIRMAN KEPADA MANUSIA

    Tuhannya para nabi, sewaktu Ia berfirman kepada manusia, Tuhan selalu menunjuk dirinya sebagai “AKU”. Kenapa “Aku”? Sebab Tuhan itu Esa. Ia tidak ingin memberikan kesan “jamak” pada identitas diriNya, sehingga Ia memakai kata ganti orang pertama tunggal sewaktu berfirman kepada manusia.

    Bila kita telusuri perkataan-perkataan Tuhan yg ditujukan kepada manusia mulai dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu, tak pernah Tuhan berfirman memakai kata ganti “KAMI”. Dia selalu konsisten memakai kata ganti “AKU”.

    Mari kita simak ayat-ayat contoh berikut.

    Firman Allah kepada manusia yg baru diciptakanNya:

    Kejadian 1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

    Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

    Firman Allah kepada Iblis yg telah menggoda Adam sehingga jatuh ke dalam dosa:

    Kejadian 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

    Firman Allah kepada nabi Nuh setelah ia dan keluarganya diselamatkan dari air bah:

    Kejadian 9:9 “Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,

    Kejadian 9:12 Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:

    Kejadian 9:13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.

    Firman Allah kepada nabi Ibrahim:

    Kejadian 12:2-3 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

    Firman Allah kepada nabi Musa:

    Keluaran 3:12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”

    Keluaran 3:14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

    Firman Allah kepada nabi Daud:

    2 Samuel 5:19 bertanyalah Daud kepada TUHAN: “Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?” TUHAN menjawab Daud: “Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.”

    2 Samuel 7:4-16
    Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:
    “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?
    Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman.
    Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?
    Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.
    Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.
    Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.
    Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
    Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
    Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.
    Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.
    Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”

    Firman Allah kepada nabi Yesaya:

    Yesaya 49:6 “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

    Yesaya 50:2-3 Mengapa ketika Aku datang tidak ada orang, dan ketika Aku memanggil tidak ada yang menjawab? Mungkinkah tangan-Ku terlalu pendek untuk membebaskan atau tidak adakah kekuatan pada-Ku untuk melepaskan? Sesungguhnya, dengan hardik-Ku Aku mengeringkan laut, Aku membuat sungai-sungai menjadi padang gurun; ikan-ikannya berbau amis karena tidak ada air dan mati kehausan. Aku mengenakan pakaian kelam kepada langit dan menyelimutinya dengan kain kabung.”

    Firman Allah kepada nabi Zakharia:

    Zakharia 3:8-9 Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu—sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas. Sebab sesungguhnya permata yang telah Kuserahkan kepada Yosua—satu permata yang bermata tujuh—sesungguhnya Aku akan mengukirkan ukiran di atasnya, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan Aku akan menghapuskan kesalahan negeri ini dalam satu hari saja.

    Firman Allah kepada rasul Yohanes:

    Wahyu 21:5-7 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

    Ayat-ayat di atas membuktikan, bahwa memang tidak pernah Tuhan berfirman kepada manusia memakai kata ganti “KAMI” melainkan “AKU”. Dan penggunaan kata “AKU” di sini sungguhlah tepat, sebab Tuhan itu ESA.

    Sekarang, mari kita selidiki, apakah Awloh dalam Alquran juga konsisten memakai kata ganti yg sama seperti ketika Tuhan berfirman kepada para nabi dan hambaNya?

    Apabila dalam hal penggunaan kata ganti ini tidak sama, maka itu membuktikan bahwa Awloh bukan Tuhannya para nabi.

    Mari kita simak ayat-ayat kutipan berikut.

    QS 2:3
    (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

    Siapa “KAMI” dalam ayat di atas? Apakah itu menunjuk pada ‘tuhan’? Apakah Tuhan itu jamak?

    Bila kata “Kami” di atas tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan budaya Arab, untuk maksud penghalusan kata atau mengungkapkan penghormatan, berarti Awloh adalah tuhannya Arab. Kenapa saya katakan demikian? Sebab Tuhan Pencipta Alam Semesta tidak terikat oleh budaya setempat, Dia universal, bahasaNya dapat diterima oleh seluruh bangsa. Dia akan menggunakan kaidah-kaidah bahasa yang umum. Jika Awloh menggunakan bahasa yg dikhususkan untuk menyesuaikan dengan budaya Arab, berarti Awloh bukan Tuhan, tapi ia adalah dewanya bangsa Arab, sebagaimana bangsa-bangsa terbelakang di dunia juga masing-masing memiliki dewanya sendiri-sendiri yg disesuaikan dengan budaya lokal.

    Tentu saja Muhammad akan protes kalau Awloh diklaim sbg tuhannya orang Arab saja; maka penjelasan logis untuk ini adalah bahwa kata “KAMI” menunjuk pada tiga oknum yang terlibat dalam persekongkolan Iblis ini, yaitu Awloh+Jibril+Muhammad. Muhammad dengan sangat lihai dan penuh kehati-hatian ia diam-diam memasukkan dirinya dalam cakupan tersebut dengan kata ganti jamak “KAMI”.

    Muhammad adalah orang yang mengalami kelainan jiwa akut, dan dalam pandangannya ia menyangka bahwa nabi boleh disetarakan dengan Tuhan, sebab ia adalah Sahabat Dekat Tuhan sehingga ia di dunia menjadi Wali Tuhan bagi manusia. Pandangannya ini dipengaruhi oleh orang-orang yg pernah dekat dengannya, antara lain Waraqah yang menjadikan Yesus sebagai sosok yang mulia dan orang-orang Yahudi yg menjadikan Musa sebagai sosok mulia mereka. Musa dan Yesus sama-sama dianggap sebagai Wali Tuhan di bumi.

    Kedua tokoh itu telah mempesona Muhammad, sehingga dirinya pun ingin menjadi tokoh seperti mereka, bahkan lebih agung dari Musa dan Yesus.

    Ini adalah ambisi gila seorang yg mengidap kelainan jiwa akut. Dan keberuntungannya adalah, ia sukses karena ditopang oleh gerombolan anak-anak muda dari Madinah yang bermoral bejat, mereka adalah gerombolan perampok dan tukang perkosa. Muhammad berhasil merekrut orang-orang gelandangan itu untuk menjadi pasukan tempurnya. Pemberian kepuasan syahwat dan harta haram sebagai insentif membuat mereka begitu mencintai Muhammad sampai-sampai ludah dan keringatnya dijadikan obat mujarab.

    Kembali ke topik.

    Mari kita simak ayat Quran lainnya.

    QS 2:23
    Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

    Bagaimana dengan ayat di atas? Muhammad diposisikan di luar kata “Kami”? Ya, Muhammad diposisikan di luar kata ‘kami’, secara tata bahasa hal itu dimungkinkan. Karena salah satu oknum sedang dibicarakan, maka untuk sementara oknum bersangkutan berada di luar kelompoknya. Sehingga kalau kita menyimak konteks ayat di atas, maka “Kami” yang mengutus Muhammad di sini adalah “Awloh + Malaikat Jibril”.

    Di bagian lain, Muhammad lebih mempertegas lagi bahwa dirinya memang bagian dari kata “Kami”. Ini salah satu bukti ayatnya:

    QS 70:40-41
    Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa. Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.

    Pertama-tama, Muhammad bilang: “Aku bersumpah dengan Tuhan”. Kemudian pada kalimat selanjutnya, ia menggabungkan diri dengan Tuhan dengan kata-kata “KAMI benar-benar Mahakuasa dan KAMI tidak terkalahkan.”

    Apakah ini masuk akal? Benarkah Muhammad mahakuasa? Secara halusinasi iya. Muhammad memang merasa dirinya pernah mendampingi Allah di surga sebagai NUR-E-MUHAMMAD (ket: baca dongeng-dongeng Islam). Dan dia bersama Awloh pernah berfirman kepada malaikat dan nabi Adam:

    QS 2:34
    Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

    QS 2:38
    Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

    Bukti konkrit lain bahwa Muhammad memang tergabung dalam kata ganti “Kami” tersebut adalah adanya kata-kata yang jelas kasat mata bahwa Muhammad menduetkan dirinya dg Awloh, sebagai “Allah dan Rasul…”… “Allah dan Rasul….”. (Ada ratusan ayat seperti ini yg dpt kita temukan).

    Dari ayat-ayat contoh di atas, maka kita dapat menilai bahwa ada cukup besar perbedaaan antara Awloh dengan Tuhan. Dan Awloh di sini adalah “tuhan kolektif” yang menggabungkan dirinya dengan beberapa oknum lain. Mengenai ini akan diulas di poin 6, tentang penggunaan kata “Allah dan Rasul”.

    KESIMPULAN POIN 4:

    Awloh bukan Tuhan, sebab Tuhan Asli tak pernah menyatakan diriNya dengan kata Kami (kecuali ketika Dia berbicara sendiri antara PribadiNya – lihat Kej 1:26, Kej 3:22, Yoh 17:21-22).

    Kita selidiki seluruh perkataan-perkataan Tuhan dalam Bibel yg ditujukan kepada manusia, semuanya memakai kata ganti “AKU”.

    Tetapi Awloh tidak konsisten, kadang memakai kata “Aku” dan lebih sering memakai kata “Kami”. Jelas sudah, bahwa Awloh TIDAK SAMA dengan Tuhan.

    Secara maknawi, Awloh identik dengan setan, dan secara manusiawi Awloh tidak lain adalah diri pribadi Muhammad sendiri.

    PENJABARAN POIN 5: TUHAN TIDAK MENGEKOR PADA NABINYA

    Ini adalah tabiat ke-5 yang saya temukan, di mana Tuhannya Muhammad memang beda banget sama Tuhan para nabi.

    Di dalam sejarah nabi-nabi, tak pernah ada Tuhan yang penurut banget sama nabinya, apalagi sampai kelakuan bejatnya juga dibela-belain.

    Untuk menjelaskan hal ini, saya akan membandingkan 2 kisah terkenal dari Bibel dan 2 Kisah Muhammad.

    Pertama, kisah nabi Daud berbuat zinah terhadap istri seorang bawahannya. Kisah ini dapat kita baca dalam kitab 2 Samuel 11.

    Di kitab itu dikisahkan Daud tertarik pada seorang wanita yang baru dinikahi oleh pegawainya. Nama wanita itu adalah Batsyeba, dan nama suaminya yg juga pegawai Daud yang setia itu adalah Uria, seorang bangsa Het yg tunduk pada hukum Taurat dan setia membela kerajaan Daud.

    Kita baca kutipan berikut.

    2 Samuel 11:2-4
    “Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
    Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”
    Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.”

    Ketertarikan secara diam-diam saja, sudah merupakan dosa, sesuai dengan perkataan Isa Almasih:

    Matius 5:27-28
    “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
    Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”

    Jadi, bila tertarik dengan wanita lain sementara dia sendiri sudah beristri, atau dirinya belum beristri tapi tertarik dengan istri orang, dia dianggap telah berbuat ZINAH dalam hati.

    Nah, apalagi kalau sampai hal itu sudah dilakukan secara nyata, seperti yang dilakukan nabi Daud ini. Sementara Uria pergi berperang, Daud malah mengambil kesempatan untuk berzinah dengan istrinya. Ini perbuatan terkutuk.

    Dan tidak hanya itu saja, Daud juga berniat untuk memperistri perempuan yang baru disetubuhinya ini dengan cara mengorbankan suaminya dalam sebuah pertempuran. Daud memberi perintah kepada bawahannya untuk menempatkan Uria di baris depan saat pertempuran melawan kota Raba. Akhirnya, Uria pun tewas dalam pertempuran itu. Dan akhirnya Daud pun bebas mempersunting Batsyeba.

    Kita tahu, bahwa Daud selain seorang raja di Israel, ia juga seorang nabi. Lalu apakah karena Daud seorang nabi, maka dia selalu bebas dari kutukan walaupun dia melakukan perbuatan jahat? Tidak. Mari kita lihat apa yang Tuhan lakukan terhadap hambaNya yang sembrono ini.

    Kita simak kutipan Bibel berikut.

    2 Samuel 12:1-24
    1 TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.
    2 Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;
    3 si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.
    4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.”
    5 Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: “Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.
    6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan.”
    7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
    8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.
    9 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.
    10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
    11 Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
    12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.”
    13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
    14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.”
    15 Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.
    16 Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.
    17 Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.
    18 Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab mereka berkata: “Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: anak itu sudah mati? Jangan-jangan ia mencelakakan diri!”
    19 Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: “Sudah matikah anak itu?” Jawab mereka: “Sudah.”
    20 Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.
    21 Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: “Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!”
    22 Jawabnya: “Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup.
    23 Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.”
    24 Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu.

    Sekalipun Daud seorang nabi, Tuhan tidak pilih-pilih dalam menegakkan keadilanNya. Tuhan memberi peringatan dengan mengutus nabi lain bernama Natan, dan oleh peringatan itu Daud syok dan tersadar dari kebejatannya. Dia menyesali perbuatannya dan menangis di hadapan Tuhan.

    Kisah lain kita dapati pada kisah nabi Sulaiman (Bibel: Salomo), yang di usia tuanya dia terlibat pada praktek penyembahan berhala. Dan akibat dari perbuatannya ini, Tuhan menimpakan hukuman pada kerajaannya sehingga terpecah menjadi 2 bagian. (Kisah ini dapat dibaca dalam kitab 1 Raja 11)

    Sekarang, mari kita uji apakah Tuhannya Muhammad (Awloh dalam Quran) juga memiliki tabiat yang sama seperti dalam Bibel.

    Kisah bejat Muhammad kita peroleh dalam QS 33:37-40.

    Mari kita simak kutipan ayatnya.

    QS 33:37
    Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan ni`mat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi ni`mat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

    Nabinya Muslim timbul hasrat pada menantunya sendiri (istrinya Zaid, yg jadi anak angkat nabi).

    Awloh tahu hasrat dalam hati Muhammad ini, itulah kemudian yang menjadi sebab disampaikannya Surat Al-Ahzab ayat 37 di atas.

    Awloh bilang pada Muhammad, “Kamu (=Muhammad) tidak perlu takut pada manusia, tetapi hanya kepada-Kulah ketakutanmu. Aku tahu bahwa dalam hatimu menyimpan perasaan suka pada Zaenab. Maka dari itu, perintahkanlah Zaid untuk menceraikan lebih dahulu istrinya, biar kamu bisa bebas menikahinya. Bila Zaid belum menceraikannya, nanti orang-orang akan protes kepadamu.”

    Bukankah ini Awloh yang bejat?

    Isa Almasih telah memberikan hukum demikian: “Jangan berzinah.
    Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”

    Nah, bila Muhammad diam-diam dalam hatinya menyembunyikan perasaan suka pada anak menantunya sendiri, bukankah ini suatu dosa di mata Tuhan?

    Tapi tidak demikian pada Awloh. Awloh malah membiarkan kelakuan nabinya dan bahkan malah MENDUKUNGNYA!

    Awloh kasih perintah kepada Muhammad agar segera mengambil anak menantunya itu sebagai istri sahnya dengan sebelumnya membatalkan pengangkatan anak terhadap Zaid (karena Muhammad takut harta warisannya jatuh ke tangan anak angkat yg bukan darah dagingnya) dan meminta Zaid menceraikan lebih dulu istrinya itu.

    Awloh bilang: “Apa yang ada dalam hatimu tidak perlu kamu sembunyikan, dan kamu tidak perlu takut kepada mereka.”

    Benar-benar Awloh yang BEJAT!!!!!!!!!!

    Ketika orang-orang pada protes, seorang Ayah tidak boleh mengawini istri anaknya sendiri, muncul ayat di atas yang menerangkan kalau Zaid bukan anak kandung, ia cuma anak angkat. Kalau istri anak angkat boleh diembat, tapi istri anak kandung kagak boleh.

    Dan yang sedikit maksa, ia bilang “Kawin dengan Zaenab adalah Sunnah (=Wajib)”, ini perintah langsung dari Awloh, seperti perintah Awloh pd nabi-nabi terdahulu. Kita simak ayat berikut:

    QS 33:38-39
    “Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.”

    Mana ada nabi-nabi terdahulu yang juga menjalankan SUNNAH seperti ini? Ini SUNNAH SETAN, bukan SUNNAH TUHAN!!!!!!

    Dan sebagai pembelaan, kalau Muhammad memang berhak berbuat itu, ia dikatakan bukan sekedar sebagai Bapak Angkat, tapi ia adalah RASUL AWLOH, maka apapun kemauan beliau tidak boleh ditentang. Kita simak ayat berikut:

    QS 33:40
    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

    Coba, ini ajaran baik atau ajaran yang buruk? Kalau muslim bilang ini bukan ajaran yang salah kaprah, berarti tuh muslim emang sudah jadi budaknya si onta Arab.

    Kisah kedua.

    Kisah lain yang mirip dengan kisah nabi Sulaiman adalah perihal Penyembahan Berhala.

    Batu Hitam sudah dikeramatkan oleh penduduk Mekkah jauh hari sebelum Muhammad ngaku-ngaku jadi nabi.

    Bila sejarah Islam menyatakan kalau sebelum Islam, Mekkah masuk kategori jahiliyah, berarti apapun peninggalan sebelum Islam adalah Jahiliyah. Dan alasan Muslim yang mengklaim batu hitam sebagai peninggalan Siti Hajar sama sekali tidak berdasarkan bukti yang otentik. Semuanya hanya atas asumsi belaka.

    Pada kisaran umur 35 tahun, ketika Muhammad telah menempuh kehidupan harmonisnya sebagai suami seorang bangsawan kaya Siti Khadijah, Mekkah dilanda banjir besar sehingga bangunan Kabah turut tergenang dan merusak beberapa bagian bangunan itu. Ketika semua orang Arab Jahiliyah saling berebut tentang siapa yg berhak memindahkan batu keramat ke tempatnya semula, Muhammad tampil ke depan bak orang suci yang dinobatkan sebagai pahlawan penyelamat BATU KERAMAT. Dia memimpin beberapa orang untuk turut berpartisipasi dalam mengangkat Batu Keramat itu dengan menggunakan kain. Sedemikian hormatnya orang-orang Jahiliyah itu terhadap BATU HITAM ini. Ini suatu bukti bahwa BATU INI adalah BERHALA!

    Semenjak itu, Muhammad mulai mendapat perhatian dari orang-orang Mekkah. Mungkin, sejak itulah Muhammad mulai keblinger dan ingin mendapatkan penghormatan yang lebih. Lima tahun kemudian, Muhammad bersemedi di gua Hira dan mengaku mendapat wahyu langsung dari Jibril utusan Dewa Awloh.

    Tradisi mengkeramatkan batu hitam ini masih terus dilanjutkan pada masa Muhammad sesudah ia berhasil menjadi nabi Islam. Dalam suatu Hadish dikatakan, Muhammad malah memberikan contoh nyeleneh kepada pengikutnya untuk MENCIUM BATU KERAMAT tersebut.

    Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 673:
    Dikisahkan oleh Salim bahwa ayahnya berkata :
    Aku melihat Rasul Allah tiba di Mekah; mula2 dia mencium batu hitam (hajar aswad) ketika akan melakukan tawaf dan berlari-lari kecil di tiga putaran (tawaf) pertama dari tujuh kali putaran (tawaf)

    Seorang pengikut Muhammad menyadari hajar aswad hanyalah sebuah berhala, dia terpaksa turut mencium hajar aswad karena takut dg Muhammad

    Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 667:
    Dikisahkan ‘Abis bin Rabia
    Umar mendekati batu hitam (hajar aswad) dan menciumnya dan berkata “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mud

    Komentar oleh Gabriel | November 22, 2009 | Balas

  74. Mustahil Islam Bisa menjawab

    1.Kenapa umat islam selualu merayakan hari lahirnya Muhammad, tetapi tidak pernah merayakan hari wafatnya ??

    2.Kalau Allah/tuhannya Muhammad itu Esa, kenapa setiap kali tuhan berfiman pada nabi dan hanbanya selalu mengunakan kata ganti kami (jamak)?

    3. Kalau Allah/tuhannya Muhammad itu penguasa tunggal, kanapa setiap kali dia bersumpah harus kepada benda ciptaan sendiri seperti bintang, gunung dll ?

    4. Kok Allah/tuhannya Muhammad itu bisa menyebut dirinya adalah RAJA TIPU yang paling ulung, kayak SETAN aja….!!!

    bagi muslim yang bisa menjawab, hadiahnya nanti bisa ambil di ahkhirat kalau sudah mati, berupa bidadari2 cantik dan bisa pesta sex bersama Nabimu !!!

    Komentar oleh Gabriel | November 22, 2009 | Balas

  75. Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 667:
    Dikisahkan ‘Abis bin Rabia
    Umar mendekati batu hitam (hajar aswad) dan menciumnya dan berkata “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mud…

    Lanjutannya kok tidak ditulis ?
    apa ini memang cara kalian ?

    Komentar oleh Raden | November 23, 2009 | Balas

  76. Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 673:
    Dikisahkan oleh Salim bahwa ayahnya berkata :
    Aku melihat Rasul Allah tiba di Mekah; mula2 dia mencium batu hitam (hajar
    aswad) ketika akan melakukan tawaf dan berlari-lari kecil di tiga putaran
    (tawaf) pertama dari tujuh kali putaran (tawaf)

    MUWATTA, Book 20, Number 20.33.113:
    Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah
    SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa
    dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum
    berangkat.

    BUKHARI, Volume 2, Book 26, Number 697:
    Diriwayatkan oleh Ibn Abbas.:
    Rasul Allah melakukan Tawaf (kabah) dengan naik unta (saat itu kaki nabi sedang
    terluka). Ketika sampai ke sudut (yang ada batu hitam) dia menunjuk kearah batu
    itu memakai sesuatu pada tangannya dan berkata, “Allahu-Akbar.”

    Dan semua Muslim di seluruh dunia, melakukan hal serupa karena Muhammad
    melakukannya:

    Umar bin Khattab, tahu kalau perbuatan Muhammad itu sebenarnya bodoh dan
    memalukan, tapi dia tetap melakukan apa yang di-sunnah-kan oleh Muhammad,
    sebagaimana Muslim di seluruh dunia juga demikian.
    Bukankah ini pertanda virus goblok dari satu orang bisa menjalar ke orang lain
    dengan begitu mudahnya?

    Hadits Sahih Bukhari Volume 2, Book 26, Number 667:
    Dikisahkan ‘Abis bin Rabia
    Umar mendekati batu hitam (hajar aswad) dan menciumnya dan berkata
    “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan
    tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw
    mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula.”

    Dari riwayat hadits di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa: Umar sedikit lebih
    cerdas ketimbang Muhammad.

    Kenapa saya katakan “sedikit” lebih cerdas? Karena Umar, sebagaimana Anda dan
    muslim-muslim lainnya, sudah tahu salah, tapi tetap dilakukan. Bukankah ini
    GOBLOK? Sama seperti ketika Muhammad memerintahkan: “Bunuh orang-orang kafir
    itu!” Muslim di seluruh dunia pun menurut saja.

    “Kacang tidak akan ninggalno lanjaran.” Seperti apa nabinya, seperti itulah
    pengikutnya. Jadi, kalau orang Islam saat ini nyembah-nyembah BATU HITAM
    sebagai awloh, itu karena Muhammad pun dahulu melakukannya dan mengajarkan
    demikian kepada para pengikutnya.

    Sudah saatnya seluruh Muslim Non-Arab untuk melek dan mawas diri. Nyembah batu
    kok bangga, malah sombongnya gak karuan.

    Pernah seorang kawan berkata kepada saya, “Pak Dul, Anda sekarang sudah tidak
    mau sholat lagi. Kemurtadan Anda sekaligus membuat Anda jadi kafir.”

    Ya iyalah, ngapain saya mau dikibuli oleh orang Arab buat nyembah-nyembah BATU?

    Dicap Kafir oleh Muslim adalah sebuah kebanggaan, karena itu berarti saya bukan
    PENYEMBAH BATU.

    Tidak mau Nyembah Batu kok dicap KAFIR, le-tole……. Pikirane wis gak
    normal….

    Umat Kristen tidak malu mengakui bahwa diri mereka memang menyembah manusia
    Yesus, dan umat Buddhis pun tidak malu mengakui mereka memang memuja Sidharta.
    Tapi, Muslim itu MUNAFIK, walau mereka menyembah BATU, tapi tidak mau
    mengakuinya. Malah dengan sombongnya mengatai umat lain sebagai KAFIR &
    MUSYIRIK, padahal diri mereka sendiri LEBIH KAFIR & MUSYIRIK

    Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror
    pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang
    ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan
    pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang
    kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti
    terwujud

    Komentar oleh Gabriel | November 23, 2009 | Balas

  77. Saya tidak mempermasalahkan pesan Pak Haji ini, tapi ada baiknya mari kita melihat fakta-fakta yang ada, ketimbang berspekulasi. Kesaksian Lukas mengenai Paulus ato yang dulunya bernama Saulus…….

    Raden:
    kalau kita lihat fakta seperti yang anda inginkan, permasalahannya makin menjerat penganut ajaran kristen,
    karena faktanya Yesus bersujud saat ibadah, sunat dan punya hukum, beda dengan penganut agama kristen.

    Komentar oleh Raden | November 23, 2009 | Balas

  78. 38Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.”

    39Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

    40Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

    Matius 12:38-40

    Raden:
    Ayat di atas cukup aneh karena ada Tanda tapi AKAN,
    Tanda seorang Bapak, Punya anak atau AKAN punya anak ?
    ini belum lagi kita bahas tentang tiga hari tiga malam, hidupnya Yunus dan matinya Yesus.

    Apakah ada penganut Kristen yang sanggup membahas
    ayat tersebut ?

    Komentar oleh Raden | November 24, 2009 | Balas

    • laluh bagaimana dengan ayat2 dalam Al-Qur’anmu ini?

      - Tabari Volume : l7, halaman :7 Aisha mengatakan “Inspirasi datang kepadanya ketika ia dan saya berada dalam satu selimut”.

      - Bukhari Vol 5 Buku : 57 Nomer : 119
      Nabi mengatakan, “Demi Allah SWT, inspirasi Ilahi tidak pernah datang kepada saya tatkala saya dibawah selimut dengan wanita, kecuali dengan Aisha.”

      - Sahih Bukhari: Jilid : 7, buku : 62, nomor 136:
      Dikisahkan oleh Jabir :
      Kami biasa melakukan azl/coitus interruptus (dengan para wanita hasil rampokan dan tawanan perang) ketika Qur’an diwahyukan. Jabir menambahkan: Kami biasa melakukan azl/coitus interruptus semasa hidup Rasul “Allah SWT” ketika Qur’an sedang diwahyukan.

      azl/coitus interruptus = mengeluarkan sperma diluar tubuh wanita yang disetubuhi agar tidak hamil.

      Jadi kesimpulanya wahyu2 dalam Al-Qur’an itu turung ketika Muhammad sedang lalukan sex bersama istrinya.
      itu wahyu tuhan atau setan?? sebab setan pun menganggap dirinya tuhan

      Komentar oleh Gabriel | Desember 1, 2009 | Balas

      • TO Gabriel[Roh Wedus]

        Silahkan Jwab saja pertanyaan Si Raden. Jangan OOT dengan menyodorkan hadist2x Palsu. Tanggapi kenapa “Tuhan” anda mengatakan 3 hari 3 malam dalam keadaan HIDUP. Tetapi orang2x kristen mengatakan MATI.

        Tidak hanya orang2x Muslim yang anda Fitnah. Tetapi Yesus yang notabene “Tuhan” anda sendiri anda Fitnah! Fitnah orang2x kristen ini sungguh Biadab dan Keji.

        “Sejak terciptanya manusia hingga datangnya Hari Kiamat, tak ada fitnah lebih besar daripada fitnahnya Dajjal” (Misykat, hal. 472).

        “Wahai manusia ! Semenjak Allah menciptakan bani Adam, tak ada fitnah dimuka bumi yang lebih besar dari pada fitnahnya Dajjal” (Kanzul-’Ummal, jilid VII, halaman 2028).

        Kita bisa simpulkan dengan mudah,..siapa sebenarnya DAJJAL itu!

        Komentar oleh Hendra | Desember 1, 2009

    • “Ayat di atas cukup aneh karena ada Tanda tapi AKAN,
      Tanda seorang Bapak, Punya anak atau AKAN punya anak ?
      ini belum lagi kita bahas tentang tiga hari tiga malam, hidupnya Yunus dan matinya Yesus.

      Apakah ada penganut Kristen yang sanggup membahas
      ayat tersebut ?”

      Ayat2 yang aneh justru yang ini !!!

      Kata-kata Setan

      QS 15:39. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya

      QS 38:82. Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,

      Kata-kata itu adalah kata-kata IBLIS, lalu bandingkan dengan ini:

      Kata-kata Allah SWT:

      QS 47:1. Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka

      QS 40:74. (yang kamu sembah) selain Allah?” Mereka menjawab: “Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu.” Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir.

      QS 40:34. Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.

      QS 35:8. Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

      Kemudian baca ayat-ayat di bawah ini, Allah SWT adalah Rajanya Setan?

      QS 43:36. Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.

      QS 19:83. Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma’siat dengan sungguh-sungguh?,

      bukankah kata2 (syaitan) itu adalah ucapan setan ?

      Komentar oleh Gabriel | Desember 1, 2009 | Balas

      • seperti yg ku katakan, kristen memang suka membuat andaian seenaknya saja…saya nggak akan jawab semua tuduhan mu tentang ayat2 al-quran satu per satu…saya ambil 1 ayat saja kerna bagi saya, semua sama yg bg anda itu kata2 setan…pertama saya ingin nanya, apakah hujah anda itu berdasarkan Kitab Tafsir Ibnu Katsir atau hujah anda itu dari pemikiran yg sempit mu? baiklah, saya petik 1 hujah anda kerna pasti jawapan saya sama semuanya…

        QS 40:34. Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.

        anda mengambil potongan ayat kayak anda lakukan pada injil anda…kerna itu anda nggak akan ngerti…dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir, ayat tu seharusnya bermula dari QS. 40:30 – 35 agar maksud ayatnya difahami lebih jelas & nggak menyeleweng kayak anda…ayoh baca ayatnya agar anda ngerti

        Dan orang yang beriman itu berkata:` Hai kaumku sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu,(QS. 40:30)

        (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.(QS. 40:31)

        Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil.(QS. 40:32)

        (Yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk.(QS. 40:33)

        Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: `Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya`. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.(QS. 40:34)

        (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.(QS. 40:35)

        kalau mau tau selengkapnya, baca Kitab Tafsir Ibnu Katsir…dalam islam tu asal anda tau nggak kayak kristen yang mana firman tuhan, ucapan yesus & perkataan sejarahwan (para saksi yg melihat atau mendengar & tulisan berdasarkan cerita org lain) dicampuraduk kayak ‘rojak’…makanya umat kristen sndiri jd bingung mana firman Allah, mana ucapan yesus dan mana perkataan sejarahwan, sedangkan islam itu jelas ilmunya;
        1. firman Allah s.w.t semua yg didalam Al-Quran,
        2. ucapan Nabi Muhammad semua dalam kitab2 hadis
        3. kitab2 lain yg terlalu byk jumlahnya dan ditulis oleh seorang yg dipercayai dan yg lainnya ditulis oleh yg kurang dipercayai namun umat islam disarankan agar menyimpan kitab2 tersebut dalam buku yg terpisah…

        Tuhan menjalankan selayak dengan kekuasaan-Nya, itu adalah selayaknya balasan bagi hamba-hamba-Nya yg nggak mau ngerti kebenaran firman-Nya yg disifatkan-Nya sebagai golongan yg bersekutu , orang yg melampaui batas dan ragu2, orang2 yg memperdebatkan ayat2 Allah tanpa alasan, orang yg sombong dan sewenang-wenangnya…ciri2 yg disebutkan itu kayak siapa yah? hamba2 ini yg memilih jalan untuk mengikuti ajaran setan…walaupun telah datang kebenaran tetapi golongan ini tetap juga ragu2 dan terus menjadi pengikut setan…makanya, jika itu kehendakmu…maka Tuhan akan mengunci mati hati mu dan membiarkan anda dalam kesesatan kerana kesombongan dan sikap sewenang-wenang anda…

        jika Yesus yg anda anggap sebagai ‘Tuhan’ itu bisa melakukan lebih baik dari Allah s.w.t…so, mengapa masih ada yg tersesat kerna tidak mengikut agama kristen (jika kristen itu agama benar)…?? sudah pasti jawapan anda kerna manusia mengikut hasutan setan kan? makanya, keraguan anda itu tetap berbalik kepada anda juga…jangan menghakimi Tuhan kerana Tuhan berhak melakukan menurut kehendak-Nya dan Dia lebih mengetahui apa yg kita tidak ketahui…pokoknya, apapun tuduhan anda, namun anda tetap mengakui Allah yg menciptakan langit dan bumi dan bukannya Yesus…nggak ada namanya yesus mencipta langit dan bumi…dalam Kejadian 1:1 tertulis nama siapa?? Allah atau Yesus?? jangan jadikan doktrin Tritunggal sebagai kesatuan Allah dan Yesus kerna nggak ada ayat injil yg mengesahkan doktrin tritunggal…itu doktrin yg diperkenalkan oleh penguasa roma…hujah dari Injil 1 Yohanes 5:7 itu secara umum bahawa berlaku penyisipan ayat dan bukan naskah yg sah menurut Dr. C.I Scofield, D.D dengan didukung oleh 8 orang D.D (Doktor Ilmu Teologi)…

        Komentar oleh Aku | November 5, 2012

    • Kepada Raden:

      Sahih Bukhari: Volume 5, Book 59, Number 459:
      Juga Hadis Sahih Bukhari Vol. 5-#459
      Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
      Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya tentang coitus interruptus (Al-Azl). Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap) Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan coitus interruptus. Maka ketika kami bermaksud melakukan azl/coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.’”

      ternyata kristen itu memang suka membuat andaian dan tafsiran seenaknya saja…kerna itu, sampai kapan pun, kristen nggak akn ngerti kata2 Yesus bahawa ‘dia anak manusia’, ‘dia yg diutus’ dan ‘dialah nabi’ tp nggak pernah dipercaya umat kristen malah hal yg nggak pernah sama sekali diucap Yesus, mereka membuat andaian sendiri bahawa Yesus Tuhan, nggak pernah ada 1 ayat Yesus mengaku dia Tuhan, terima la hakikat itu!…Rasulullah menjawab jelas satu larangan…saya ulang larangannya “dia berkata: “Lebih baik TIDAK MELAKUKAN ITU….”..jelas itu satu larangan atau suruhan? hadis nya kasi lengkap donk, jan diambil sepotong2…

      sebelum saya jawab tuduhan anda tentang wahyu turun saat hubungan sex…saya mau nanya, “apakah isteri anda itu suci utk anda? kalau nggak suci, itu namanya zinah, jika suci itu namanya ibadah…ngerti? so, dimana silapnya sampai anda membuat tuduhan itu wahyu setan atau Tuhan?

      bagaimana pula dipihak anda? mari lihat Injil Kejadian 38: 8-9

      38:8 Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu. ” 38:9 Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.

      selanjutnya Injil Kejadian 38: 15-18 Sex public tanpa nikah bersama menantu sendiri (Incest)

      38:15 Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.
      38:16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?”
      38:17 Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku.” Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.”
      38:18 Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu: “Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.” Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.

      Mengapa anda bisa menerima perbuatan terkutuk seperti ini dan dicatat dalam kitab suci anda? tapi dalam masa yg sama, anda TIDAK BISA menerima jika ianya dipihak Muhammad? hakikatnya bagi yg punya pemikiran yg pintar, pasti dapat menilai perbuatan siapa lebih terkutuk, Muhammad yg menerima wahyu saat melakukan sex bersama isterinya Aishah & larangan terhadap perlakuan coitus interruptus? atau perbuatan Onan (adik Er) yg melakukan coitus interruptus terhadap bekas isteri kakaknya (Tamar) dan perbuatan Yehuda yg melakukan ‘sex public dan incest’ terhadap Tamar menantunya? jawab jujur, siapa lebih terkutuk perbuatannya??

      Jangan melihat ‘kekejian’ perbuatan Muhammad jika kekejian lebih banyak terdapat dalam kitab injil dan dilakukan oleh nabi2 terdahulu (menurut kepercayaan kristen)..secara peribadi, saya berpendapatan bahawa umat kristen itu memang suka membuat catitian terkutukan terhadap para nabi dalam kitab2 yg anda anggap suci…

      Yang pasti persoalan anda cuma tentang Muhammad dan bukan tentang sejauhmana kebenaran Allah itu Esa kerna itulah diri anda, anda percaya keEsaan Allah s.w.t tp hati anda tertutup rapat untuk percaya pada ajaran Islam dan terus mencoba mencari kesilapan Muhammad…ayoh saya kasi tau apa yg menjadi kepercayaan sesuatu agama kpd anda dan umat kristen…”Agama itu dianuti bukan kerana rasulnya tapi kerana kebenaran Tuhannya” tp anda suka mempersoalkan perbuatan nabi Muhammad yg nyata ada juga dilakukan oleh nabi2 dlm Perjanjian Lama…hakikatnya tidak pernah ada yg berani pertikaikan Allah itu Esa tp muslim mempertikaikan ketuhanan Yesus sekaligus menolak kerasulan Paulus…”Jika Allahnya benar, maka benarlah Rasul-Nya tapi Jika salah Tuhannya, maka palsulah Rasulnya..”

      “Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi lihat apa yang disampaikannya.”

      (‐ Abu Al‐Hasan ‘Ali bin Abi Talib ra )

      bahasa mudahnya, jika seorang yg gila itu bersaksi bahawa Tuhan itu Esa, apakah anda menafikan kesaksiannya bahawa Tuhan itu Esa? tapi jika seorangan saintis seperti Charles Darwin bersaksi Tuhan tidak wujud, apa anda percaya? jawab jujur kesaksian siapa yg anda akui benar, si gila itu atau Charles Darwin…?? makanya, bukan peribadi orang yg menyampaikan yg harus anda nilai tapi nilailah apa yg disampaikannya…

      sila kirimkan email jika anda masih ada persoalan. Insya-Allah, saya pasti menjawab segala tuduhan anda di blogustazzack@gmail.com

      Komentar oleh Aku | November 5, 2012 | Balas

  79. Semoga tulisanku ini bermanfaat bagi pembaca yg lain.

    Di dunia ini terdapat beribu-ribu Tuhan, di benua Africa terdapat berapa ribu Tuhan, ada yang berbentuk pohon, buaya, sungai dll. di Thailand ada Tuhan Budha. di India ada ada berapa ribu Tuhan. org2 kristen juga punya tiga Tuhan. Di vietman juga terdapat sekian banyak Tuhan..
    Hanya saja dari sekian banyak Tuhan tersebut tidak ada satupun yang dapat menDefinisikan dirinya, mengapa?
    Karena semuanya diTuhankan dan bukan Tuhan.

    Sedangkan Tuhan yang disembah oleh umat ISLAM adalah Tuhan yang menDefinisikan dirinya dengan:

    1) Allah itu Ahad.
    2) Allah itu yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya.
    3) Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakkan.
    4) Allah itu tidak ada yang setara dengan-Nya.

    Jadi bukan umat ISLAM yang menDefinisikan Tuhannya melainkan Tuhan sendiri yang menDefinisikan dirinya,
    mengapa Tuhan umat ISLAM dapat menDefinisikan dirinya sendiri ? Karena Dia adalah Tuhan dan bukan diTuhankan.

    itulah perbedaan nyata antara satu ajaran yang benar bila dibandingkan dengan ribuan ajaran yang sesat.

    Komentar oleh Raden | November 24, 2009 | Balas

  80. Para sahabat sekalian, mohon maaf baru mampir ke blog sendiri karena kesibukan kerja.

    Saya cuma meminta rekan2 untuk menjaga kesejukan dalam berdiskusi. Trims

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | November 24, 2009 | Balas

  81. Para sahabat komentator yth.,

    Beberapa komentar yg berisi kata2 makian scr eksplisit, saya hapus. Mohon maaf. Sementara sy masih memeriksa terus, jk nanti ada temuan lagi mk tdk tertutup kemungkinan masih ada komentar yg terpaksa sy pindahkan ke tong sampah.

    Krn kolom komentar di sini, uda “sesak” mk sy himbau agar para komentator dpt beralih ke kolom komentar dr tulisan berikut. Toh temanya masih sama yaitu menjawab tantangan Pak Haji Mokoginta.

    Demikian, salam damai dr saya.

    Komentar oleh Victor Riwu-Kaho | Desember 13, 2009 | Balas

  82. Cuma mau berbagi informasi. Telah terbit buku “Siapa Bilang Kristen Tidak Bisa Menjawab?” untuk membantah berbagai argumen (dan non argumen) yang dikemukakan oleh Ustad LS Intan Mokoginta dalam bukunya berjudul “Mustahil Kristen Bisa Menjawab”. Disamping membantah Mokoginta, buku ini juga berisi informasi bagus untuk belajar tentang Ajaran Kristen. Buku ini adalah tulisan Pdt. Budi Asali. Untuk pesan hubungi sdr Chandra di chandra.johan@yahoo.co.id

    Komentar oleh Paijo | Desember 15, 2009 | Balas

  83. Tulisanmu cukup panjang tapi tidak ada isinya selain caci-maki dan itu kebiasaan orang kristen.

    kesesatan kristen sangat mudah diungkap,
    kebangkitan Yesus digugurkan oleh ayat ikan goreng
    yang tertulis di alkitab dan karena Raden tidak sering berkunjung ke blog ini, jadi bagi siapapun orang kristen
    yang ingin Debat atai Diskusi, dapat kirim email
    ke mas_raden34@yahoo.com karena selama lima bulan
    Raden berkecimpung di beberapa blog perdebatan,
    belum ada satu pun orang kristen yang sanggup berdebat
    dengan jujur dan menjadikan Alkitab sebagai sumber rujukan.

    Thx.

    Komentar oleh Raden | Desember 31, 2009 | Balas

    • Mas Raden,

      “ayat ikan goreng” itu ternyata diakui alquran sebagai rujukan. jika Kristen sesat tapi itu hanya sebagai klaim dan tidak ada bukti, ya percuma saja.

      tidak ada satupun orang kristen yang sanggup berdebat dengan jujur ini punya dua makna. yang pertama makna literal dan punya satu makna lagi. yaitu mas Raden tidak ingin tau bagaimana Kristen itu sebenarnya. Jadi, jawaban dari para Kristiani, di mata anda, semua salah.

      Silakan diimani menurut kadar iman masing-masing. tidak perlu mendikte sesat, salah, dibelok-belokkan, dll. Tuhan yang tahu semua itu, mas.

      saya sarankan coba di http://www.sarapanpagi.org. Disitu terdapat berbagai thread dan sub-thread. Coba di thread menjamu-tuduhan-dan-salah-paham. Itu bukan forum seperti faith freedom tapi lebih ke studi biblikal.

      karena kita ingin berdebat dengan mengutarakan ide dan pendapat kita, sebaiknya jangan gunakan kata yang menuduh seperti ayat ikan goreng. sama saja dengan orang iran yang menuduh alquran sebagai ayat setan (satanic verses). Sebaiknya kita gunakan kata kata yang sopan dan bijak.

      Oh iya, satu lagi. Asumsi saya, “Bukan anda tidak bisa mempercayai Kristianitas. Anda hanya tidak ingin (tidak mau).” Mohon maaf jika ini seakan-akan ofensif tapi saya sama sekali tidak bermaksud ofensif.

      Salam kasih.

      NB. Forum yang saya maksud dapat dikunjungi di http://www.sarapanpagi.org dengan terlebih dahulu mendaftar. Tks.

      Komentar oleh dinandjait | Januari 7, 2010 | Balas

  84. Hmm… Dasar manusia.. Pada gak jelas..
    Untung gw bukan penyembah manusia..

    Komentar oleh jo | Maret 31, 2010 | Balas

  85. Masy’aallah..naudubilah min dzalid..astaughfirullah..smoga orang orang2 yang sesat dan sedang disesatkan segera diberi petunjuk dan hidayah utk kembali kejalan yang benar yaitu jalannya orang2 yang lurus beriman dan bertakwa (islam) yg diberi petunjuk (AL-QUR’AN) bukan jalannya orang2 yg dzalim..amin.
    To umat Krintiani :
    Saya mohon jawaban yang simpel padat dan jelas yang tidak bertele tele,beritahu saya:
    1. satu surat ato satu ayat aja yang mengatakan akulah Isa.as/yesus adalah Allah/tuhan yang utk disembah.
    2. siapa nabi dari umat krinten.
    karena dalam Islam jelas dan bersaksi “Tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah”
    kaum yahudi jg punya nabi yaitu nabi musa lalu kristen nabi nya siapa ?????

    Komentar oleh hamba allah | Mei 24, 2012 | Balas

  86. yang membuat ini kok nggak tau tentang ini,
    nggak buat kayak beginian lahhhh ,,, !

    Komentar oleh Anonymous | Juni 27, 2012 | Balas

  87. menarik….menarik….. sedikit saya simpulkan…sebelumnya sudah ada agama yg dibawa Nabi Musa dgn kitab Tauratnya …lalu di utus Nabi Isa dgn kitab Injilnya untuk menyempurnakan agama sebelumnya…. lalu muncullah Nabi Muhammad dgn kitab Alqurannya utk menyempurnakan agama sebelumnya…..

    Komentar oleh san | April 6, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: